Tingkatkan Kesiapsiagaan, KPLP Bekali Personel SAR Hadapi Situasi Darurat di Laut

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Suararealitas.co – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) terus memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan di laut, khususnya kecelakaan dan kebakaran kapal, (22/8).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sangat mengandalkan transportasi laut sebagai urat nadi perekonomian dan konektivitas antarpulau. Di sisi lain, tingginya aktivitas pelayaran juga menghadirkan potensi risiko keselamatan maritim yang membutuhkan kesiapan personel Search and Rescue (SAR) yang responsif dan terkoordinasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur KPLP, Triono, mengatakan bahwa berbagai insiden kecelakaan dan kebakaran kapal yang terjadi menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat di laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebakaran di tengah laut menciptakan situasi yang sangat ekstrem, mulai dari eskalasi api yang cepat, kepulan asap beracun di ruang terbatas, kepanikan massal, hingga kondisi abandon ship. Karena itu, setiap personel harus memiliki kemampuan, kesiapan, dan pemahaman prosedur yang benar dalam menghadapi kondisi tersebut,” ujar Triono saat membuka kegiatan Pembekalan Personel Search and Rescue (SAR) di Perairan dan Pelabuhan Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga :  Raja Ampat Bukan Jalur Pelayaran Biasa: Capt. Hakeng Ingatkan Kewajiban Pemanduan bagi Kapal Internasional

Menurutnya, terdapat tiga tantangan operasional utama yang harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi penyelamatan di laut. Pertama, kecepatan response time. Keselamatan jiwa penumpang sangat bergantung pada kecepatan petugas dalam merespons kejadian dan melaksanakan proses evakuasi.

Kedua, koordinasi dan komunikasi gabungan. Keberhasilan operasi SAR sangat ditentukan oleh sinergi antarpemangku kepentingan, mulai dari KPLP, Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Ketiga, penerapan SOP keselamatan dan evakuasi medis darurat. Penanganan korban dalam situasi kedaruratan membutuhkan personel dengan kualifikasi teknis serta ketahanan fisik dan mental yang teruji.

“Peningkatan kapasitas SDM SAR tidak dapat hanya mengandalkan rutinitas harian. Kita membutuhkan upskilling atau pembaruan keterampilan serta penyamaan persepsi terhadap tindakan yang harus dilakukan secara berkala,” kata Triono.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pembekalan personel SAR ini memiliki arti strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional. Para personel diharapkan mampu menguasai teknik dasar pertolongan di air, penggunaan alat keselamatan, serta manajemen evakuasi dasar secara tepat dan sesuai prosedur.

Baca Juga :  Kemenhub dan Pelindo Siapkan E-Pilotage, Uji Coba Pemanduan Kapal Digital Dimulai di Empat Pelabuhan

“Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk memperkuat sinergi dan komunikasi antara tim SAR gabungan dan sarana pendukung di lapangan serta mengoptimalkan penerapan SOP penyelamatan, baik dalam upaya meminimalkan risiko kecelakaan kerja bagi petugas maupun dalam mengoptimalkan penyelamatan jiwa,“ jelasnya.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Direktorat KPLP berharap kapasitas dan profesionalisme personel SAR semakin meningkat, sehingga mampu mendukung pelaksanaan operasi keselamatan dan penyelamatan di laut secara optimal dan efektif.

Adapun kegiatan Pembekalan Personel SAR yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 19–21 Agustus 2026 ini, menghadirkan narasumber dari Basarnas, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, Direktorat KPLP, serta Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok.

Selain memperoleh pembekalan melalui materi dari para narasumber, para peserta juga mengikuti praktik lapangan yang dilaksanakan di Tribuana Dive Center dan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok.

Berita Terkait

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni
Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat, KSOP Kelas 1 Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang.
Ditjen Perhubungan Laut Optimalkan Aset Negara Untuk Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan di Samarinda
Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Dermaga Maumere dan Labuan Bajo Terdampak
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal
Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat, KSOP Kelas 1 Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang.

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan, KPLP Bekali Personel SAR Hadapi Situasi Darurat di Laut

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Ditjen Perhubungan Laut Optimalkan Aset Negara Untuk Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan di Samarinda

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Dermaga Maumere dan Labuan Bajo Terdampak

Berita Terbaru