Kongres Komposer Indonesia Serukan Kedaulatan Hak Cipta, Fadli Zon Siap Fasilitasi

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menyampaikan apresiasinya kepada Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) atas penyelenggaraan Kongres Nasional Komposer Seluruh Indonesia yang dinilai menjadi momentum penting untuk meredakan polemik mengenai hak royalti musik sekaligus memperkuat posisi hak eksklusif para pencipta lagu.

Dalam sambutannya pada konferensi pers yang digelar di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026), Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah mendukung upaya memperbaiki tata kelola industri musik nasional agar lebih adil bagi seluruh pihak, terutama para komposer sebagai pemilik karya.

Ia menyebut pemerintah siap menjadi fasilitator dalam menyalurkan aspirasi para komposer kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk dalam proses pembahasan regulasi di tingkat nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah tentu siap memfasilitasi berbagai aspirasi yang disampaikan para komposer. Hal ini nantinya akan kami komunikasikan dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Hukum dan HAM serta Badan Legislasi DPR, untuk memperkuat ekosistem musik yang sehat, adil, dan berkelanjutan,” ujar Fadli Zon.

Baca Juga :  Tiba di Mapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Disambut Tarian Daerah Etnis Sumut

Menurutnya, ekosistem musik yang tertata dengan baik akan mendorong pertumbuhan industri musik nasional secara lebih berkelanjutan dan memberikan ruang yang lebih besar bagi karya-karya anak bangsa untuk berkembang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum AKSI Satriyo Yudi Wahono atau yang dikenal sebagai Piyu Padi menegaskan bahwa kongres tersebut bertujuan mengembalikan mandat serta kedaulatan para pencipta lagu atas karya yang mereka hasilkan.

Ia menekankan bahwa karya musik merupakan hak privat yang melekat pada penciptanya sehingga tidak dapat diambil alih atau dibatasi secara sepihak oleh pihak lain.

“Melalui kongres ini kami ingin menegaskan kembali bahwa setiap pemanfaatan karya musik harus mendapatkan izin dari penciptanya. Ini merupakan upaya mengembalikan amanat undang-undang hak cipta ke jalur yang semestinya,” kata Piyu.

Selain itu, AKSI juga mendorong pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) khusus yang menangani penggunaan karya dalam pertunjukan musik atau konser. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut menjadi kebutuhan mendesak mengingat masih banyak pertunjukan musik yang memanfaatkan karya komposer tanpa izin yang jelas.

Baca Juga :  Investor Terus Tumbuh, PLN Jakarta Raya Siapkan Listriknya

Sementara itu, Ahmad Dhani selaku Ketua Dewan Pembina AKSI menegaskan bahwa perjuangan untuk melindungi hak komposer, khususnya dalam penyelenggaraan konser musik, akan terus dilakukan.

“Konser tidak mungkin terjadi tanpa lagu, dan lagu tidak ada tanpa penciptanya. Karena itu para pencipta harus mendapatkan hak dan izin yang layak dalam setiap pertunjukan musik,” ujarnya.

Kongres Nasional Komposer Seluruh Indonesia juga dihadiri sejumlah musisi dan komposer senior, di antaranya Indra Lesmana, Fariz RM, Lilo, dan Badai. Dalam forum tersebut, para peserta juga membacakan Piagam Resolusi Nasional Komposer Seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat perlindungan hak cipta serta menciptakan ekosistem musik nasional yang lebih adil.

Melalui resolusi tersebut diharapkan tercipta keselarasan antara pencipta lagu, pelaku industri musik, serta pemangku kepentingan lainnya, sehingga perkembangan musik Indonesia dapat berjalan dengan perlindungan hak yang jelas dan penghargaan yang layak bagi para komposer.

Berita Terkait

Benda Misterius Mirip Bom Rakitan Gegerkan Warga Tawang, Polisi Bergerak Cepat Amankan Bekas Pabrik Engsun
PWJU “Membangun Utara” Siapkan Pelatihan Jurnalistik dan Program Sosial untuk Masyarakat
Parkir CNI Ditutup, Warga Protes Harus Ada Solusi
Parkir Liar Depan RS Hermina Membandel, Warga Desak Kepala UP Parkir hingga Kasudinhub Jakbar Bertindak Tegas
Bukti Polisi Peduli Masyarakat, Polsek Teluknaga Bagikan Masker Gratis
Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok di Pelabuhan Sambil Bagikan Masker
Satpol PP Kelurahan Koja Bagikan 250 Masker Antisipasi Dampak Abu Vulkanik
GAPEMBI Jambi Soroti MBG Berbasis Sekolah: Jangan Sampai Ubah Skema, Buka Celah Kebocoran Anggaran

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:55 WIB

PWJU “Membangun Utara” Siapkan Pelatihan Jurnalistik dan Program Sosial untuk Masyarakat

Kamis, 10 September 2026 - 12:32 WIB

Parkir CNI Ditutup, Warga Protes Harus Ada Solusi

Selasa, 8 September 2026 - 12:02 WIB

Parkir Liar Depan RS Hermina Membandel, Warga Desak Kepala UP Parkir hingga Kasudinhub Jakbar Bertindak Tegas

Senin, 7 September 2026 - 12:14 WIB

Bukti Polisi Peduli Masyarakat, Polsek Teluknaga Bagikan Masker Gratis

Senin, 7 September 2026 - 12:11 WIB

Patroli Jaga Jakarta Jaga Priok di Pelabuhan Sambil Bagikan Masker

Berita Terbaru

Kabar Polisi

Kapolri: Berantas Pungli dan Premanisme demi Jaga Iklim Investasi

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:08 WIB