Kenang Kudatuli, Ribka Tjiptaning Cerita Orde Baru Era Megawati: Lebih Baik Mati Berdiri

- Jurnalis

Minggu, 27 Juli 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET: Ketua DPP PDIP, Ribka Tjiptaning saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor pusat DPP PDIP, Jakarta Pusat. (Foto: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat).

POTRET: Ketua DPP PDIP, Ribka Tjiptaning saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantor pusat DPP PDIP, Jakarta Pusat. (Foto: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat).

JAKARTA, suararealitas.co – Ketua DPP PDI-P Ribka Tjiptaning menegaskan bahwa kemenangan Megawati Soekarnoputri dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PDI di Surabaya pada 2–6 Desember 1993 lalu merupakan buah dari dukungan rakyat.

“Megawati? Dia hanya didukung rakyat dan dia menang karena rakyat,” kata Ribka di hadapan peserta peringatan 29 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal dengan Kudatuli, di Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Antara, Minggu (27/7/2025).

Ribka menuturkan, bahwa kemenangan Megawati kala itu membuat pemerintah Orde Baru panik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemenangan tersebut tak diakui, dan segala bentuk dukungan terhadap Megawati dilarang. Bahkan, pemerintah mendorong dilaksanakannya kongres tandingan di Medan,” tuturnya.

Baca Juga :  Dewan PAN Baiquni Sebut Maesyal Rasyied Pasangan Komplit.

Pada masa itu, sambung Ribka, hanya ada tiga partai politik. Meski tampak demokratis, hasil dari pemilu selalu dapat ditebak. Ia pun menyebut sistem politik saat itu penuh dengan rekayasa.

Selain itu, Ribka juga mengungkapkan bahwa sikap politiknya di masa Orde Baru berdampak langsung pada kehidupan pribadinya.

Bahkan, klinik miliknya ditutup oleh pemerintah. Namun, ia menegaskan tidak pernah menyesali pilihan itu.

“Buat saya, lebih baik mati berdiri di depan lawan, daripada harus berlutut di hadapannya,” ujarnya.

Sementara itu, mantan anggota DPR dan pelaku sejarah Kudatuli, Jacobus Mayong, berharap peringatan 27 Juli tak hanya menjadi sebatas seremoni belaka.

Baca Juga :  Bantah Stigma Gotham City, Umar Abdul Aziz Sebut Jakarta Barat Terus Berbenah

“Saya berharap apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar seremoni, tapi benar-benar dimaknai sebagai bentuk perjuangan yang seharusnya,” kata Mayong.

Kendati demikian, sejarawan Hilmar Farid menilai peristiwa Kudatuli menjadi bukti nyata bahwa kekuasaan Orde Baru takut terhadap kekuatan rakyat yang terorganisir, salah satunya melalui kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.

“Peristiwa ini harus hidup sebagai inspirasi, terutama bagi generasi baru yang bergabung dengan PDI Perjuangan. Caranya? Dengarkan para pelaku sejarah itu sendiri,” ujar Hilmar.

Berita Terkait

PIKI Soroti Intimidasi Jemaat GKPI Rajeg: Minta Maaf Tak Cukup, Hukum Harus Tegak
Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi
Polemik Kepala Bapenda DKI Rangkap Komisaris Utama Jakpro, Pengamat Sebut Lukai Hati Masyarakat yang Sulit Cari Pekerjaan
APBD Perubahan Tanggamus Defisit Rp101,3 Miliar, Anggaran 2027 Diproyeksikan Rp1,74 Triliun
Puan Pimpin Paripurna, DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia
9.205 Aduan Membanjiri DPR dalam Setahun, Puan Maharani: Kritik Bukan Jarak dengan Rakyat
Pembangunan RTH Sunter Jaya Disorot Warga: Pengamanan, Batas Lahan hingga Akses Jalan Dipertanyakan
Mahasiswa Soroti Korupsi dan Konsentrasi Kekuasaan di Era Prabowo-Gibran

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:54 WIB

PIKI Soroti Intimidasi Jemaat GKPI Rajeg: Minta Maaf Tak Cukup, Hukum Harus Tegak

Jumat, 4 September 2026 - 21:40 WIB

Konflik Agraria Tak Kunjung Tuntas, RUU Reforma Agraria Didorong Jadi Solusi

Jumat, 4 September 2026 - 12:02 WIB

Polemik Kepala Bapenda DKI Rangkap Komisaris Utama Jakpro, Pengamat Sebut Lukai Hati Masyarakat yang Sulit Cari Pekerjaan

Rabu, 2 September 2026 - 22:28 WIB

APBD Perubahan Tanggamus Defisit Rp101,3 Miliar, Anggaran 2027 Diproyeksikan Rp1,74 Triliun

Selasa, 1 September 2026 - 23:24 WIB

Puan Pimpin Paripurna, DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia

Berita Terbaru