Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTnusaQu Hadirkan Ekosistem Peternakan Terintegrasi di NLP Expo 2026, Bidik Solusi Pakan hingga LimbahKomentar: 0

nusaQu Hadirkan Ekosistem Peternakan Terintegrasi di NLP Expo 2026, Bidik Solusi Pakan hingga Limbah

Suara Realitas, 27 Oktober 2026, 14:35 WIB · 4 menit bacaBaca di App
Huruf

Jakarta, Suararealitas.co – nusaQu akan menghadirkan ekosistem peternakan terintegrasi dalam ajang Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP Expo) 2026 yang berlangsung pada 4–7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Melalui partisipasi ini, Nusaku ingin memperkenalkan inovasi, pengembangan usaha, serta solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi industri peternakan nasional.

Direktur PT Nusa Sentosa Indonesia (nusaQu), Nanang Sugiarto , Nanang Sugiarto, menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem tersebut dilakukan melalui sejumlah unit usaha yang saling terhubung, mulai dari peternakan, penyediaan pakan, pemasaran hasil ternak, pengolahan limbah, hingga riset dan pengembangan. Pendekatan ini dikembangkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi peternak sekaligus memperkuat rantai usaha peternakan.

Nusafarm menjadi unit usaha utama yang berfokus pada kegiatan peternakan, khususnya kambing dan domba. Untuk menunjang kebutuhan pakan, nusaQu mengembangkan Nusafit sebagai unit usaha penyedia pakan ternak. Adapun Nusa Kreatif diarahkan untuk memperluas akses pemasaran produk peternakan.

Di sektor lingkungan, nusaQu mengembangkan Nusawis yang berfokus pada pengolahan limbah peternakan menjadi produk pupuk yang berpotensi dimanfaatkan di sektor pertanian. Perusahaan juga memiliki Nusa Research untuk mengembangkan solusi atas berbagai persoalan peternakan, termasuk biaya pakan dan pengelolaan limbah. Selain itu, Nusadiji diperkenalkan sebagai unit bisnis baru untuk mendukung pengembangan ekosistem usaha nusaQu.

Biaya Pakan dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Nanang mengatakan, industri peternakan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kualitas dan ketersediaan bibit, tingginya biaya pakan, keterbatasan akses pasar, hingga kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten.

Menurutnya, proses pemeliharaan ternak sejak usia dini turut memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas hewan. Pola pemberian pakan, perawatan, serta kondisi pemeliharaan sebelumnya menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha peternakan.

Baca Juga :  BRI KC Tangerang Ahmad Yani Sosialisasikan Produk BRIguna kepada Komdigi Kota Tangerang

Persoalan pemasaran juga menjadi tantangan bagi peternak rakyat. Kemampuan menghasilkan ternak berkualitas belum selalu diikuti kemudahan menjangkau pasar. Melalui Nusa Kreatif, nusaQu berupaya membuka akses pemasaran yang lebih luas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.

Dari sisi produksi, perusahaan berupaya mencari alternatif pakan yang lebih ekonomis dengan memanfaatkan sejumlah bahan dari limbah industri. Pengembangan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ternak agar efisiensi biaya tidak mengabaikan aspek pertumbuhan dan kesehatan hewan.

nusaQu juga menaruh perhatian pada regenerasi peternak. Pemanfaatan teknologi digital dan pengembangan sistem pengelolaan yang lebih modern diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam industri peternakan.

Angkat Isu Limbah dan Green Kurban

Selain penguatan usaha, pengelolaan limbah dan dampak lingkungan menjadi bagian dari agenda pengembangan NusaQu. Perusahaan berupaya mendorong pemanfaatan limbah peternakan agar memiliki nilai tambah sekaligus mendukung praktik usaha yang lebih berkelanjutan.

Salah satu inisiatif yang direncanakan untuk diperkenalkan dalam NLP Expo 2026 adalah kampanye Green Kurban. Inisiatif ini diarahkan untuk meningkatkan perhatian terhadap pengelolaan lingkungan dalam kegiatan peternakan dan pelaksanaan kurban.

nusaQu juga mengusung tema “Nyata untuk Manusia, Lestari untuk Semesta” melalui kegiatan sosial dan lingkungan. Program yang disampaikan perusahaan meliputi vaksinasi gratis bagi ternak, pembagian Al-Qur’an, penanaman mangrove, serta pengolahan limbah.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, perusahaan berupaya mengintegrasikan pengembangan usaha peternakan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Hadirkan Peternakan Mini dan Forum Bisnis

Dalam NLP Expo 2026, nusaQu menyiapkan tiga pilar kegiatan, yakni Business Booth, Qut Experience, dan Business Forum.

Melalui Business Booth, pengunjung dapat mengenal model bisnis dan pengembangan ekosistem peternakan yang dijalankan perusahaan. Sementara itu, Qut Experience dirancang menghadirkan konsep peternakan mini dengan membawa sapi, kambing, dan domba ke area pameran.

Baca Juga :  BRI KC Balaraja Utamakan Pelayanan Ramah dan Informatif demi Kenyamanan Nasabah

Pengunjung direncanakan dapat melihat secara langsung aktivitas pemeliharaan ternak, mulai dari identifikasi hewan, pemberian pakan, pemantauan kondisi ternak, hingga penerapan sistem biosekuriti. Konsep ini diharapkan memberikan gambaran mengenai pengelolaan peternakan secara lebih dekat dan menyeluruh.

Adapun Business Forum akan berlangsung selama tiga hari dengan pembahasan yang mencakup keberlanjutan peternakan, kolaborasi lintas sektor, dan pengembangan pasar.

Pada hari pertama, forum akan membahas keberlanjutan industri peternakan, termasuk pengelolaan limbah dan kampanye Green Kurban. Diskusi ini direncanakan melibatkan akademisi, pelaku usaha, dan pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan peternakan.

Hari kedua akan berfokus pada kolaborasi lintas sektor. nusaQu melihat pengembangan ekosistem peternakan tidak hanya membutuhkan peran peternak, tetapi juga dukungan perbankan, lembaga sosial, dan mitra usaha lainnya.

Kolaborasi tersebut antara lain berpotensi membuka akses pasar melalui program pengadaan hewan kurban dan kemitraan dengan berbagai lembaga. Sementara itu, hari ketiga akan membahas peluang pasar ternak, khususnya hewan kurban, serta strategi memperluas jaringan pemasaran agar hasil usaha peternak dapat terserap secara optimal.

Perkuat Ekosistem Peternakan Nasional

Melalui partisipasi dalam NLP Expo 2026, nusaQu berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sekaligus memperkenalkan pendekatan pengembangan peternakan yang menghubungkan produksi, penyediaan pakan, pemasaran, riset, dan pengelolaan limbah.

Penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat membantu menjawab tantangan operasional peternak, meningkatkan efisiensi usaha, serta membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas.

Melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor,  ingin turut mendorong industri peternakan nasional agar semakin produktif, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Lihat Ekonomi & Bisnis Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Ekonomi & Bisnis
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain