Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKhairul Dorong Reindustrialisasi Nasional demi Wujudkan Kemandirian Teknologi Nuklir IndonesiaKomentar: 0

Khairul Dorong Reindustrialisasi Nasional demi Wujudkan Kemandirian Teknologi Nuklir Indonesia

Suara Realitas, 14 Oktober 2025, 07:45 WIB · 3 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf

Jakarta,Suararealitas.co – Badan Kejuruan Teknik Nuklir Persatuan Insinyur Indonesia (BKTN–PII) menegaskan pentingnya reindustrialisasi nasional dan konsolidasi lintas disiplin keinsinyuran dalam mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.

Salah satu pembicara dalam acara tersebut, Khairul, yang juga menjabat sebagai Direktur Teknik PT Global Transport, Training, Trading Indonesia (GTI), menjelaskan bahwa reindustrialisasi merupakan langkah strategis untuk menyatukan potensi besar para insinyur Indonesia yang selama ini bekerja secara terpisah di berbagai bidang keahlian.

“Kita punya banyak insinyur hebat baik di bidang nuklir, kimia, fisika, mekanik, maupun sipil namun mereka masih berjalan sendiri-sendiri. Melalui forum ini, kita ingin menyatukan kekuatan tersebut agar dapat bersama-sama mendukung program pemerintah dalam membangun PLTN pertama di Indonesia,” ujar Khairul dijakarta, (13/10/2025).

Ia menegaskan, pembangunan PLTN merupakan momentum penting untuk menunjukkan kemampuan bangsa Indonesia dalam menguasai teknologi tinggi sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.

“Negara yang mampu membangun dan mengoperasikan PLTN menunjukkan penguasaan atas teknologi maju. Itu menandakan bahwa Indonesia mampu secara keilmuan, budaya teknologi, dan peradaban,” tegasnya.

Menurut Khairul, inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement serta target Net Zero Emission 2060. Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) nasional, energi nuklir telah dimasukkan sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi bersih.

“Dari sisi regulasi, landasan hukumnya sudah lengkap. Tinggal bagaimana kita berkomitmen untuk bersinergi dan bekerja sama secara nasional. Ini memang tidak mudah, tetapi dengan komunikasi dan koordinasi yang kuat, saya yakin dapat terwujud,” ujarnya.

Baca Juga :  Begini Cara Terminal Petikemas Nilam Wujudkan High Performance dan Zero Accident

Lebih lanjut, Khairul menekankan pentingnya edukasi publik untuk membangun public acceptance terhadap penggunaan energi nuklir.

“Harus ada program diseminasi dan edukasi agar masyarakat memahami bahwa nuklir aman, selamat, dan digunakan untuk tujuan damai. Edukasi ini penting supaya pemahaman tersebut merata hingga ke seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Dalam paparannya, Khairul juga menyoroti peran International Atomic Energy Agency (IAEA) yang memiliki tiga misi utama dalam memastikan penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai, yaitu:

  1. Nuclear Technology and Application, penerapan teknologi nuklir untuk kesehatan dan industri seperti radioterapi kanker dan non-destructive test di sektor migas.
  2. Safeguard and Verification, memastikan teknologi nuklir hanya digunakan untuk tujuan damai dengan pengawasan rutin dari inspektur IAEA.
  3. Safety and Security, menjamin seluruh pembangunan dan pengoperasian fasilitas nuklir memenuhi standar keselamatan internasional.

“Indonesia sudah lama menjadi anggota IAEA, dan selalu diverifikasi bahwa seluruh kegiatan nuklir kita digunakan untuk tujuan damai. Kini kita memasuki tahap baru, yaitu menerapkan teknologi ini untuk energi, dengan tetap menjunjung prinsip keselamatan dan keamanan,” terang Khairul, yang juga dikenal sebagai pakar nuklir berpengalaman di berbagai negara seperti Rusia, Tiongkok, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, hingga Afrika.

Baca Juga :  Metrodata Solution Day 2026 Dorong AI Tak Sekadar Diadopsi, tapi Hasilkan Nilai Bisnis Terukur

Sebagai bentuk kolaborasi konkret, BKTN–PII bekerja sama dengan PT Global Transport, Training, Trading Indonesia (GTI) dalam mendukung visi pemerintah membangun PLTN pertama di Tanah Air.

“Kami punya kemampuan keilmuan, pengalaman, dan jejaring internasional. Kini saatnya kemampuan itu dibagi dan dikolaborasikan untuk mengedukasi masyarakat serta membantu pemerintah mewujudkan pembangunan PLTN secara aman dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Melalui wadah Persatuan Insinyur Indonesia (PII), lanjut Khairul, diharapkan seluruh insinyur dari berbagai disiplin ilmu dapat bersinergi dan saling bekerja sama dalam mewujudkan keinginan pemerintah membangun PLTN pertama di Indonesia.

Adapun dua wilayah yang sedang dipertimbangkan sebagai lokasi pengembangan PLTN berada di Kalimantan dan Sumatera, dengan mempertimbangkan kebutuhan energi listrik yang tinggi serta kontribusinya terhadap penurunan emisi karbon nasional.

Menutup pernyataannya, Khairul menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu mencapai kemandirian teknologi nuklir di masa depan, melalui PII, diharapkan semua Insinyur dapat saling bekerjasama dalam mewujudkan keinginan pemerintah membantu PLTN pertama di Indonesia.

“Jika Indonesia berhasil membangun dan mengoperasikan PLTN, itu akan menjadi bukti bahwa bangsa ini tidak hanya mampu menguasai teknologi tinggi, tetapi juga membangun budaya ilmiah dan peradaban baru yang berorientasi pada kemajuan serta kemandirian energi nasional,” pungkasnya.

Lihat Teknologi Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Teknologi
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain