KKP: Modeling Tambak BUBK Kebumen Kembali Panen

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebumen, Suararealitas.co – Sektor perikanan budi daya kembali menunjukkan performa impresif. Kawasan Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kebumen, Jawa Tengah, sukses mencatatkan panen lanjutan sebanyak 46 ton udang vaname.

Jumlah panen tersebut berasal dari panen parsial pada 32 petakan tambak. Panen kali ini merupakan siklus produksi ke delapan yang diharapkan menjadi pendorong tumbuhnya industri udang nasional yang modern dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, produksi terus meningkat dan kualitas udang sangat baik. Ini bukti bahwa sistem budidaya yang dijalankan sudah sesuai standar, termasuk pengelolaan lingkungan melalui IPAL,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu, dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (3/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tebe turun langsung meninjau kegiatan panen di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan pada Jumat (1/5) kemarin. Dia mengapresiasi capaian tersebut sekaligus memastikan penerapan standar Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) berjalan optimal.

Secara bertahap, produksi BUBK Kebumen menunjukkan tren positif. Dari total 139 kolam, seluruhnya saat ini beroperasi aktif. Memasuki siklus kedelapan, panen parsial telah dilakukan sebanyak tiga kali, masing-masing sebesar 12 ton, 15 ton, dan meningkat menjadi 19 ton. Secara akumulatif, total produksi sementara mencapai 46 ton dari 32 petak tambak, dengan ukuran udang berkisar size 35–40.

Baca Juga :  Dorong Percepatan Pengadaan Tanah Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (Kataraja)

Tak hanya dari sisi kuantitas, kualitas udang juga dinilai unggul dan memenuhi standar pasar, bahkan menarik minat pembeli yang datang langsung ke lokasi. Kondisi ini menjadi indikator kuat keberhasilan sistem budidaya yang efisien dan terkontrol.

Penanggung jawab teknis BUBK Kebumen, Iwan Sumantri, menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan menjadi prioritas utama dalam operasional tambak. “Sistem IPAL berjalan dengan baik. Indikatornya terlihat dari kualitas air yang tetap terjaga dan tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan. Ini menjadi komitmen kami agar budidaya tetap produktif sekaligus berkelanjutan,” jelas Iwan.

Ia menambahkan, seluruh proses mulai dari intake, tandon, hingga on-farm dan IPAL dijalankan sesuai standar operasional untuk memastikan keberlanjutan produksi dan keamanan lingkungan.

Baca Juga :  Motivasi Dandim 1206 Hipnotis Personil Kodim dan Warga Dilokasi Pra TMMD

BUBK Kebumen juga berperan sebagai pusat pembelajaran bagi pembudidaya. Kehadirannya mendorong transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Salah satu petambak lokal, Andes Wahyabremudho, mengaku merasakan manfaat langsung dari keberadaan BUBK. Selain peningkatan pengetahuan teknis, kolaborasi antarpetambak juga semakin kuat dan produktivitas usaha meningkat signifikan.

“Dengan adanya BUBK, kami bisa banyak belajar dari sisi teknis. Ilmu baru, sharing dengan tim teknis, sampai peningkatan kualitas budidaya sangat terasa. Dampak positifnya jauh lebih banyak,” ungkap Andes.

Ia menambahkan, keberadaan kawasan ini juga membuka peluang kolaborasi antarpetambak serta mendorong peningkatan hasil produksi secara berkelanjutan.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono optimis industri udang nasional akan terus tumbuh, seiring tingginya permintaan pasar global akan komiditas tersebut. Untuk itu, KKP melahirkan sejumlah program untuk peningkatan produktivitas pembudidaya, salah satunya modeling budidaya udang berbasis kawasan yang proses produksinya mengedepankan teknologi dan ramah lingkungan.

 

Berita Terkait

Wagub DKI : Jadikan Harhubnas Momentum Perkuat Keamanan dan Integrasi Transportasi
Barikade Gus Dur Desak Aparat Tegakkan Hukum atas Pembubaran Ibadah di Tangerang
Polda Metro Jaya Ungkap Clandestine Lab Tembakau Sintetis di Gambir
Polri Perkuat Tata Kelola Melalui Rekomendasi KPRP Dalam Buku Police Governance
Jelang Hari Tani Nasional, Harapan Baru Keadilan Agraria Hadir Lewat UU Pengaturan Reforma Agraria
Kualitas Udara Terdampak Karhutla, Pemerintah Tingkatkan Layanan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Bekali Personel dengan Filosofi Hukum dan Strategi Penegakan Hukum
Binrohtal bagi Tahanan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Pembinaan Mental dan Kerohanian

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:22 WIB

Wagub DKI : Jadikan Harhubnas Momentum Perkuat Keamanan dan Integrasi Transportasi

Selasa, 22 September 2026 - 21:24 WIB

Barikade Gus Dur Desak Aparat Tegakkan Hukum atas Pembubaran Ibadah di Tangerang

Selasa, 22 September 2026 - 21:18 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Clandestine Lab Tembakau Sintetis di Gambir

Selasa, 22 September 2026 - 21:17 WIB

Polri Perkuat Tata Kelola Melalui Rekomendasi KPRP Dalam Buku Police Governance

Selasa, 22 September 2026 - 20:00 WIB

Jelang Hari Tani Nasional, Harapan Baru Keadilan Agraria Hadir Lewat UU Pengaturan Reforma Agraria

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Polda Metro Jaya Ungkap Clandestine Lab Tembakau Sintetis di Gambir

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:18 WIB