KKP Sinergi dengan DANA Cegah Sampah Bocor ke Laut

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BALI, Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengupayakan agar populasi sampah khususnya yang berbahan plastik tidak bocor ke laut. Selain mengedepankan teknologi, sinergi untuk mengkampanyekan bahaya serta pentingnya memilah sampah pun terus digencarkan ke masyarakat untuk mengurai persoalan ini sejak dari hulu.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara mengungkap dominasi populasi sampah yang mencemari laut berasal dari daratan, terutama sampah rumah tangga. Sedangkan penangangan sampah yang sudah berada di laut itu lebih sulit dilakukan dan membutuhkan biaya lebih besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari itu, keberadaan sampah di laut mengancam keberlanjutan ekosistem di dalamnya, baik yang masih utuh maupun yang sudah terurai menjadi mikroplastik. Untuk itu, menurutnya, perlu tanggung jawab semua pihak sehingga sampah-sampah yang bersumber dari daratan tidak berakhir di laut. Pihaknya sejauh ini sudah menggandeng tiga pemerintah daerah, yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Bali untuk memperkuat pengelolaan sampah di darat agar tak masuk ke laut.

“Maka strategi kita dalam mengelola sampah supaya tidak masuk ke laut itu dilakukan dengan pencegahan. Kita harus bisa mengelola sampah di daerah masing-masing. Dan sampah ini persoalan serius yang harus ditangani secara bersama,” ujar Koswara di lokasi aksi bersih pantai yang digelar KKP bersama DANA Indonesia di Pantai Petitenget, Badung, Bali, Sabtu (13/6).

Baca Juga :  BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Cegah Konflik Kepentingan

Lebih jauh Koswara menerangkan, secara nasional penanganan sampah bocor ke laut, KKP telah menginisiasi program Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah). Program ini mengusung dua strategi, yaitu pencegahan sampah masuk ke laut melalui empat titik pantau, meliputi sungai utama yang bermuara ke laut, desa pesisir termasuk Kampung Nelayan Merah Putih, pulau-pulau kecil berpenduduk, pelabuhan dan aktivitas di laut, serta strategi penanganan sampah yang sudah ada
di laut.

Aksi bersih sampah yang digelar turut melibatkan Seven Clean Seas di Pantai Petitenget itu diikuti ratusan orang mulai dari wisatawan, pelaku perhotelan, hingga para pelajar, termasuk puluhan taruna/taruni sekolah vokasi KKP. Sampah yang dikumpulkan beragam, mulai dari plastik kemasan makanan ringan, botol kaca, sampah organik, hingga puntung rokok.

“Ini bentuk komitmen kami. Sebelumnya kami sudah melakukan edukasi sampah melalui apps game yang sudah kami luncurkan, sekarang ini offlinenya melalui aksi bersih sampah berkolaborasi dengan KKP,” ujar Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap.

Baca Juga :  BRI Rangkasbitung Bersama YBM Gelar Khitanan Massal sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Pihaknya mengakui persoalan sampah dapat mempengaruhi ekonomi suatu negara, sehingga perlu kerjasama semua pihak untuk menyelesaikannya. “Kami dapat informasi bahwa pencemaran sampah ini dapat membuat penghasilan nelayan berkurang sampai 30 persen. Ini tentu akan berpengaruh juga dengan ekonomi digital,” ungkapnya.

Pandangan bahwa persoalan sampah merupakan masalah kompleks juga disampaikan oleh Founder & CEO of Seven Clean Seas Tom Peacock-Nazil. Tom yang terlibat langsung di lokasi aksi bersih sampah di Pantai Petitenget menyebut pencemaran sampah memang perlu ditangani secara bijak agar tidak menimbulkan masalah lain.

Dia mencontohkan, penanganan sampah dengan cara dibakar dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Beruntung pemerintah telah melarang praktik tersebut, namun di sisi lain terjadi penumpukan sampah-sampah yang tidak dapat didaur ulang.

“Saya sebenarnya mendukung pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) kedua. TPA itu dapat memberi kita waktu sekitar 10 tahun. Dalam waktu tersebut kita bisa membangun fasilitas waste-to-energy, menarik investasi, dan bekerja sama dengan PLN. Langkah-langkah tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya.

 

Berita Terkait

Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026
Sosialisasi Persiapan Perintis: Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari di Kabupaten Tangerang
Polisi Respons Cepat Gangguan Kamtibmas di Manggarai Selatan
KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan untuk Cegah IUU Fishing
Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar “Jaga Jakarta On The Spot” di Pelabuhan Muara Baru
Pelatihan Paham AI di Sekolah, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Edukasi Siswa tentang Etika dan Keamanan Penggunaan AI
Bhabinkamtibmas Muara Angke Sambang Satkamling Warga dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:43 WIB

Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:15 WIB

Sosialisasi Persiapan Perintis: Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari di Kabupaten Tangerang

Senin, 21 September 2026 - 14:35 WIB

Polisi Respons Cepat Gangguan Kamtibmas di Manggarai Selatan

Senin, 21 September 2026 - 14:31 WIB

KKP Dorong Perlindungan Awak Kapal Perikanan untuk Cegah IUU Fishing

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026

Berita Terbaru