Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTJangan Cuma Bahas MBG! Warga Mbay Nagekeo Curhat ke Bupati Soal Utang Bank Pasca Gempa M 4,9Komentar: 0
Berita NTT

Jangan Cuma Bahas MBG! Warga Mbay Nagekeo Curhat ke Bupati Soal Utang Bank Pasca Gempa M 4,9

Suara Realitas, 26 Oktober 2026, 15:00 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
POTRET - Gempa bermagnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Oktober 2026. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami. Di tengah situasi tersebut, warga menyoroti kesulitan ekonomi dan berharap ada kebijakan penangguhan kredit bank serta koperasi. (Foto: Suara Realitas).

KABUPATEN NAGEKEO, suararealitas.co  – Gempa bermagnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (26/10/2026) pukul 11.53 WIB.

BMKG mencatat pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa berada pada koordinat 8,45 LS dan 121,45 BT, dengan kedalaman 13 kilometer.

BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Guncangan dirasakan hingga:

– III MMI di Bajawa dan Maumere

– II-III MMI di Ruteng

Warga Mbay Keluhkan Ekonomi Sulit

Di tengah situasi pascagempa, Yeremias Berita Tonga, warga Nila, Kelurahan Mbay 2, menyampaikan keresahan masyarakat saat ditemui di Kolikapa, Mbay 1.

Baca Juga :  Jaringan Internet Pemerintahan Kabupaten Tangerang Lumpuh Sebabkan Pelayanan Pajak Tak Beroperasi

Menurutnya, masyarakat Mbay masih dalam kondisi belum stabil dan harus tetap waspada.

Ia juga menyoroti beban ekonomi warga yang semakin berat akibat kewajiban membayar utang kepada bank dan koperasi.

“Kondisi di Mbay belum baik-baik saja. Masyarakat harus tetap waspada karena gempa bisa datang sewaktu-waktu. Di sisi lain, nasib masyarakat dihadapkan dengan kesulitan ekonomi berkepanjangan, terutama yang punya utang di perbankan,” ujarnya.

Yeremias meminta Bupati Nagekeo mempertimbangkan kebijakan penangguhan pembayaran kredit untuk sementara waktu.

“Sangat diharapkan Bupati bisa mengeluarkan kebijakan agar dalam beberapa bulan ke depan pihak perbankan dan koperasi tidak menagih kreditur. Ini bentuk keberpihakan kepada rakyat,” tegasnya.

Baca Juga :  Tim Kecamatan Leuwiliang bersama Pemdes Purasari Laksanakan Monev Bankeu 2026

Yeremias Kritik Fokus Pemerintah Daerah pada Program MBG

Yeremias juga mengkritik pemerintah daerah karena dinilai lebih menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat kunjungan Presiden.

Menurutnya, pemerintah seharusnya turut membahas kesulitan ekonomi yang dihadapi warga pascagempa.

“Sayang sekali. Saat Presiden datang, seharusnya Bupati bicara soal kesulitan ekonomi pasca gempa, bukan hanya memuji-muji kesuksesan MBG. Terkesan hanya lipstik semata,” keluhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

Baca tentangBerita NTT
Lihat Pemerintahan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Pemerintahan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain