Kemacetan di Lodan Raya dan RE Martadinata Dipicu Dua Proyek Strategis, Satpelhub Pademangan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, (28/7), Suararealitas.co – Kemacetan panjang yang terjadi di sepanjang Jalan Lodan Raya menuju Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, merupakan dampak dari berlangsungnya dua proyek infrastruktur strategis secara bersamaan. Kondisi tersebut menyebabkan perlambatan arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat maupun aktivitas distribusi barang menuju kawasan Tanjung Priok.

Berdasarkan informasi di lapangan, kepadatan kendaraan dipicu oleh penutupan Jalan Lodan di sisi Kali Ancol yang terdampak proyek pembangunan Tol Harbour Road Tahap II. Di saat yang bersamaan, pekerjaan pemasangan pipa air bersih PDAM di Jalan RE Martadinata turut mempersempit ruang lalu lintas sehingga kapasitas jalan berkurang dan mengakibatkan antrean kendaraan mengular hingga beberapa ruas jalan di sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Pelaksana Perhubungan (Satpelhub) Kecamatan Pademangan telah menempatkan personelnya di sejumlah titik yang dinilai menjadi lokasi krusial untuk membantu mengatur arus kendaraan. Penempatan petugas dilakukan di empat titik, yakni kawasan TL(traffic light) Bintang Mas, Jalan RE Martadinata menuju Jembatan Goyang di sekitar proyek pemasangan pipa air PDAM, Jalan RE Martadinata menuju Traffic Light Bintang Mas yang juga berada di sekitar area proyek PDAM, serta kawasan Stasiun Ancol.

Baca Juga :  Wapres Gibran Rakabuming Raka Dampingi Presiden Prabowo Subianto Lantik Sejumlah Pejabat Negara di Istana Negara

Selain melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung, Satpelhub Kecamatan Pademangan juga telah melakukan survei bersama pihak WIKA selaku kontraktor penanggung jawab proyek pembangunan Tol Harbour Road. Survei tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menyusun langkah antisipasi agar dampak kemacetan tidak semakin meluas selama proses pekerjaan konstruksi masih berlangsung.

Hasil survei tersebut menghasilkan rencana tambahan pemasangan 2 spanduk dan banner informasi di sejumlah titik strategis sebagai bentuk pemberitahuan kepada pengguna jalan. Selain di sekitar lokasi proyek, dua titik tambahan akan dipasang di dekat Pos Perlintasan Kereta Api Kampung Bandan dan pertigaan Jalan Tongkol–Pakin. Informasi tersebut diharapkan dapat memberikan peringatan lebih awal kepada pengendara agar memilih jalur alternatif sebelum memasuki kawasan yang mengalami kepadatan lalu lintas.

Rekayasa lalu lintas tersebut terutama ditujukan bagi kendaraan roda empat yang akan menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok maupun pengguna jalan yang hendak memasuki Tol Ancol Timur melalui Jalan RE Martadinata. Pengendara diimbau memanfaatkan rute alternatif guna mengurangi penumpukan kendaraan yang selama ini terjadi di sepanjang Jalan RE Martadinata, baik dari arah Lodan Raya menuju Tanjung Priok maupun ke arah Gunung Sahari.

Baca Juga :  STOP Latsarmil untuk Calon Manajer KDMP, Fokus pada Pembinaan Manajerial Koperasi

Petugas di lapangan juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan arus lalu lintas serta berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek agar pekerjaan dapat berjalan tanpa mengabaikan kelancaran mobilitas masyarakat. Evaluasi terhadap pola pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara berkala menyesuaikan kondisi di lapangan sehingga penanganan kemacetan dapat berjalan lebih efektif.

Masyarakat berharap proyek pembangunan Tol Harbour Road Tahap II maupun pemasangan pipa air PDAM dapat diselesaikan sesuai target sehingga dampak terhadap arus lalu lintas tidak berlangsung dalam waktu yang lama. Di sisi lain, sinergi antara instansi terkait dan pelaksana proyek dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas transportasi di salah satu jalur utama Jakarta Utara tersebut.

Reporter: Kipray

Berita Terkait

Industri Rokok Disebut Ajukan Sertifikasi Halal, FKBI Soroti Kepastian Status Produk
Polri Ulurkan Tangan Untuk Sesama, Bakti Sosial di Panti Asuhan Yatim Piatu Nuruz Zahroh
Tinjau Lokasi Karhutla di Sumatera Selatan, Menko Polkam: Hadapi Karhutla seperti di Medan Tempur, Fokuskan Kekuatan secara Tepat dan Terukur
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Edukasi Pelajar tentang Pemanfaatan AI yang Etis dan Aman
Kapolres Priok Hadiri Penyambutan Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Menteri Pertahanan dan Pejabat Tinggi TNI
Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah
Dewan Pers Ingatkan Warga: Waspadai Oknum Mengaku Wartawan yang Intimidasi dan Minta Uang
Kapolri Harap Kompolnas Awards Terus Digelar di Tahun-Tahun Mendatang

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:29 WIB

Industri Rokok Disebut Ajukan Sertifikasi Halal, FKBI Soroti Kepastian Status Produk

Sabtu, 19 September 2026 - 12:28 WIB

Polri Ulurkan Tangan Untuk Sesama, Bakti Sosial di Panti Asuhan Yatim Piatu Nuruz Zahroh

Sabtu, 19 September 2026 - 07:24 WIB

Tinjau Lokasi Karhutla di Sumatera Selatan, Menko Polkam: Hadapi Karhutla seperti di Medan Tempur, Fokuskan Kekuatan secara Tepat dan Terukur

Jumat, 18 September 2026 - 20:20 WIB

Kapolres Priok Hadiri Penyambutan Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Menteri Pertahanan dan Pejabat Tinggi TNI

Jumat, 18 September 2026 - 16:51 WIB

Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah

Berita Terbaru

Megapolitan

Pemprov DKI Dorong Warga Rusun Persakih Miliki Hunian Terjangkau

Jumat, 18 Sep 2026 - 21:36 WIB