Bogor, Suararealitas.co – Bogor – PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) berhasil membalikkan kinerja keuangan pada tahun buku 2025 dengan kembali membukukan laba setelah mencatat hasil negatif pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Bogor, Senin (29/6/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan Direksi, mulai dari pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, penunjukan auditor independen, hingga perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
Direktur Utama PT Trimitra Prawara Goldland Tbk, Indriati, mengatakan keberhasilan Perseroan kembali mencetak laba tidak terlepas dari meningkatnya permintaan rumah subsidi dan rumah menengah yang tetap menjadi penopang utama bisnis perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Permintaan rumah yang terjangkau masih tinggi, terutama pada segmen rumah subsidi dan rumah menengah. Pertumbuhan masyarakat perkotaan serta bertambahnya keluarga baru setiap tahun menjadi peluang yang mampu dimanfaatkan Perseroan sehingga kami berhasil kembali mencatatkan laba pada 2025,” ujar Indriati.
Sepanjang tahun buku 2025, ATAP mencatat pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 48,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih meningkat 106,32 persen, didukung oleh membaiknya efisiensi operasional dan kondisi keuangan perusahaan.
Pendapatan usaha Perseroan meningkat menjadi Rp21,04 miliar dari Rp14,20 miliar pada 2024. Perseroan juga membukukan laba usaha sebesar Rp2,86 miliar, sedangkan laba komprehensif tahun berjalan kembali positif sebesar Rp122 juta setelah pada tahun sebelumnya masih mencatatkan rugi.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan hingga akhir 2025 mencapai Rp104,28 miliar, dengan liabilitas sebesar Rp26,51 miliar dan ekuitas sebesar Rp77,18 miliar. Likuiditas perusahaan juga tetap terjaga dengan rasio lancar mencapai 6,32 kali, sementara arus kas operasional tetap berada pada posisi positif.
Indriati mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran perusahaan serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Pencapaian tahun 2025 merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan PT Trimitra Prawara Goldland Tbk. Kami menyampaikan apresiasi kepada Dewan Komisaris atas arahan dan pengawasannya, kepada para pemegang saham atas kepercayaannya, serta kepada seluruh karyawan, mitra bisnis, dan lembaga pembiayaan yang terus mendukung pertumbuhan Perseroan,” katanya.
Dalam RUPST, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Bersamaan dengan itu, RUPS memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025 sesuai ketentuan yang berlaku.
Rapat juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebagaimana diusulkan Direksi. Selain itu, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris tahun buku 2026 berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi dengan mempertimbangkan kinerja perusahaan dan kondisi ekonomi.
Pada agenda lainnya, RUPS menunjuk Kantor Akuntan Publik Rama Wendra & Rekan sebagai auditor independen untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026. Dewan Komisaris juga diberikan kewenangan menunjuk auditor pengganti apabila diperlukan serta menetapkan besaran honorarium jasa audit.
Pemegang saham turut menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan sekaligus mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Pada kesempatan yang sama, manajemen menjelaskan bahwa fokus Perseroan pada 2026 tetap diarahkan pada pengembangan rumah subsidi dengan meningkatkan nilai tambah produk. Salah satunya melalui penyediaan rumah yang telah dilengkapi dapur permanen beserta kitchen sink, sehingga lebih siap dihuni oleh konsumen, khususnya pasangan muda.
Perseroan juga mulai menyiapkan diversifikasi usaha melalui pengembangan properti untuk kebutuhan data center sebagai bagian dari upaya menangkap peluang pertumbuhan sektor infrastruktur digital.
Di tengah tantangan berupa kenaikan suku bunga, fluktuasi nilai tukar rupiah, dan meningkatnya harga material bangunan, ATAP mengaku telah menyiapkan sejumlah strategi efisiensi. Langkah tersebut antara lain dilakukan melalui pengadaan material langsung dari distributor utama, pembangunan proyek secara massal untuk menekan biaya konstruksi, serta penguatan pengawasan mutu agar kualitas produk tetap terjaga.
Dengan kinerja yang kembali positif dan strategi ekspansi yang telah disiapkan, Perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan pada 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai pengembang yang berfokus pada penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat.




































