Jakarta, Suararealitas.co — Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menegaskan pentingnya dukungan anggaran serta terciptanya iklim investasi yang kondusif di kawasan CIAYUMAJAKUNING guna mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Zulkifli usai menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Sedulur CIAYUMAJAKUNING se-Jabodetabek di Jakarta. Ia mengungkapkan kehadirannya dalam forum tersebut merupakan undangan langsung dari Ketua Umum DULCREB, Rokhmin Dahuri, yang telah lama memiliki hubungan baik dengannya.
“Saya diundang secara khusus untuk menghadiri acara ini karena kedekatan dengan beliau,” ujar Zulkifli kepada awak media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Zulkifli menilai program-program yang diusung dalam kegiatan tersebut memiliki dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya dalam hal dukungan anggaran yang dinilai tepat sasaran. Ia menekankan bahwa keberpihakan program terhadap kebutuhan riil masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Dukungan anggaran yang dialokasikan melalui program ini sangat baik dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat CIAYUMAJAKUNING,” tegasnya.
Lebih jauh, Zulkifli menyoroti potensi besar sektor pariwisata berbasis desa nelayan yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah pesisir. Ia menyebutkan terdapat sedikitnya 17 program pengembangan desa nelayan yang berfokus pada peningkatan kualitas infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
Menurutnya, integrasi antara sektor perikanan dan pariwisata dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Kawasan desa nelayan tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata edukatif dan budaya yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Pengembangan desa nelayan yang terintegrasi dengan sektor wisata akan memberikan nilai tambah yang besar. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya pesisir,” jelasnya.
Zulkifli juga menilai bahwa potensi tersebut membuka peluang besar bagi masuknya investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menarik investor sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat.
Ia menekankan pentingnya percepatan proses perizinan yang transparan dan efisien, serta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para investor. Menurutnya, dua faktor tersebut menjadi pertimbangan utama bagi investor sebelum menanamkan modalnya di suatu daerah.
“Mendatangkan investor itu bukan hanya soal promosi. Yang paling penting adalah bagaimana proses perizinan bisa dipercepat, serta bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan mereka dalam berinvestasi,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Zulkifli menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat. Ia optimistis, dengan sinergi yang baik, CIAYUMAJAKUNING mampu berkembang menjadi kawasan unggulan yang ramah investasi, memiliki daya saing pariwisata yang kuat, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Jika semua pihak bergerak bersama, saya yakin CIAYUMAJAKUNING akan menjadi salah satu kawasan strategis yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.




































