Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKeganjilan Polemik Rekrutmen PPSU di Tugu Selatan, KOMJU Desak Wali Kota Jakut Turun TanganKomentar: 0
Berita Jakarta

Keganjilan Polemik Rekrutmen PPSU di Tugu Selatan, KOMJU Desak Wali Kota Jakut Turun Tangan

Suara Realitas, 15 Juli 2025, 01:31 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
ILUSTRASI: rekrutmen PPSU di Kelurahan Tugu Selatan, Jakarta Utara tuai polemik. (Foto: Dok.X@komik_jakarta/Ist).

JAKARTA, suararealitas.co – Proses perekrutan calon petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mendapat sorotan dari Komite Masyarakat Jakarta Utara (KOMJU) akibat dugaan praktik yang tidak transparan dan merugikan peserta.

Menurut Franky, bahwa ada beberapa keganjilan terkait dengan proses rekrutmen PPSU yang di jalankan di tingkat kelurahan tersebut.

Pasalnya, peserta yang mengikuti rekruitmen PPSU ternyata tidak semua mengikuti tahapan sesuai jadwal yang sudah di tentukan. Hal ini terjadi dimulai dari tahapan proses administrasi, praktek hingga wawancara.

Saat proses administrasi dan praktek, semua peserta diberikan kabar, tetapi pada saat proses tahapan wawancara sebanyak 50 peserta itu di lakukan pada hari Senin, 14 Juli 2025.

Padahal sebelumnya sudah ada pengumuman, bahwa hasil pelaksanaan monev PPSU Kelurahan Tugu Selatan hasilnya akan diumumkan di hari yang sama.

Baca Juga :  Pramono Anung Puji Pengelolaan Sampah RW 07 Joglo, Jadi Contoh untuk Jakarta

Akan tetapi, setelah adanya keberatan dari Franky Iriawan lantaran masih ada yang belum mengikuti proses tahapan wawancara, akhirnya proses itu dilaksanakan susulan.

Franky menilai, ada dugaan bahwa untuk wawancara sebanyak 50 peserta tersebut hanya sebatas mengugurkan kewajiban.

“Itu hanya sebatas mengugurkan kewajiban saja, karena sebelumnya sebanyak 50 orang peserta tersebut tidak di panggil setelah ada pengumuman hasil monev yang akan di umumkan pada hari Senin nya,” kata Ketum KOMJU, Franky Iriawan dalam keterangan tertulisnya kepada suararealitas.co.

Franky menegaskan bahwa kebijakan rekrutmen PPSU adalah solusi untuk mengurangi pengangguran warga Jakarta.

Oleh karenanya, kebijakan perekrutan PPSU di Kelurahan harus transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Top Team Workshop, Gubernur DKI Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif

“Kasus ini mencederai kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang menginginkan warga Jakarta memiliki kesempatan kerja yang sama tanpa ada unsur KKN,” sebutnya.

Sontak, Franky pun mendesak Lurah Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama Sekretaris Kelurahan Tugu Selatan sebagai Ketua Pelaksana Rekrutmen PPSU Kelurahan Tugu Selatan.

“Kami juga mendesak Walikota Jakarta Utara, Hendra Hidayat untuk turun tangan mengawasi bawahannya dalam proses rekrutmen PPSU agar lebih ketat dan transparan. Hal ini penting untuk mencegah dugaan kecurangan dan permainan di internal kelurahan,” pungkasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Baca tentangBerita Jakarta
Lihat Megapolitan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Megapolitan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain