Jakarta, Suararealitas.co – PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (“Perseroan” atau “DPUM”) optimistis dapat mencapai target produksi dan penjualan pada tahun 2026 seiring dengan membaiknya kinerja operasional serta meningkatnya permintaan pasar, khususnya dari segmen ekspor.
Perseroan menegaskan bahwa insiden kebakaran yang terjadi pada salah satu fasilitas produksi sebelumnya tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Seluruh aktivitas utama tetap berjalan dengan baik dan komitmen kepada pelanggan dapat dipenuhi sesuai jadwal.
Untuk tahun 2026, DPUM menargetkan pendapatan sebesar Rp1,66 triliun, meningkat sekitar 32,2% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Perseroan juga memproyeksikan EBITDA sebesar Rp84,3 miliar dengan EBITDA Margin sekitar 5,0%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Target tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan ekspor yang terus menunjukkan tren positif, seiring kuatnya permintaan produk perikanan di pasar internasional dan semakin luasnya jaringan pelanggan Perseroan di berbagai negara tujuan ekspor.
Komisaris Utama PT Dua Putra Utama Makmur Tbk, Sherley, mengatakan bahwa prospek usaha Perseroan pada tahun 2026 tetap sangat menjanjikan, didukung oleh kondisi operasional yang terjaga serta berbagai langkah peningkatan efisiensi yang telah dilakukan.
“Kami melihat peluang pertumbuhan yang sangat baik di pasar ekspor. Dengan kondisi operasional yang tetap terjaga dan berbagai inisiatif peningkatan efisiensi yang telah dilakukan, kami optimistis target produksi dan penjualan tahun 2026 dapat tercapai,” ujar Sherley.
Siapkan Belanja Modal Rp100 Miliar
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, Perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/CAPEX) hingga Rp100 miliar yang akan direalisasikan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk penambahan fasilitas produksi, peningkatan kapasitas pengolahan hasil perikanan, penguatan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), serta modernisasi berbagai fasilitas pendukung lainnya guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional.
Untuk mendukung program ekspansi tersebut, Perseroan merencanakan pendanaan melalui kombinasi aksi korporasi berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Right Issue dan penerbitan instrumen utang. Skema pendanaan tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan investasi sekaligus menjaga struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan Perseroan.
Nilai Wajar Saham Rp214 per Saham
Perseroan juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil valuasi internal menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF), nilai wajar saham DPUM diperkirakan mencapai Rp214 per saham.
Nilai tersebut mencerminkan prospek pertumbuhan usaha Perseroan, peningkatan profitabilitas, serta potensi penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham seiring implementasi berbagai program ekspansi yang tengah dijalankan.
Dengan strategi ekspansi yang terukur, pertumbuhan penjualan ekspor yang berkelanjutan, serta penguatan kapasitas produksi, DPUM optimistis dapat terus meningkatkan kinerja usaha dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan perikanan terintegrasi terkemuka di Indonesia yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.




































