Dikelola Pengurus Lingkungan, Pasar Jabon Meruya Utara Jorok dan Bau

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - Pasar Jabon yang dikelola pengurus lingkungan menuai sorotan lantaran kondisinya jorok dan bau. (Foto: Suara Realitas).

POTRET - Pasar Jabon yang dikelola pengurus lingkungan menuai sorotan lantaran kondisinya jorok dan bau. (Foto: Suara Realitas).

JAKARTA, suararealitas.co – Kotor dan bau, itulah yang dirasakan pengunjung dan warga yang ada di sekitar area Pasar Jabon, di Kavling DKI 53 RW 10, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026).

Mereka mengeluhkan bau menyengat yang bersumber dari limbah pedagang yang menyebabkan saluran got tersumbat dan jalan menjadi becek.

Akibatnya, jalan mengalami kerusakan seperti berlubang, tidak rata, dan tergenang air, hingga menimbulkan bau tidak sedap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang pengunjung, Nurmi (39) mengaku kondisi pasar yang berbau, jorok dan tidak tertata rapi tersebut menyebabkan minimnya pembeli.

Baca Juga :  Prabowo Siap Jadi Mediator Iran - AS || Aceng Syamsul Hadie: Keluar Dulu dari BoP, Baru Jadi Mediator karena Netralitas Tidak Bisa Setengah Hati

“Kalau kemarau aja banyak genangan, apalagi musim penghujan, makin jorok. Saya jadi malas ke pasar, apalagi kondisinya juga terlihat kumuh,” ujarnya kepada wartawan.

Keluhan serupa juga disampaikan pengunjung lainnya. Lili menyebut kondisi itu sudah berlangsung lama tanpa penanganan yang jelas.

“Sepengetahuan saya sih sudah lama seperti ini, tapi belum ada perbaikan. Kalau terus dibiarkan, pembeli ataupun pengunjung juga bisa berkurang,” katanya.

Selain jalan rusak, sistem drainase yang kurang optimal turut memperparah kondisi. Genangan air kerap muncul setiap kali hujan, menandakan perlunya perbaikan menyeluruh, tidak hanya dibiarkan begitu saja oleh pengelola pasar dari pengurus lingkungan.

Baca Juga :  RSUD Tigaraksa, Pasien dibiarkan Antri Untuk Mati ?

Warga berharap Pemerintah Kota Jakarta Barat segera mengambil langkah konkret, mengingat pasar tradisional ini menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan infrastruktur dikhawatirkan terus menghambat aktivitas warga dan berdampak pada menurunnya daya beli di pasar.

Berita Terkait

Pemasangan Tiang Fiber Optik Diduga Ilegal di Bogor Jadi Sorotan Publik
Polisi Sidak Toko Diduga Jual Obat Keras Ilegal di Kembangan Jakbar
Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran, Penumpang CBU Berikan THR untuk Crew CBU
Api Mengamuk di Tegal Alur, Belasan Rumah dan Lapak Usaha Hangus Terbakar
Bus AKAP Masih Bandel! 19 Unit Ditindak di Jakarta Barat dalam Operasi Gabungan
Ramadan Penuh Kebersamaan, PADI Tangsel dan Ormas Bersatu Bagikan 1.447 Takjil Gratis
Proyek Galian PDAM Diduga Terbengkalai, Jalan Satu Maret Kalideres Berubah Jadi Kubangan Bau dan Biang Kemacetan
Benteng Pembatas Cluster Mega Bodas di Ngamprah Ambruk Akibat Hujan Deras, Warga Desak Tanggung Jawab Pengembang

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 23:45 WIB

Pemasangan Tiang Fiber Optik Diduga Ilegal di Bogor Jadi Sorotan Publik

Jumat, 10 April 2026 - 13:40 WIB

Dikelola Pengurus Lingkungan, Pasar Jabon Meruya Utara Jorok dan Bau

Kamis, 9 April 2026 - 12:20 WIB

Polisi Sidak Toko Diduga Jual Obat Keras Ilegal di Kembangan Jakbar

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:31 WIB

Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran, Penumpang CBU Berikan THR untuk Crew CBU

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:36 WIB

Api Mengamuk di Tegal Alur, Belasan Rumah dan Lapak Usaha Hangus Terbakar

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Pria Tipu Korban Rp.160 Juta di Muara Angke Jakut

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:01 WIB