Jakarta, Suararealitas.co – PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan bisnis pada 2026 melalui penguatan program pelatihan, perluasan kerja sama internasional, serta percepatan digitalisasi layanan. Perseroan menilai prospek usaha masih terbuka seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan tetap berada di kisaran 5 persen dengan tingkat inflasi yang terkendali. Hal tersebut disampaikan dalam publik expose di Jakarta, (5/6/2026).
Direktur Utama IDEA, Eko Desriyanto, mengatakan perseroan akan terus meningkatkan jumlah peserta pelatihan, memperluas jaringan kemitraan dengan pelaku industri, serta mengembangkan layanan berbasis digital guna meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan.
Menurutnya, IDEA juga memperkuat kerja sama dengan berbagai jaringan hotel, institusi pendidikan, agen perjalanan, dan mitra usaha di dalam maupun luar negeri untuk meningkatkan daya saing serta memperluas peluang bisnis di pasar internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, pelatihan, sertifikasi, penempatan kerja, dan hospitality, IDEA terus mengembangkan berbagai program unggulan guna menjawab kebutuhan industri. Saat ini perseroan telah menjalankan kegiatan pendidikan dan pelatihan di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Lampung, Surakarta, Surabaya, Makassar, dan Pekanbaru.
Direktur IDEA Yusuf Nur Fauzan mengatakan perseroan juga terus melakukan evaluasi dan kajian untuk membuka cabang baru sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang. Selain itu, perusahaan memperkuat layanan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi profesi, dan penempatan kerja yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha.
Dari sisi kinerja keuangan, IDEA membukukan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Pendapatan perseroan meningkat 13,2 persen menjadi Rp25,3 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring dengan peningkatan efisiensi operasional, perseroan juga mencatat pertumbuhan laba yang mencerminkan membaiknya kualitas kinerja usaha.
Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp2,6 miliar pada 2025, meningkat signifikan dibandingkan Rp790 juta pada 2024. Peningkatan tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan, pengelolaan biaya yang lebih efisien, serta penguatan strategi operasional perusahaan.
Posisi keuangan IDEA juga menunjukkan perbaikan. Total aset dan ekuitas meningkat, sementara liabilitas tetap terjaga pada tingkat yang sehat. Di sisi likuiditas, saldo kas dan setara kas hampir dua kali lipat menjadi Rp11,79 miliar pada akhir 2025.
Kinerja arus kas turut membaik dengan kenaikan kas dan bank bersih sebesar Rp4,8 miliar, didorong oleh peningkatan arus kas dari aktivitas operasi serta pengelolaan investasi dan pendanaan yang lebih efektif.
Sejumlah rasio keuangan juga mencatatkan peningkatan. Return on Assets (ROA) naik dari 1,12 persen menjadi 2,09 persen, Return on Equity (ROE) meningkat dari 1,36 persen menjadi 8,49 persen, sementara rasio laba terhadap pendapatan bertambah dari 3,74 persen menjadi 5,76 persen. Margin laba kotor juga meningkat dari 15,01 persen menjadi 20,14 persen.
Ke depan, perseroan akan tetap fokus menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan kualitas layanan, perluasan jaringan kemitraan, pengembangan program digital, serta penerapan manajemen keuangan dan manajemen risiko yang prudent.
Selain fokus pada pengembangan usaha, IDEA juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sepanjang 2025, antara lain donor darah, pembagian sembako, dan santunan kepada masyarakat.




































