KSIX Optimistis Tumbuh pada 2026, Bidik Kenaikan Pendapatan Hingga 17 Persen

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – PT Kentanix Supra Internasional Tbk (KSIX) tetap optimistis menghadapi tantangan industri properti pada 2026 meski kinerja keuangan sepanjang 2025 mengalami tekanan akibat melemahnya daya beli masyarakat dan meningkatnya persaingan di sektor perumahan.

Dalam Paparan Publik 10 Juni 2026, Direktur KSIX, Jannie Andajani, menjelaskan bahwa perseroan telah mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 8 Januari 2025. Melalui aksi korporasi tersebut, perusahaan berhasil menghimpun tambahan modal untuk mendukung pengembangan proyek-proyek unggulan, memperluas portofolio lahan di lokasi strategis, meningkatkan akses terhadap sumber pendanaan eksternal, serta memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

Jannie mengatakan, hingga akhir 2025 KSIX dan entitas anak memiliki dua segmen usaha utama, yakni real estat dan wahana air. Perseroan mengelola tujuh proyek properti aktif yang tersebar di Bogor, Cianjur, dan Cilegon, yaitu Grand Nusa Indah, Adigana at Grand Nusa Indah, Permata Nusa Indah at Situsari, Villa Bogor Indah, Gaura at Villa Bogor Indah, Taman Krakatau, dan Dia Permata Asri. Selain itu, perseroan juga mengoperasikan wahana rekreasi air Fun Park Villa Bogor Indah yang berlokasi di Bogor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kontribusi terbesar terhadap pendapatan perseroan masih berasal dari segmen real estat yang mencapai sekitar 96 persen dari total pendapatan tahun buku 2025, sedangkan segmen wahana air menyumbang sekitar 4 persen.

Sepanjang 2025, KSIX membukukan pendapatan sebesar Rp132 miliar dengan total aset mencapai Rp1,3 triliun. Perseroan mencatat laba bruto sebesar Rp81 miliar dan laba tahun berjalan sekitar Rp20 miliar yang berasal dari kedua segmen usaha tersebut.

Meski demikian, kinerja perseroan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan tercatat turun 42 persen, laba usaha turun 74 persen, dan laba tahun berjalan menyusut 69 persen.

Menurut Jannie Andajani, penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya permintaan rumah pada segmen kecil dan menengah yang merupakan pasar utama perseroan. Selain itu, kenaikan biaya konstruksi turut memberikan tekanan terhadap bisnis karena meningkatkan biaya pengembangan proyek.

Baca Juga :  BRI KC Palmerah Serahkan Dukungan Bakti Sosial Kemenpora di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Faktor lainnya adalah menurunnya jumlah konsumen yang menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) akibat melemahnya daya beli masyarakat. Perseroan juga menghadapi tingginya tingkat penolakan pengajuan kredit oleh perbankan yang mencapai sekitar 50 persen dari total pengajuan. Di samping itu, persaingan yang semakin ketat dengan pengembang lain pada segmen pasar yang sama dan lokasi yang berdekatan membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan dalam membeli rumah untuk hunian maupun investasi.

Di sisi neraca, total aset KSIX meningkat 13 persen pada 2025. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh penambahan tanah dalam pengembangan di kawasan Bogor senilai sekitar Rp22 miliar serta investasi pada entitas anak untuk perluasan aset tanah di wilayah Jonggol sebesar sekitar Rp25 miliar. Perseroan juga mencatat peningkatan aset lancar yang berasal dari dana hasil penawaran umum perdana saham.

Sementara itu, liabilitas turun 19 persen seiring berkurangnya kewajiban jangka pendek kepada pihak ketiga. Di sisi lain, ekuitas meningkat 13 persen berkat tambahan modal sebesar Rp141 miliar yang diperoleh dari aksi IPO.

Memasuki kuartal pertama 2026, perseroan membukukan pendapatan dari segmen real estat sebesar Rp10,2 miliar atau turun 73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, pendapatan dari segmen wahana air meningkat 43 persen menjadi Rp905 juta.

Secara keseluruhan, pendapatan perseroan pada kuartal pertama 2026 turun 71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jannie Andajani menyebut kondisi tersebut masih dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, pengetatan kebijakan moneter, serta ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang berdampak langsung terhadap sektor properti.

Penurunan pendapatan tersebut turut memengaruhi laba usaha dan laba bersih perseroan. Meski demikian, manajemen menegaskan akan terus mencari peluang usaha dan melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pendapatan di tengah kondisi pasar yang masih menantang.

Baca Juga :  BRI Cabang Bintaro Gelar Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77

Dari sisi keuangan, hingga kuartal pertama 2026 KSIX mencatat total aset sebesar Rp1,3 triliun. Perseroan juga membukukan penurunan liabilitas sebesar 9,4 persen akibat berkurangnya kewajiban jangka pendek kepada pihak ketiga.

Perseroan mencatat rasio lancar sebesar 8,58 kali, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio liabilitas tercatat sekitar 1,3 persen dan rasio ekuitas mencapai 99 persen. Menurut manajemen, kondisi tersebut menunjukkan bahwa KSIX masih memiliki struktur permodalan yang sehat dan kuat untuk mendukung pengembangan usaha.

Untuk menghadapi 2026, Jannie mengatakan perseroan akan mengoptimalkan proyek-proyek yang berjalan di wilayah Cileungsi, Bogor, dan Cilegon. Selain itu, perusahaan juga akan melakukan diversifikasi produk agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan preferensi konsumen.

Perseroan juga akan memperkuat pengelolaan inventori guna mempercepat perputaran aset dan mengurangi beban modal yang tertahan dalam persediaan. Langkah lainnya adalah memperketat pengawasan arus kas dan anggaran operasional untuk menjaga kesehatan modal kerja perusahaan.

Di samping itu, KSIX tengah mempersiapkan sejumlah proyek pengembangan baru untuk tiga hingga empat tahun mendatang. Perseroan tetap memprioritaskan pertumbuhan aset tidak lancar melalui pengembangan lahan di kawasan Bogor sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang.

Pada 2026, KSIX menargetkan pertumbuhan pendapatan dari segmen real estat sekitar 17 persen. Sementara itu, pendapatan dari segmen wahana air ditargetkan meningkat sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Jannie menegaskan bahwa meski industri properti masih menghadapi berbagai tantangan, perseroan tetap optimistis terhadap prospek bisnis ke depan. Dengan dukungan modal hasil IPO, strategi diversifikasi produk, penguatan pengelolaan inventori, serta pengembangan proyek baru, KSIX berharap dapat meningkatkan kinerja usaha sekaligus memperkuat posisinya di industri properti nasional.

Berita Terkait

GZCO Bukukan Laba Rp107,6 Miliar pada 2025, Naik 72 Persen
SAPX Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan di Tengah Penyesuaian Volume Pengiriman
Banten Beverage Community Kolaborasi dengan Babah Ramu JHL Hotel Episode Gading Serpong, Adakan Kompetisi Bartender Babah Ramu 2.0
Cigarnesia 2026 Sukses Digelar, 1.500 Batang Cerutu Dinikmati Pengunjung Selama Tiga Hari
NAYZ Optimistis Pasar MPASI Organik Tembus Rp10 Triliun pada 2029
Didukung Kinerja Keuangan yang Solid, IDEA Siapkan Langkah Ekspansi Baru
Pendapatan Sewa Rusunawa Rawa Buaya Naik 200 Persen, Kesadaran Warga Semakin Meningkat
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat hingga Sentuh Rp18.066

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:45 WIB

GZCO Bukukan Laba Rp107,6 Miliar pada 2025, Naik 72 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:31 WIB

SAPX Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan di Tengah Penyesuaian Volume Pengiriman

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:02 WIB

KSIX Optimistis Tumbuh pada 2026, Bidik Kenaikan Pendapatan Hingga 17 Persen

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:21 WIB

Banten Beverage Community Kolaborasi dengan Babah Ramu JHL Hotel Episode Gading Serpong, Adakan Kompetisi Bartender Babah Ramu 2.0

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:34 WIB

Cigarnesia 2026 Sukses Digelar, 1.500 Batang Cerutu Dinikmati Pengunjung Selama Tiga Hari

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

GZCO Bukukan Laba Rp107,6 Miliar pada 2025, Naik 72 Persen

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:45 WIB

TNI-Polri

Rabu, 10 Jun 2026 - 14:01 WIB