Satlak Penertiban UPRS V Akbani Anwar Bersama Analisis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Provinsi DKI Jakarta Embai Suhaimi,Saat menghadiri Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Bencana.di Rusun Pesakih
Jakarta, Suararealitas.co.
Meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan rumah susun, Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas dan simulasi penanggulangan bencana pada fasilitas publik dan gedung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di area PAUD Tower 6 HK, Rusunawa Pesakih, Daan Mogot, Jakarta Barat, dengan melibatkan unsur pengelola rusun, perwakilan instansi kebencanaan, serta para ketua RT dan kepala lingkungan (Kamdu) Rusunawa Daan Mogot.
Hadir dalam kegiatan tersebut Akbani Anwar selaku Satlak Penertiban UPRS V, Gatot dari Satlak Sarpras UPRS V, Embai Suhaimi selaku Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Provinsi DKI Jakarta, serta Agus Barkah sebagai perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta.
Satlak Penertiban UPRS V, Akbani Anwar menyampaikan pihak Pengelola melaksanakan sesuai amanah Pergub 111 tahun 2014,tantang mengadakan pelatihan Penanggulangan bencana.
” Kami dari pihak Unit Pengelola Rumah Susun ( UPRS ) V Melaksanakan kegiatan Sosialisasi ini sesuai amanah Pergub 111 tahun 2014, sebagaimana tercantum pada pasal 5 prihal hak dan kewajiban dimana pada hurup F, setiap warga berhak atas penjelasan, pelatihan dan bimbingan, tentang penanggulangan bencana dan bahaya kebakaran serta evakuasi”, Ujar Akbani.
Ia menyampaikan,Sosialisasi dan simulasi ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai langkah-langkah penanggulangan bencana, khususnya di kawasan rumah susun yang memiliki banyak penghuni dan fasilitas publik dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan, mengenali potensi risiko bencana, serta mengetahui tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Pengetahuan mengenai prosedur evakuasi, koordinasi antarpihak, dan pertolongan pertama juga menjadi aspek penting dalam upaya mengurangi risiko korban kerugian.
Sementara Analisis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Provinsi DKI Jakarta Embai Suhaimi mengatakan, Dengan di adakan nya sosialisasi ini,agar Masyarakat paham dan cepat tanggap bila terjadi kebakaran,Gempa dan sebagainya.
” Semoga dengan adanya Sosialisasi ini Masyarakat lebih faham dan cepat tanggap bila terjadi Kebakaran,Gempa dan sebagainya, Masyarakat dilokasi dahulu yang memberikan perlindungan, Pertolongan,kerna bila mengandalkan petugas dikhawatirkan akan memakan waktu”, Ujar Embai Suhaimi.
Keterlibatan BPBD DKI Jakarta dan PMI Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat memperkuat pengetahuan serta keterampilan peserta dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat. Sementara itu, unsur pengelola UPRS V bersama para RT dan Kamdu memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada warga di lingkungan masing-masing.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh penghuni rusun. Karena itu, sosialisasi perlu diikuti dengan latihan berkala agar warga tidak panik dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat keadaan darurat terjadi.
Dengan adanya kegiatan ini, UPRS V diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat guna mewujudkan lingkungan Rusunawa Pesakih dan Daan Mogot yang lebih tanggap, aman, serta siap menghadapi potensi bencana.












