Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTMenunggu Nyali Kasat Satriadi, Reklame Ilegal DibiarkanKomentar: 0
Berita Jakarta

Menunggu Nyali Kasat Satriadi, Reklame Ilegal Dibiarkan

Suara Realitas, 2 Maret 2026, 19:07 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
POTRET - gerai Xiaomi di Islamic Centre terpasang stiker penunggak pajak dan diduga tak kantongi izin penyelenggara reklame serta tayangan merek tetang tayang. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/Za).

JAKARTA, suararealitas.co – Kasat Pol PP Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan diuji nyalinya untuk berani membongkar kontruksi papan reklame milik retail HP Xiaomi dan gerai Erafone yang berdiri di wilayah Koja, Jakarta Utara.

Walaupun saat ini telah ditempeli “koyo merah” atau stiker belum bayar pajak, namun papan reklame itu tidak serta merta bisa lolos dari pembongkaran.

Sebelumnya, UPPRD Koja telah memasang stiker kepada wajib pajak, namun pemilik tetap menghiraukan. Hingga akhirnya reklame HP terus tayang.

Sementara itu, perwakilan Kominfotik Jakarta Utara, Ruki mengaku bahwa pihaknya segera menyampaikan informasi tersebut ke UKPD terkait.

“Siap saya sampaikan UKPD terkait,” singkatnya, Minggu (1/2/2026).

Berdasarkan investigasi suararealitas.co berikut fakta-fakta pembangunan papan reklame tersebut :

Tak Penuhi Kewajiban Perpajakan Daerah

Baca Juga :  Pemprov DKI Sambut Positif AWPI, Media Didorong Aktif Awasi Kinerja Pemerintah

Penempelan stiker yang dilakukan oleh UPPRD Koja memberikan sinyal bahwa pembangunan reklame itu tidak memenuhi kewajiban perpajakan daerah dan pajak badan usaha (PPH 25).

Tak Dapat Izin dari Pemprov DKI

Penelusuran suararealitas.co memperoleh bahwa kedua objek reklame itu diduga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan Bangunan Reklame (IMB-BR). Tidak diperolehnya IMB-BR diduga dikarenakan tidak diurus.

POTRET – papan reklame milik Erafone Islamic Centre ditempeli stiker penunggak pajak dan diduga tak kantongi izin penyelenggara reklame. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/Za).

Tantangan Buat Kasat Pol PP

Berdirinya kontruksi reklame yang ditempeli “koyo merah” hingga sampai belum adanya pemberian segel PP Line atau pembongkaran menandakan lemahnya pengawasan di tubuh Pol PP.

“Bukan lemah tapi emang ada dugaan oknum Pol PP yang sengaja membiarkan bangunan reklame itu berdiri,” ujar warga Koja, yang identitasnya minta dirahasiakan.

Baca Juga :  Terima Pimpinan KPK, Menkopolkam Sampaikan Komitmen Dukungan Pemberantasan Korupsi

Kendati demikian, Kasatpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian mengatakan, bahwa pihaknya sedang menunggu rekomendasi teknis atau permohonan penertiban atas pelanggaran tersebut.

“Bang kita menunggu permohonan penertiban atas pelanggaran tidak bayar pajak dari UPPRD,” ujar Budhy saat dikonfirmasi suararealitas.co, Senin (2/3).

Sekarang giliran Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, apakah berani menegakan pergub, apa akan ikut serta dalam barisan oknum anak buahnya.

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.

Baca tentangBerita Jakarta
Lihat Megapolitan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Megapolitan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain