Penertiban Bangli di Sepanjang Jalan Raya Bojongrenged-Kosambi Bisa Jadi Jalan Alternatif, Ini Penjelasan Camat Dadang

- Jurnalis

Sabtu, 8 Oktober 2022 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Penertiban Bangli di Sepanjang Jalan Raya Bojongrenged-Kosambi Bisa Jadi Jalan Alternatif, Ini Penjelasan Camat Dadang
Kabupaten Tangerang – Camat Kosambi Dadang Sudrajat bersama Satpol PP dan jajarannya melakukan penertiban bantaran kali mulai dari wilayah Desa Rawa Rengas hingga wilayah Kelurahan Kosambi Barat Ujung Bedeman, tepatnya di Jalan Raya Bojongrenged-Kosambi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Sabtu (08/10/2022).
Dalam penertiban yang di lakukanya tersebut, menurut Camat Kosambi Dadang Sudrajat yang didampingi Kades Jatimulya Poniman mengatakan bahwa sebelumnya penertiban tersebut dimulai dari wilayah Desa Rawa Rengas, Rawa Burung, serta Belimbing. Sementara itu penertiban saat ini berada di wilayah Desa Jatimulya dan Cengklong.
Dadang katakan, sebelumnya penertiban yang dilakukan hanya manual dan tidak menggunakan alat berat. Namun kali ini menggunakan ekskavator untuk menaikkan bekas bongkahan bangli yang masih ada dipingir kali serta mengeruk sampah dan lumpur kali yang mulai menumpuk, dan langsung dinaikan ke mobil sampah yang sudah disediakan untuk dibawa ke tempat pembuangan, agar tidak menjadi tumpukan sampah di pinggir jalan kali tersebut. 
“Penertiban Bangli ini tentunya 
bertujuan untuk mengurangi kemacetan serta agar tidak terlihat kumuh. Sebab adanya Bangli dapat membuat penyempitan jalan,” imbuhnya.
Dapat dilihat, ungkap Dadang, setelah Bangli di bersihkan saat ini, jalan pun sudah terlihat lebar dan tidak menyempit. Kedepannya tinggal perapihan dan penataannya saja, seperti melakukan penanaman pohon (penghijauan) di sepanjang jalan tersebut. 
“Yang membuat penyempitan jalan dan terlihat kumuh tersebut adalah adanya bangunan liar (Bangli) yang ada di sepanjang jalan pinggir kali di Jalan Raya Bojongrenged-Kosambi, kegiatan ini sampai selesai hingga akhir bulan Oktober kedepan,” jelasnya kepada wartawan saat dilokasi kegiatan tersebut. 
Masih kata Dadang, jika Bangli sudah di rapihkan, paling tidak ini bisa menjadi salah satu opsi jalan alternatif. Karena, pada bulan akhir Oktober nanti bakal ada pekerjaan pengecoran jalan raya Dadap Perancis. 
“Kalau Bangli sudah di rapihkan, paling tidak bahu jalan tidak termakan oleh Bangli tersebut. Sehingga kedepannya, ini dapat menjadi opsi dan solusi jalan lingkar dan alternatif kawasan industri yang ada di Dadap Perancis,” jelasnya.
Lanjut dikatakannya, khususnya mobil-mobil yang bisa melintas dilokasi pinggir kali sepanjang jalan Raya Bojongrenged-Kosambi, mulai dari Kosambi Barat, Kosambi Timur, Cengklong, Jatimulya, Belimbing, Rawa Burung, dan Rawa Rengas serta menuju Jalan Parimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta. 
“Saya berharap kepada para warga untuk tidak mendirikan bangunan lagi di sepanjang jalan ini dan tidak membuang sampah di sembarang tempat, dan di kali agar tidak mengganggu fasilitas umum lagi,” tukasnya.
Selain itu, menurut keterangan Kades Jatimulya Poniman mengatakan, penertiban yang dilakukan pada saat ini hasil kerja sama semua pihak, baik pemerintahan desa, kecamatan serta masyarakat. 
“Penertiban yang dilakukan ini, atas kerjasama dari semua pihak, yang memiliki tujuan untuk menata kembali sebagaimana fungsinya,” kata Lurah Opon sapaan akrabnya saat di wawacarai wartawan dilokasi tersebut. 
Dikatakannya, jika Bangli ini tidak dibersihkan, membuat kekhawatiran warga juga karena musim penghujan sudah mulai datang, karena banyaknya sampah-sampah yang menyangkut di bawah bangunan yang ada di pinggir kali. 
“Musim penghujan sudah mulai datang, sementara sampah-sampah banyak dikali, jika tidak di rapihkan maka akan menjadi kekhawatiran juga,” paparnya.
Ia pun berharap dengan adanya penertiban Bangli ini, kedepannya tidak ada lagi bangunan-bangunan yang timbul lagi.
“Saya berharap agar tidak muncul bangunan dipinggir kali lagi, dan saya menghimbau juga kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan terlebih jangan membuang sampah ke kali,” tukasnya.*(Sur/SR) 
Baca Juga :  Musrenbang Kecamatan Kresek Prioritaskan Pengembangan SDM dan Ekonomi
Baca Juga :  Pembina Setya Kita Pancasila Irjen. Pol Purn Anton Charlian Mengambil Sumpah Pengangkatan Ketua Srikandi Jawa Barat

Berita Terkait

Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru
Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan
Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi
Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan
Rp1,49 Miliar untuk Nasi Kotak Rapat, Kecamatan Rajeg Kenyang Anggaran
Fungsi Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Disorot, GMNI Desak Respons Atas Laporan Penyalahgunaan Wewenang
Tahun Baru Hijriyah: Saatnya Berhijrah dari Seremoni ke Substansi
Pelayanan Publik Balai Desa Warungpring Dikritik Warga, Kades Dinilai Persulit Permohonan Salinan Warkah Tanah

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:44 WIB

Sosok Ketua DPRD Dimata Komisi 3: Mengedepankan Musyawarah Setiap Keputusan

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:33 WIB

Makan Minum Rapat Rp1,49 Miliar di Rajeg Viral di Media Sosial, BARATA Layangkan Somasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:03 WIB

Bungkam Soal Konsumsi Rp1,49 Miliar, Kini 40 Proyek Infrastruktur Rajeg Jadi Sorotan

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:48 WIB

Rp1,49 Miliar untuk Nasi Kotak Rapat, Kecamatan Rajeg Kenyang Anggaran

Berita Terbaru

Berita Aktual

Camat Leuwiliang Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Senin, 17 Agu 2026 - 22:02 WIB

Hukum & Kriminal

Dugaan Peredaran Obat Keras di Tanah Abang, Publik Menanti Pemasok

Senin, 17 Agu 2026 - 21:37 WIB