Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTBedah Buku AI dan Kemiskinan, Walikota,Teknologi Bukan Aktor Baru.Komentar: 0
AI

Bedah Buku AI dan Kemiskinan, Walikota,Teknologi Bukan Aktor Baru.

Suara Realitas, 12 Oktober 2026, 21:19 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf

Jakarta,suararealitas.co.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, membedah buku tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan solusi penanggulangan kemiskinan di Jakarta, di Pusat Perpustakaan Jakarta dan Pusat Sastra HB Jassin, kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Menariknya, buku tersebut ditulis langsung oleh Iin Mutmainnah dan berangkat dari penelitian disertasinya mengenai pemanfaatan AI. Gagasan tersebut menyoroti bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah memahami persoalan kemiskinan dan merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Dalam diskusi tersebut, Iin menegaskan bahwa AI bukanlah aktor baru dalam kolaborasi, melainkan teman yang membantu proses perumusan kebijakan, verifikasi, pemetaan, hingga pencarian data secara lebih mendalam.

Menurut Iin, pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan melalui dukungan data yang lebih akurat dan komprehensif.

“AI bukan aktor baru dalam kolaborasi, melainkan teman yang membantu kita merumuskan, memverifikasi, memetakan, hingga mencari data yang lebih mendalam sehingga kemiskinan bisa ditanggulangi,” ujar Iin.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Resmikan Pembangunan JPO JIS–Ancol

Pemanfaatan teknologi ini dinilai penting di tengah kompleksitas persoalan kemiskinan perkotaan yang membutuhkan pendekatan lintas sektor. Data yang akurat menjadi salah satu faktor penting agar program pemerintah dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Meski demikian, penerapan AI dalam kebijakan publik juga membutuhkan tata kelola yang baik, validasi data, serta pengawasan agar keputusan yang dihasilkan tetap akurat dan tidak merugikan masyarakat rentan.

Diskusi bedah buku tersebut dipandu Kepala Subbidang Pemuda dan Olahraga, Bidang Kesejahteraan Rakyat Bappeda DKI Jakarta, Endiq Yogana.
Sejumlah pembahas turut hadir, yakni Direktur Program Profesi Kepamongprajaan IPDN, Prof. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si.; dosen sekaligus peneliti Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Dr. Olih Solihin, S.Sos., M.I.Kom.; serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Dr. Ballian Siregar, S.Sos., M.Si.

Kehadiran para akademisi dan peneliti tersebut memperkaya pembahasan mengenai pemanfaatan AI, baik dari perspektif pemerintahan, penelitian, maupun komunikasi.
Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai peluang penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung perumusan kebijakan pembangunan, termasuk upaya mengatasi kemiskinan di Ibu Kota.

Baca Juga :  Perluas Akses Pendidikan Masyarakat, Pemprov DKI Gratiskan 103 Sekolah Swasta 

Teknologi Harus Berujung pada Solusi Nyata
Pemanfaatan AI dalam penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan sistem. Pemerintah tetap membutuhkan data lapangan yang valid, koordinasi antarinstansi, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program.

Teknologi dapat membantu mengidentifikasi pola dan memetakan persoalan, tetapi keberhasilan penanggulangan kemiskinan tetap bergantung pada kebijakan yang tepat, pelaksanaan yang konsisten, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui bedah buku tersebut, gagasan pemanfaatan AI diharapkan dapat menjadi bahan pemikiran bagi pemerintah dan kalangan akademisi untuk memperkuat strategi penanganan kemiskinan di Jakarta.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana gagasan yang berangkat dari penelitian disertasi itu dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang terukur, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca tentangAI
Lihat Megapolitan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Megapolitan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain