KABUPATEN TANGERANG, Suararealitas.co — Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Kurnia selaku Pelaksana Tugas (PLT) Camat Kosambi, bersama AKP Kevin Hotlando selaku Kapolsek Teluknaga bergerak cepat merespons laporan aktivitas pembakaran sampah di pinggiran Jalan Raya Kosambi Timur, Kamis 22/10/2026 malam.
Aktivitas tersebut menjadi perhatian lantaran pembakaran sampah di area terbuka, khususnya di tepi jalan raya, berpotensi memicu kebakaran, mencemari udara, mengganggu kesehatan masyarakat, hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Merespons laporan tersebut, personel Polsek Teluknaga diterjunkan ke lokasi. Iptu Sudadi selaku Perwira Pengawas (Pawas), didampingi Aiptu Yosef Kusnandar turut melakukan penanganan di lapangan. Selain itu, satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengantisipasi dan menangani potensi bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas pembakaran sampah tersebut.
Kurnia selaku PLT Camat Kosambi mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi dan keluhan yang disampaikan warga. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pembakaran sebagai cara untuk membersihkan lingkungan.
“Kami menerima informasi dari warga yang mengeluhkan adanya aktivitas pembakaran sampah di pinggiran Jalan Raya Kosambi Timur. Informasi tersebut menjadi perhatian kami karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat.” ujar Kurnia.
Lebih lanjut, Kurnia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di pinggiran jalan raya maupun kawasan yang berdekatan dengan permukiman.
“Kami mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Api yang tidak terkendali dapat memicu kebakaran dan berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani. Kami berharap masyarakat lebih mengutamakan keselamatan serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.” sambungnya.
Menurut Kurnia, upaya menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan dengan cara yang tepat dan tidak menimbulkan persoalan baru. Pembakaran sampah justru dapat menghadirkan risiko yang lebih besar apabila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
“Jangan sampai keinginan untuk membersihkan lingkungan justru dilakukan dengan cara membakar sampah yang berpotensi menimbulkan kebakaran, polusi, dan gangguan kesehatan.” tegasnya.
Sementara itu, AKP Kevin Hotlando selaku Kapolsek Teluknaga mengatakan bahwa pihaknya segera merespons informasi yang diterima dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian.
“Setelah menerima informasi mengenai adanya aktivitas pembakaran sampah di pinggiran Jalan Raya Kosambi Timur, kami segera merespons dengan menerjunkan personel ke lokasi. Anggota kami, Iptu Sudadi selaku Perwira Pengawas (Pawas), didampingi Aiptu Yosef, turut melakukan penanganan di lapangan. Langkah ini merupakan bentuk respons kepolisian dalam mengantisipasi potensi bahaya serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.” ucap Kevin.
Ia juga mengingatkan bahwa pembakaran sampah di tepi jalan bukan persoalan sepele. Selain berpotensi memicu kebakaran, asap yang dihasilkan dapat mengurangi jarak pandang pengendara dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Pembakaran sampah di pinggir jalan bukan hanya berpotensi memicu kebakaran, tetapi juga dapat menghasilkan asap tebal yang mengganggu jarak pandang pengendara. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Selain itu, asap pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar lokasi. Kami meminta agar hal seperti ini tidak dianggap sebagai persoalan sepele.” ungkapnya.
AKP Kevin pun mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan bersama serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran atau membahayakan kepentingan umum.
“Kami meminta masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan orang lain. Keamanan dan keselamatan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.” tutupnya.












