APPI: Perusahaan Pembiayaan Sahabat Masyarakat, Bukan Musuh, dalam Menggerakkan Ekonomi

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar forum Flagship Bidang PVML; National Forum of Financing Services and Microfinance 2025, Selasa (12/8/2025) di kawasan Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan. Forum ini menjadi ajang pertama berskala nasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan guna membahas beragam tema terkait pembiayaan, pembiayaan mikro (microfinance), serta isu-isu strategis lainnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan mendalami, mengkaji, merumuskan, serta meningkatkan komitmen para pelaku dan lembaga jasa keuangan dalam memperkuat kontribusi sektor pembiayaan terhadap perekonomian nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ingin bersinergi untuk memperkuat pengembangan sumbangsih jasa pembiayaan secara menyeluruh, dan lembaga keuangan mikro secara spesifik, bagi pembangunan ekonomi,” kata Mahendra.

Ia menambahkan, forum ini juga menjadi sarana pertemuan, diskusi, dan deliberasi mendalam antara seluruh pemangku kepentingan di sektor pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, lembaga sui generis, serta institusi keuangan lainnya.

Baca Juga :  Bahas Penyelesaian Permasalahan Tanah Dalam Kawasan Hutan Bersama Tim Pansus DPR RI

Mahendra menilai, kinerja sektor jasa keuangan dan pembiayaan di Indonesia terus meningkat dan semakin dibutuhkan. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai inovasi, kreativitas, dan terobosan dalam produk pembiayaan serta layanan keuangan.

“Namun, perkembangan ini juga menimbulkan risiko dan kompleksitas yang harus kita mitigasi dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiranto menegaskan peran penting perusahaan pembiayaan dalam mendukung perekonomian, khususnya melalui pembiayaan produktif. Saat ini, jumlah debitur aktif perusahaan pembiayaan telah mencapai lebih dari 25 juta orang.

Menurut Suwandi, sebagian pembiayaan yang dilakukan bersifat refinancing atau daur ulang, seperti memanfaatkan BPKB kendaraan sebagai agunan. Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan pembiayaan untuk tujuan produktif, bukan konsumtif.

“Mulailah dari yang sederhana. Kalau mau mewah, kerja dulu. Jadikan BPKB sebagai modal usaha misalnya bisnis susu, tikar, atau membuka sekolah kecil di rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Paspor Merah Putih Ditunda, Imigrasi Fokus Peningkatan Layanan

Suwandi menjelaskan, perusahaan pembiayaan menawarkan beragam skema, baik berbasis syariah maupun non-syariah, seperti murabahah, mudarabah, wakalah bil ujrah, hingga ijarah muntahiyah bit tamlik. Pilihan ini memungkinkan masyarakat menyesuaikan pembiayaan dengan prinsip yang mereka anut.

Ia menekankan bahwa perusahaan pembiayaan memiliki jaringan cabang yang luas dan dekat dengan masyarakat, sehingga memudahkan akses. Apabila debitur mengalami kesulitan, ia mendorong untuk segera berkomunikasi agar solusi dapat ditemukan.

“Kalau produktif pasti bisa bayar. Misalnya cicilan awal Rp500 ribu, mau diturunkan jadi Rp300 ribu, selama usaha tetap berjalan dan ada jaminan, kami bisa cari solusi,” jelasnya.

Suwandi menutup dengan pesan bahwa perusahaan pembiayaan seharusnya dilihat sebagai mitra, bukan lawan.

Berita Terkait

KKP dan Komisi IV DPR Pastikan Akses Pupuk Subsidi untuk Pembudi Daya Tradisional
Ristadi Dorong Reformasi Total SJSN, Serikat Buruh Siapkan Strategi Politik
KKP Mulai Lakukan Survei Pembangunan KNMP di Wilayah Indonesia Timur
IJRS Dorong Pembenahan Mekanisme Perintah Perlindungan dan Restitusi bagi Korban Kekerasan
Tinjau Huntap di Aceh Utara, Wamenko Polkam : Negara Hadir Bantu Rakyat Aceh terdampak Bencana
Wabup Intan Saat Menghadiri Peringatan Hari Penduli Sampah Nasional (HPSN) di Aula PT. Paragon Technology and Inovation
Prof Asep: Pendidikan Fondasi Bangsa, Bukan Sekadar Komoditas Pembangunan
Media Gathering UICI 2026 Tegaskan Komitmen Kampus Digital dengan Konsep Kuliah Fleksibel dan Kredibel

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:03 WIB

KKP dan Komisi IV DPR Pastikan Akses Pupuk Subsidi untuk Pembudi Daya Tradisional

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:57 WIB

Ristadi Dorong Reformasi Total SJSN, Serikat Buruh Siapkan Strategi Politik

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:48 WIB

KKP Mulai Lakukan Survei Pembangunan KNMP di Wilayah Indonesia Timur

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:55 WIB

IJRS Dorong Pembenahan Mekanisme Perintah Perlindungan dan Restitusi bagi Korban Kekerasan

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:01 WIB

Tinjau Huntap di Aceh Utara, Wamenko Polkam : Negara Hadir Bantu Rakyat Aceh terdampak Bencana

Berita Terbaru

TNI-Polri

Program Ketahanan Pangan, Kodim 1710/Mimika Panen Padi Perdana

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:28 WIB