Anak Guru Terlempar, Data Kebobrokan Bakal Diobral ?

- Jurnalis

Rabu, 2 Juli 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA TANGERANG, Suararealitas.co – Di sebuah ruang guru di salah satu SMA Negeri di Kota Tangerang, seorang pendidik duduk termenung. Ia baru saja menerima kabar bahwa anaknya yang mendaftar lewat jalur resmi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tidak lolos alias terlempar

“Lucu ya. Saya setiap hari mendidik anak orang lain, tapi ketika anak saya sendiri ingin sekolah negeri, justru ditolak sistem,” katanya lirih.

Ia bukan satu-satunya. Tahun ini, cukup banyak anak dari kalangan guru, aktivis LSM, wartawan, hingga aparat penegak hukum (APH) yang gagal masuk lewat SPMB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan karena tak memenuhi syarat, tapi karena sistem yang kaku dan serba digital itu tak membuka ruang bagi nilai sosial dan pengabdian.

Sebagian guru mulai kecewa, bukan hanya sebagai orangtua, tapi sebagai bagian dari sistem yang selama ini mereka jaga.

Tak sedikit di antara mereka menyimpan dokumen, catatan, dan pertanyaan termasuk soal dugaan penyimpangan anggaran pendidikan. Dan kini, mereka mulai mempertimbangkan untuk bersuara.

Baca Juga :  SAMSAT Cikokol Gelar Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah Serta Opsen PKB dan BBNKB

Hilman Santosa, pemerhati tata kelola publik dan penggerak Poros Tangerang Solid, melihat ini sebagai persoalan serius.

“Yang kecewa bukan orang luar. Ini guru, aktivis, jurnalis, penegak hukum. Mereka punya jaringan, akses, dan pengetahuan. Kalau mereka bersatu, itu bisa menjadi bentuk perlawanan sosial yang tidak bisa dibungkam,” ujar Hilman kepada wartawan.

Hilman menilai, kekakuan sistem SPMB di era kepemimpinan Andra Soni pendidikan dibanten mulai kehilangan rasa. Jika para pengabdi pendidikan sendiri sudah tidak merasa dihargai, maka yang rusak bukan hanya keadilan, tapi juga legitimasi negara.

“Kalau anak guru saja tak diberi tempat, maka jangan heran jika ke depan tak ada lagi yang mau bertahan jadi guru,” sindirnya.

Sementara itu, Harsono Tunggal Putra, pengamat kebijakan publik, memilih melihat persoalan ini dari sisi yang lebih struktural.

Baca Juga :  Ketua PWI Kota Tangsel Apresiasi Polri Soal Penangkapan Wartawan Gadungan

“Kita tidak bisa hanya menyalahkan panitia atau sekolah. Ini masalah dari hulu sampai hilir,” kata Harsono.

Menurutnya, kebijakan pendidikan selama ini terlalu teknokratis dan tidak kontekstual.

Menurut dia banyak keputusan dibuat dari meja rapat, bukan dari ruang kelas. Sistem berjalan berdasarkan angka dan algoritma, tapi lupa bahwa pendidikan menyangkut harapan, rasa, dan pengabdian.

“Anggaran pendidikan disusun tanpa analisa kebutuhan yang mendalam. Proses seleksi terlalu administratif. Dan di lapangan, guru dibiarkan berjibaku sendiri. Wajar kalau akhirnya mereka merasa ditinggalkan,” jelasnya.

Harsono menegaskan, krisis kepala sekolah yang mulai dikhawatirkan hari ini hanyalah permukaan dari masalah yang lebih besar menurut dia adalah krisis kepercayaan terhadap arah pendidikan yang dikelola pemerintah provinsi Banten.

“Kalau hari ini para guru kecewa sebagai orangtua, maka esok mereka bisa kecewa sebagai pendidik. Dan kalau itu terjadi, sistem kita akan benar-benar runtuh,” pungkasnya.

Berita Terkait

Gagalkan Penyelundupan Lebih dari Rp14 Triliun, Menko Polkam Apresiasi TNI AL
Satgas TMMD Tuntaskan Pemasangan Pintu MCK Umum di Kampung Keakwa
Tim Patroli Pengintaian Koops TNI Habema Berhasil Mengamankan Senjata Api Campuran di Distrik Wame
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, Asep Saefudin, Staf PPAT Kecamatan Mauk Berpulang
Polisi Ringkus Dua Residivis Begal Bersenjata Tajam
Kebakaran Hebat Landa 4 Bangunan Di Kompleks Pergudangan Miami Blok B1
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1710/Mimika Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Lem Aibon kepada Pelajar
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 1.000 Butir Ekstasi dan 115 Gram Sabu di Jakut

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:52 WIB

Gagalkan Penyelundupan Lebih dari Rp14 Triliun, Menko Polkam Apresiasi TNI AL

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:06 WIB

Satgas TMMD Tuntaskan Pemasangan Pintu MCK Umum di Kampung Keakwa

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:03 WIB

Tim Patroli Pengintaian Koops TNI Habema Berhasil Mengamankan Senjata Api Campuran di Distrik Wame

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:50 WIB

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, Asep Saefudin, Staf PPAT Kecamatan Mauk Berpulang

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:59 WIB

Polisi Ringkus Dua Residivis Begal Bersenjata Tajam

Berita Terbaru