JAKARTA, Suararealitas.co – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) bersama International Youth Connection (IYC) resmi membuka rangkaian Seminar Kepemudaan di Jakarta, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini berfokus pada penguatan kolaborasi, inovasi, dan karakter generasi muda untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Presiden IYC, Bahal Siregar, M.Sci., mengatakan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 perlu dimanfaatkan untuk memperkuat peran pemuda dari berbagai daerah dalam pembangunan bangsa.
“Kita akan menyambut yang namanya Generasi Emas 2045. Pilihannya adalah mau menjadi orang yang biasa saja atau luar biasa,” ujar Bahal dalam sambutannya.
Tiga Pilar Utama Karakter Pemuda
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemberdayaan Kemenpora, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., yang hadir mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga, memaparkan pentingnya pembangunan karakter pemuda melalui tiga unsur utama, yakni kesehatan fisik, kapasitas intelektual, dan ketahanan jiwa.
Kemenpora juga menekankan tiga karakter inti yang perlu dimiliki generasi muda Indonesia, yaitu patriotik, gigih, dan empati. Ketiga nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman Indonesia yang terdiri atas sekitar 17.000 pulau.
“Patriotik inilah yang menjaga kesatuan bangsa, pertahanan, bela negara, nasionalisme, cinta tanah air, dan Pancasila,” ujar Hendro.
Penyederhanaan Regulasi Kepemudaan dan Olahraga
Selain penguatan karakter, pemerintah juga mendorong terciptanya ekosistem kepemudaan dan keolahragaan yang lebih adaptif melalui penerbitan Omnibus Permenpora. Kebijakan ini diarahkan untuk menyederhanakan regulasi dan birokrasi melalui empat peraturan utama yang mencakup pelayanan kepemudaan, kebudayaan olahraga, prestasi olahraga, serta industri olahraga.
Penyederhanaan regulasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi, baik di sektor digital, kewirausahaan, maupun teknologi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen kepemudaan, seminar ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam menjawab tantangan pembangunan sekaligus mendukung pencapaian SDGs secara berkelanjutan.












