Fakta-fakta Terkini Dibalik Bentrokan di Andrews Party Mart Sunter: Dugaan Pengeroyokan Pelajar, CCTV hingga Sajam Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI - 6 fakta dibalik dugaan pengeroyokan pelajar di Andrews Party Mart Sunter, CCTV hingga Sajam menjadi sorotan publik dan ramai dikecam. (Foto: Suara Realitas).

ILUSTRASI - 6 fakta dibalik dugaan pengeroyokan pelajar di Andrews Party Mart Sunter, CCTV hingga Sajam menjadi sorotan publik dan ramai dikecam. (Foto: Suara Realitas).

JAKARTA, suararealitas.co – Bar sekaligus tempat hiburan malam, Andrews Party Mart lagi-lagi menjadi sorotan publik.

Kali ini menjadi sorotan setelah salah satu cabangnya di Sunter, Jakarta Utara dianggap menyimpan berbagai dugaan cerita kejahatan dibalik gemerlap lampu malam menutupi kenyataan pahit yang tersebar di media sosial.

Kecaman datang bertubi-tubi dari berbagai pihak disertai laporan ke polisi. Respons publik pun beragam, mulai dari mengecam hingga menyayangkan kejadian ini, mengingat Andrews Party Mart merupakan salah satu tempat nongkrong favorit anak muda di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut ini fakta-fakta menarik dugaan kasus pengeroyokan serta menyebabkan kericuhan di Andrews Mart Party Sunter yang dirangkum suararealitas.co dari berbagai sumber.

1. Dugaan Pengeroyokan dan Penganiayaan

Berniat melerai keributan yang berujung petaka di Andrews Mart Party Sunter memicu kontroversi usai viral di media sosial. Peristiwa tersebut bermula pada Minggu (23/8) sekitar pukul 04.00 WIB.

Pelajar berinisial F itu mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan dan mengalami sejumlah luka lebam di tubuhnya hingga sempat kehilangan kesadaran setelah insiden tersebut.

Diketahui, insiden itu juga disaksikan oleh sejumlah rekannya bernisial Rvn. Ia mengaku telah melihat F dalam posisi dikejar-kejar hingga terkapar.

Tak hanya itu, rekanan F lainnya, Rzk juga melihat kejadian tersebut. Namun, ia memilih tidak ikut campur lantaran situasi dinilai semakin menegangkan.

Adapun, kasus ini telah masuk proses pidana di polisi. Kecaman juga datang dari berbagai pihak.

2. Diduga Persiapkan Sajam Sebelum Kericuhan

Orang tua korban, Vani menduga sejumlah orang di lokasi telah mempersiapkan senjata tajam sebelum terjadinya keributan atau bentrokan usai beredarnya sebuah video tersebut.

“Sekarang videonya sudah viral, terlihat bagaimana mereka mempersiapkan senjata tajam. Terus apa yang dilakukan polisi? Apa karena kami membela diri dan kami tidak punya uang, jadi suami kami yang ditahan. ? Jangan hanya satu sisi saja dong yang diproses,” keluh Vani.

3. Rekaman CCTV Diduga Hilang atau Tak Tersedia

Kasus dugaan pengeroyokan F menjadi sorotan. Salah satunya lantaran rekaman CCTV kejadian di Andrews Party Mart Sunter diduga sudah terhapus atau tidak lagi tersedia.

Padahal, data itu dibutuhkan untuk mengungkap tabir dugaan pengeroyokan bocah berusia 18 tahun ini. Keraguan warga hingga publik pun muncul.

Baca Juga :  Disekap 21 Hari, 3 Karyawan Percetakan di Jakpus Tak Boleh Diberi Makan

Pasalnya ini bukan pertama kalinya rekaman kamera pengawas hilang, rusak, atau bahkan dimanipulasi saat kasus sedang berjalan. Pertanyaannya mengapa hal ini terus berulang?

4. Dilaporkan ke Polisi dan Kasus Masih Didalami

Sejumlah oknum security dan kru Andrews Party Mart Sunter resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara buntut dugaan pengeroyokan. Laporan dibuat oleh korban pada Kamis (27/8) sekira pukul 14.14 WIB.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2106/VIII/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Utara tertanggal 27 Agustus 2026. Dalam laporan tersebut, oknum security disangkakan melanggar Pasal 262 KUHP.

Namun, mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut, Kapolsek Tanjung Priok, Kompol R. Sigit Kumono memberikan keterangan resmi secara singkat.

“Kami masih dalami kasus ini,” kata Sigit via WhatsApp, Minggu (30/8).

5. Bantah Berita, Manajemen Beri Klarifikasi

Melalui pernyataan Manajemen Andrews Party Mart Sunter yang dimuat sejumlah media pada Senin (31/8), Manajer berinisial WC menyatakan petugas keamanan telah berupaya melerai gesekan tersebut.

“Saat kejadian pada hari Minggu tanggal 23 Agustus 2026 terjadi gesekan sesama pengunjung. Saat itu security kami melerai kejadian tersebut,” ujar WC, dikutip dari sejumlah media, Senin (31/8/2026).

Bahkan WC juga membantah atas informasi dugaan menyediakan senjata tajam.

“Saya pertegas di sini, kami tidak menyediakan senjata tajam,” katanya.

Selain itu, Manajemen menyatakan penyerangan terhadap dua petugas keamanan sudah dilaporkan ke pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

6. Ramai Dikecam

Misteri dugaan pengeroyokan seorang pelajar masih menyisakan banyak pertanyaan. Di tengah proses penyelidikan yang berlangsung, THM Andrews Party Mart Sunter yang disebut-sebut berada di sekitar rangkaian peristiwa tersebut tetap bebas beroperasi tanpa di polisi line.

‎Kondisi itu memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat. Benarkah beroperasinya tempat hiburan malam tersebut berkaitan dugaan rutin menyetor ‘upeti’ sehingga tak lepas dari adanya ‘bekingan’ dari pihak-pihak berpengaruh, atau seolah-olah tak ada kaitannya dengan peristiwa tersebut ?

Sementara perkara dugaan pengeroyokan itu belum mendapatkan kejelasan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menghubungkan keduanya.

Dugaan pengeroyokan yang dilakukan oknum petugas keamanan menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk Pemerhati Kebijakan Publik. Syamsul Jahidin mengecam tindakan oknum petugas keamanan dan menganggapnya menyalahi aturan SOP.

Baca Juga :  Skandal Sampah di Kota Tangerang, Pejabat Sejahtera, Warga Sengsara?

Dalam kasus ini, pihak Andrews Mart Party Sunter tidak bisa cuci tangan, dan ia juga mendesak seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan kejadian dapat diperiksa secara objektif serta transparan.

Terlebih, apabila benar terdapat bukti dugaan hilangnya rekaman CCTV yang berkaitan dengan perkara, dalam rentang waktu tersebut telah menghambat tugas investigasi yang dilakukan pihak kepolisian, sehingga keberadaan dan kondisi bukti tersebut diharapkan dapat dijelaskan secara terang.

“Ya saya kira tidak elok petugas keamanan bukannya menjaga dan mengamankan malah main hakim sendiri. Dugaan hilangnya durasi rekaman CCTV dapat menyulitkan atau menghambat tugas kepolisian untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi. Kami sangat berharap kasus ini diselesaikan setuntas-tuntasnya hingga aktor intelektualnya,” tegasnya.

Tak hanya Pemerhati Kebijakan Publik, kecaman serupa datang dari Praktisi Hukum, Reno. Ia meminta Dinas Pariwisata dan Satpol PP DKI Jakarta untuk memeriksa izin usaha kelab malam tersebut dan mendesak kepolisian berlaku adil dalam penegakan aturan.

“Di selidikkan lagi apa benar ini perizinannya sesuai, kalau memang itu disalahgunakan perizinannya ya dilengkapi lah dan harus ada seminggu sekali kah atau gimana ada sidak agar mereka itu enggak macam-macam. Jadi gitu maksudnya,” pungkasnya.

Sebagai catatan, kawasan Jl. Agung Perkasa Raya (Sunter Agung Perkasa) memang dikenal sebagai salah satu titik tempat hiburan malam di Jakarta Utara. Tercatat ada tiga bar yang beroperasi di sana, di antaranya Camden, Andrews Party Mart dan Helen’s Night Mart.

Sejumlah pertanyaan penting hingga kini masih belum terjawab. Apa motif di balik pengeroyokan pelajar yang mengakibatkan sejumlah luka lebam di tubuhnya hingga sempat kehilangan kesadaran itu?

Apakah keributan bermula dari dalam atau sekitar THM Andrews Party Mart, atau terjadi di lokasi berbeda? Dan apakah beroperasinya tempat hiburan malam tersebut tidak memiliki hubungan dengan proses penyelidikan yang sedang berlangsung?

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pengelola THM, Pemprov DKI Jakarta, khususnya Dinas Pariwisata, dan Satpol PP, serta pihak yang disebut terlibat dalam insiden, maupun pihak lainnya yang berkepentingan untuk memberikan penjelasan secara proporsional dan berimbang.

Penulis : Za

Berita Terkait

PERMAHUTA Soroti “Jejak Merah” Temuan BPK di DBMSDA Kabupaten Tangerang
Ops Libas Lodaya 2026, Polres Tasikmalaya Kota Amankan Lima Tersangka Curanmor, 18 Motor Disita
Tergugat Belum Hadir di Sidang, Iklan Properti Rp4,2 Miliar Dipersoalkan: Ada Selisih Nilai hingga Rp13 Miliar
Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Sunter, Farel Mengaku Sempat Kehilangan Kesadaran
Sengketa Tanah Puluhan Tahun, Ahli Waris Abdul Halim Minta DPR RI Turun Tangan
Spa Menjamur, Dugaan Prostitusi Muncul: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Adukan ke Dewan Pers, Jurnalis Minta Pelaku Diproses Hukum
Kampus UIN RIL di Jaga Preman Wartawan meliput di Kroyok Tanpa sebab

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:50 WIB

Fakta-fakta Terkini Dibalik Bentrokan di Andrews Party Mart Sunter: Dugaan Pengeroyokan Pelajar, CCTV hingga Sajam Jadi Sorotan

Selasa, 1 September 2026 - 21:37 WIB

PERMAHUTA Soroti “Jejak Merah” Temuan BPK di DBMSDA Kabupaten Tangerang

Selasa, 1 September 2026 - 12:22 WIB

Ops Libas Lodaya 2026, Polres Tasikmalaya Kota Amankan Lima Tersangka Curanmor, 18 Motor Disita

Selasa, 1 September 2026 - 11:58 WIB

Tergugat Belum Hadir di Sidang, Iklan Properti Rp4,2 Miliar Dipersoalkan: Ada Selisih Nilai hingga Rp13 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 11:35 WIB

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Sunter, Farel Mengaku Sempat Kehilangan Kesadaran

Berita Terbaru