Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Breaking News
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTLSMP Kritik Keputusan KLH dalam Penutupan TPA JatiwaringinKomentar: 0
Beriita Tangerang

LSMP Kritik Keputusan KLH dalam Penutupan TPA Jatiwaringin

Suara Realitas, 18 Mei 2025, 18:51 WIB · 2 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
Ketua Lingkar Study Mahasiswa - Pemuda, Mohamad Eddy Sopyan. (Foto: suararealitas.co).Foto: Dokumentasi Suara Realitas

KABUPATEN TANGERANG, suararealitas.co – Lingkar Study Mahasiswa – Pemuda menyoroti perihal ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang terletak di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Pasalnya, penutupan yang dilakukan karena TPA dengan seluas 31 hektare itu menimbulkan kerusakan lingkungan yang sangat parah.

Langkah yang diambil oleh KLH menimbulkan pro dan kontra atas kejadian yang telah terjadi, dan masyarakat Kabupaten Tangerang banyak yang menolak atas tindakan tersebut.

Ketua Lingkar Study Mahasiswa – Pemuda, Mohamad Eddy Sopyan mengatakan, bahwa penutupan TPA ini bukan sebuah solusi yang harus dilakukan, yang ada dengan penutupan tersebut akan memperparah permasalahan dalam konteks sampah.

“Kerusakan yang sangat parah dan bertumpuknya sampah di TPA Jatiwaringin bukan hanya dari Kabupaten Tangerang saja, akan tetapi sampah tersebut berasal dari Kota Tangerang Selatan juga, seharusnya hal ini bisa diberikan sangsi kepada Kota Tangerang Selatan karena membuang sampah di Kabupaten Tangerang,” ujar Eddy kepada suararealitas.co, Minggu (18/5/2025).

Baca Juga :  Rayakan Sukacita Natal, PT. Peak Solution International Bagikan Bingkisan Tali Kasih Kepada Warga Sekitar

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya dalam mengatasi sampah yang menjadi problematika dan semakin menumpuk, sehingga menimbulkan kerusakan pada lingkungan.

Bahkan, Bupati Tangerang dengan 100 hari kerjanya terus berupaya semaksimal mungkin.

“Kita harus mendukung Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terus berupaya dalam mengatasi sampah di Kabupaten Tangerang, jika TPA Jatiwaringin ditutup, maka masyarakat Kabupaten Tangerang harus buang sampah kemana, jangan sampai sampah tersebut nantinya berserakan di jalan yang ada di Kabupaten Tangerang,” tegas Eddy.

Eddy mengaku, bahwa langkah KLH justru tidak solutif dalam mengatasi sampah tanpa melihat alasan yang kongkrit.

Baca Juga :  Hasil Sinergi Yonif 743/Psy Dan Basarnas, Potongan Kaki Korban Bencana Alam Ditemukan

“Kenapa sampah di TPA Jatiwaringin terus bertumpuk dengan jumlah yang besar, seharusnya KLH memberikan sangksi kepada daerah yang membuang sampah di TPA Jatiwaringin tanpa izin,” cetus Eddy.

“Seharusnya KLH dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang berupaya dan bersinergi dalam pengelolaan sampah, sehingga sampah yang bertumpuk setiap harinya tidak menyebabkan kerusakan lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat,” sambungnya.

Dia pun menambahkan, bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus saling bersinambungan dan bekerjasama.

“Sampah yang ada di Kabupaten Tangerang ialah tugas dari semuanya, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan juga masyarakat dalam mengatasi serta pengelolaan sampah yang terus bertambah, dan hal ini harus adanya sinergi satu sama lain,” tutup Eddy.

Baca tentangBeriita Tangerang
Lihat Regional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Regional
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain