Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTProf. Musni Umar Tekankan Pendidikan dan Teknologi sebagai Kunci Indonesia Emas 2045Komentar: 0

Prof. Musni Umar Tekankan Pendidikan dan Teknologi sebagai Kunci Indonesia Emas 2045

Suara Realitas, 30 Oktober 2026, 14:46 WIB · 4 menit bacaBaca di App
Huruf

Jakarta, Suararealitas.co – Penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi menjadi kunci penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga mampu berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan peluang ekonomi di tengah perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan Pakar Komunikasi, Prof. Musni Umar, dalam kegiatan Dewan Pimpinan Pusat BIMA (Barisan Insan Muda) bertema “Peran Pemuda Menuju Indonesia Emas”. Ia menilai, masa depan Indonesia sangat bergantung pada kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi, pendidikan, perkembangan teknologi, hingga persaingan global.

Menurut Musni, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan secara merata apabila tidak dikelola secara optimal dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Ia menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang harus dilakukan secara bertanggung jawab. Sebagian besar penerimaan negara berasal dari pajak masyarakat sehingga penggunaannya perlu diarahkan pada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Musni mengibaratkan pengelolaan APBN seperti keuangan rumah tangga. Apabila pengeluaran terus-menerus lebih besar daripada pendapatan, kondisi tersebut akan menimbulkan defisit yang pada akhirnya harus ditutup melalui utang. Jika berlangsung dalam jangka panjang, beban tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan keuangan negara dan generasi mendatang.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Pendidikan Menjadi Investasi Masa Depan Bangsa

Selain pengelolaan ekonomi, Musni menempatkan pendidikan sebagai persoalan mendasar yang harus segera diperkuat untuk mempersiapkan Indonesia menuju 2045.

Ia menilai kualitas pendidikan nasional masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Kapendam Jaya Sampaikan Pesan Pangdam Jaya Tentang Insiden Penembakan di RM Cafe Cengkareng

Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas tidak akan terwujud tanpa dukungan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan menguasai perkembangan teknologi.

Ia juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak memiliki batas. Dalam paparannya, Musni mengutip pesan Al-Qur’an yang menggambarkan luasnya ilmu Allah SWT seperti lautan. Bahkan, apabila seluruh lautan dijadikan tinta untuk menuliskan ilmu dan kebesaran-Nya, ilmu tersebut tidak akan pernah habis.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap generasi harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Karena itu, ia mendorong pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap pendidikan, termasuk pendidikan tinggi dan kegiatan riset.

Musni juga menilai program beasiswa dan berbagai fasilitas pendidikan perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk membuka kesempatan bagi generasi muda memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Generasi Muda Harus Mampu Menciptakan Lapangan Kerja

Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah terbatasnya kesempatan kerja di tengah meningkatnya jumlah pencari kerja dan pesatnya perkembangan teknologi.

Musni menjelaskan, otomatisasi dan digitalisasi telah mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia kini mulai digantikan oleh mesin dan sistem digital.

Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu menciptakan peluang ekonomi secara mandiri.

Ia menegaskan, pemerintah tidak mungkin menjadi satu-satunya pihak yang menyediakan lapangan pekerjaan bagi seluruh masyarakat. Karena itu, generasi muda perlu didorong untuk mengembangkan kewirausahaan dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana membangun usaha.

Pemanfaatan platform seperti YouTube, podcast, dan berbagai media digital, menurutnya, dapat menjadi peluang untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Baca Juga :  KKP Gandeng Perbankan Tingkatkan Skala Usaha Perikanan di KNMP

Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk menjadi pencipta lapangan kerja.

Penguasaan Teknologi untuk Memperkuat Daya Saing Bangsa

Lebih jauh, Musni menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

Ia mencontohkan Iran yang menghadapi berbagai pembatasan ekonomi dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Menurutnya, penguatan pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi, menjadi salah satu upaya penting untuk membangun kemandirian dan kemampuan produksi dalam negeri.

Ia mengajak generasi muda Indonesia agar lebih serius mengembangkan kompetensi di bidang teknologi, sains, dan berbagai disiplin ilmu yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa perkembangan geopolitik internasional, termasuk konflik di Timur Tengah dan potensi gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz, dapat memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia.

Situasi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi dan energi nasional agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap gejolak global.

Menutup paparannya, Musni mengajak generasi muda dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas diri, serta menjaga optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Ia meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju apabila kekayaan alam, kualitas sumber daya manusia, dan penguasaan ilmu pengetahuan dikelola secara optimal.

Menurutnya, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang harus diwujudkan melalui kerja bersama, pendidikan berkualitas, inovasi, dan kesiapan generasi muda mengambil peran dalam pembangunan nasional.

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain