Jakarta, Suararealitas.co – PT Debindo Global Expo menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung dalam penyelenggaraan Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP Expo) dan INDOGRITECH Indonesia Agriculture Technology Expo pada 4–7 November 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. Kedua pameran ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi pelaku industri, petani, peternak, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan peternakan nasional.
Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, mengatakan penyelenggaraan NLP Expo dan INDOGRITECH 2026 merupakan kelanjutan dari pameran perdana yang digelar pada 2025. Pada penyelenggaraan sebelumnya, kedua pameran tersebut mencatat sekitar 7.800 pengunjung dengan partisipasi lebih dari 70 brand.
“Pada tahun lalu, NLP dan IGT berhasil menghadirkan sebanyak 7.800 pengunjung, lebih dari 70 brand, dan menggunakan area pameran seluas kurang lebih 7.000 meter persegi,” ujar Rafidi dalam konferensi pers NLP Expo dan INDOGRITECH 2026.
Berdasarkan paparan penyelenggara, pengunjung pada penyelenggaraan sebelumnya juga mencakup kalangan pengambil keputusan (decision makers) dari sektor pertanian dan peternakan. Capaian tersebut menjadi salah satu landasan bagi penyelenggara untuk mengembangkan pameran sebagai sarana pertemuan bisnis, pertukaran informasi, dan penjajakan kerja sama antarpelaku industri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Debindo Global Expo menargetkan partisipasi lebih dari 100 brand dan kehadiran lebih dari 20.000 pengunjung selama empat hari pameran.
NLP Expo berfokus pada sektor peternakan dan perunggasan, sementara INDOGRITECH mengangkat perkembangan teknologi pertanian. Keduanya dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan penyedia teknologi serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan industri pertanian dan peternakan.
Dorong Inovasi Pertanian dan Peternakan
Rafidi menjelaskan, NLP Expo dan INDOGRITECH 2026 akan menampilkan beragam inovasi dan solusi yang berkaitan dengan kebutuhan industri, mulai dari teknologi pertanian, peternakan modern, hingga biosekuriti.
Melalui pameran tersebut, penyelenggara ingin memperluas akses pelaku industri terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong kolaborasi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha.
Menurut Rafidi, pengembangan sektor pertanian dan peternakan membutuhkan dukungan berbagai pemangku kepentingan. Karena itu, penyelenggaraan pameran melibatkan asosiasi industri, pemerintah, perguruan tinggi, media, dan komunitas.
Sejumlah asosiasi yang disebut memberikan dukungan antara lain GPPU, GPMT, ASOHI, HAKTI, dan ASINTANI, serta Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pelaku industri dan pemangku kepentingan, sekaligus membuka peluang kemitraan dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Indonesia.
Hadirkan Nusantara Agri Future Summit 2026
Selain pameran produk dan teknologi, Debindo Global Expo menyiapkan Nusantara Agri Future Summit 2026 sebagai salah satu program unggulan dalam rangkaian acara.
Forum tersebut akan membahas konsep circular agriculture atau pertanian sirkular, termasuk potensi pemanfaatan lahan dan peternakan dalam mendukung sistem pertanian yang lebih terintegrasi.
Melalui forum ini, penyelenggara ingin mendorong diskusi mengenai pengembangan model pertanian yang memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien serta membuka peluang sinergi antara sektor pertanian dan peternakan.
Program lainnya adalah NusaFarm, area khusus yang didedikasikan untuk memperkenalkan konsep smart farming atau pertanian cerdas. Area ini diharapkan memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk mengenal penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian.
Debindo juga akan menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain IPB Stakeholder Forum, HAKTI Innovation Program, serta berbagai workshop bersama mitra penyelenggara.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran pengetahuan, memperluas wawasan pelaku industri, dan memperkuat hubungan antara dunia usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Libatkan Petani dan Perluas Peluang Bisnis
Untuk memperluas manfaat pameran, Debindo Global Expo juga berupaya meningkatkan keterlibatan petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) melalui fasilitasi kunjungan ke lokasi acara.
Langkah tersebut ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada petani mengenal berbagai teknologi, produk, dan solusi yang dapat mendukung kegiatan usaha pertanian. Penyelenggara juga berupaya menjangkau kelompok tani dari wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah lainnya.
Selain memperluas keterlibatan petani, penyelenggara mendorong penguatan hubungan bisnis melalui skema business-to-business (B2B) dan business-to-consumer (B2C).
Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama antara produsen, distributor, penyedia teknologi, pelaku usaha, dan konsumen, sekaligus memperluas jaringan bisnis di sektor pertanian dan peternakan.
Menjelang penyelenggaraan pameran, Debindo juga telah melaksanakan sejumlah kegiatan prapameran bersama mitra dan komunitas, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan peternakan serta pertanian perkotaan.
Dukungan dari pemerintah, asosiasi, perguruan tinggi, media, dan komunitas menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk memperluas jangkauan kegiatan serta meningkatkan partisipasi berbagai kalangan.
Melalui NLP Expo dan INDOGRITECH 2026, Debindo Global Expo berharap dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, petani, peternak, penyedia teknologi, akademisi, dan pemerintah untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan nasional.
NLP Expo dan INDOGRITECH 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4–7 November 2026 di ICE, BSD City, dengan rangkaian pameran, forum diskusi, program inovasi, dan kegiatan edukatif selama empat hari penyelenggaraan.












