PRISMA Dorong Standar HSE Data Center Naik Kelas, Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Proyek Mission Critical

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BOGOR, Suararealitas.co – Pertumbuhan industri data center di Indonesia yang semakin pesat menuntut standar keselamatan dan kompetensi sumber daya manusia yang lebih tinggi. Menjawab kebutuhan tersebut, PT PRISMA Mitra Konsultindo menggelar PRISMA Data Center HSE Excellence Program 2026 sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan dan profesionalisme di sektor konstruksi data center.

Mengusung tema “Updated Safety Issue, Technology & Control Implementation in Data Center Construction”, program yang berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Balehills Resort, Bogor, ini diikuti sekitar 50 profesional dari berbagai proyek konstruksi dan data center di Indonesia, termasuk internal dan alumni PRISMA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini menempatkan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) sebagai elemen strategis dalam pembangunan data center yang tergolong mission critical facility. Tingginya tuntutan terhadap keandalan sistem, kontinuitas operasional, serta kompleksitas teknologi membuat penerapan HSE menjadi faktor kunci dalam keberhasilan proyek.

Kegiatan ini didukung oleh PT Graha Usaha Teknik (GUT) sebagai main sponsor, bersama sejumlah perusahaan dan praktisi industri yang memiliki pengalaman dalam proyek konstruksi dan data center.

Sejumlah pembicara dihadirkan untuk berbagi perspektif dan pengalaman lapangan, antara lain:

• Anggudhi Dwi Rachmawan, ST – GM PT Prisma Mitra Konsultindo
• Sandy Fauzian, S.AP, MKKK – SHE Manager Shimizu Corp
• Adhi Rahayu (Abah Achoy) – PT Graha Usaha Teknik (GUT)
•  Ir. Viza Ramadani, MSc – DCD PM Microsoft
• dr. Amory Setia, MKKK – EHS Director T&T
• Johnson Siahaan, SE – HSE Manager OCS Group Indonesia
• Yudi Ramdhani, SKM – HSE Manager Kitata.

Komisaris PRISMA, Gunawan Puryatama, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah untuk membahas berbagai isu aktual terkait pengelolaan HSE di proyek data center, mulai dari kepemimpinan keselamatan, implementasi kontrol di lapangan, perkembangan teknologi, hingga strategi mitigasi risiko pada proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi.

“Data center memiliki karakteristik berbeda dengan proyek konstruksi pada umumnya. Standar keselamatan, kontrol, dan keandalan harus berjalan seiring dengan tuntutan operasional yang tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Baca Juga :  BRI Kanca Serang Hadiri Peresmian Gedung Kampus 3 Fakultas Ilmu Kesehatan UNIBA

Selain sesi pemaparan, program juga diisi dengan diskusi interaktif, networking, serta kegiatan kebersamaan yang dirancang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarprofesional di industri.

Gunawan menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi PRISMA dalam membangun ekosistem profesional yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, khususnya di sektor data center yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi spesifik.

Sejak berdiri pada 2015, PRISMA telah berpengalaman dalam mendukung berbagai proyek konstruksi, termasuk data center, melalui layanan project support. Layanan ini tidak hanya menyediakan tenaga kerja operasional, tetapi juga profesional dengan keahlian khusus seperti HSE Manager, HSE Cpordinator, HSE Officer, Project Manager, Engineer, QC, BIM Engineer, Sustainibility/ LEED Engineer, Schedulling, Commissioning Engineer hingga tenaga teknis lainnya sesuai kebutuhan proyek.

Menurut Gunawan, tantangan terbesar dalam proyek berskala besar adalah ketersediaan tenaga profesional yang memiliki pengalaman dan kompetensi yang tepat dalam waktu singkat. Karena itu, PRISMA mengembangkan model dukungan yang terintegrasi dengan kebutuhan proyek.

“Pendekatan kami bukan sekadar penyediaan tenaga kerja, tetapi menyediakan profesional yang memahami karakteristik proyek dan mampu langsung berkontribusi di lapangan,” jelasnya.

Seiring meningkatnya pembangunan data center, jaringan profesional PRISMA juga berkembang dan tersebar di berbagai proyek, khususnya di kawasan Jakarta dan Cikarang. Jaringan ini menjadi salah satu kekuatan perusahaan dalam merespons kebutuhan industri secara cepat dan tepat.

Selain penyediaan tenaga profesional, PRISMA juga bergerak di bidang pelatihan dan sertifikasi kompetensi BNSP sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta layanan konsultasi penerapan sistem manajemen seperti ISO, HACCP dan SMK3. Perusahaan juga memiliki kapabilitas sebagai penyedia layanan inspeksi keselamatan kerja melalui skema Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).

Gunawan menambahkan, penguatan kompetensi dan jejaring profesional menjadi kunci dalam menghadapi perkembangan industri data center yang semakin kompleks dan kompetitif.

“Proyek-proyek mission critical membutuhkan SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap keselamatan dan manajemen risiko,” ujarnya.

Melalui program ini, PRISMA menegaskan komitmennya dalam membangun standar HSE yang lebih tinggi di industri data center, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, profesional, dan perusahaan nasional.

Baca Juga :  Peternakan Ayam Telur dan Potong di Lebak Menerima Penyaluran KUR dari BRI BO Rangkasbitung, Meningkatkan Produksi Peternakan Lokal

Ke depan, PRISMA optimistis dapat terus berperan dalam menjembatani kebutuhan industri terhadap tenaga profesional berkualitas, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem konstruksi data center yang lebih aman, kompeten, dan berstandar global.

Mengusung semangat “Together We Build Safety Excellence in Mission Critical Construction Environment”, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan budaya keselamatan sekaligus memperkuat daya saing industri data center di Indonesia.

Salah satu narasumber dalam acara tersebut Ir. Viza Ramadani, MSc selaku DCD PM Microsoft, mengatakan pesatnya pembangunan data center seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital dan masuknya investor global turut membawa standar kerja internasional ke Indonesia.

“Pertumbuhan industri data center di Indonesia mendorong perubahan standar dalam ekosistem konstruksi, terutama pada aspek keselamatan kerja, metode konstruksi, commissioning, dan kompetensi tenaga profesional yang paling terasa di teman-teman konstruksi adalah culture and safety. Itu sangat signifikan,” ujar Viza.

Menurutnya, proyek data center memiliki tuntutan keandalan dan kontinuitas operasional yang tinggi sehingga membutuhkan proses pengerjaan, pengujian, commissioning, serta standar keselamatan yang lebih ketat dibandingkan proyek konstruksi pada umumnya.

Di sisi lain, pertumbuhan industri juga menghadirkan tantangan berupa keterbatasan tenaga kerja dengan kompetensi khusus data center. Kebutuhan tenaga profesional terus meningkat, sementara ketersediaan SDM berpengalaman masih terbatas.

“Manpower resource menjadi salah satu problem di data center. Itu sangat signifikan kurang di Indonesia,” katanya.

Viza menilai penguatan kompetensi perlu dilakukan melalui kolaborasi dan komunitas profesional sebagai wadah berbagi pengalaman antarbidang, mulai dari mechanical, electrical, konstruksi, commissioning hingga HSE.

“Sharing seperti ini jelas membuat growth dari generasi muda Indonesia naik, baik dari ability maupun intelligensia,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan kompetensi, budaya keselamatan, dan komunitas profesional menjadi kunci agar pertumbuhan industri data center turut meningkatkan kualitas SDM nasional sekaligus memperkuat kemampuan tenaga kerja Indonesia memenuhi standar industri global.

Berita Terkait

GUT Perluas Bisnis ke Industri Data Center, Perkuat SDM dan Kapabilitas EPC
Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian
Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi
150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional
Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD
238 Korban KMP Mutiara Sentosa II Berhasil Dievakuasi, Kemenhub Audit Operator dan Dukung Investigasi KNKT
Menhub Dudy Pastikan Hak Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Dipenuhi, 229 Selamat dan 5 Meninggal
Menhub Dudy Purwagandhi Tinjau Langsung Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Sumenep

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:42 WIB

PRISMA Dorong Standar HSE Data Center Naik Kelas, Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Proyek Mission Critical

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Rayakan Semangat Kemerdekaan, ‎Adira Expo Di Bogor Hadirkan Solusi Finansial Lengkap Untuk Wujudkan Beragam Impian

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Grand Seminar Mining Nation Revolution Tegaskan Hilirisasi Minerba sebagai Pilar Industrialisasi dan Kedaulatan Ekonomi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:16 WIB

150 Peserta Mancanegara Ramaikan The 6th FUN ASIA EXPO Indonesia 2026, Perkuat Industri Taman Rekreasi dan Ekosistem Pariwisata Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 00:03 WIB

Kapal Panamax Pertama Bersandar di Patimban, MSC BREMERHAVEN V Bawa Ratusan Kontainer Suku Cadang BYD

Berita Terbaru