Jakarta, Suararealitas.co – PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) atau INPRASE menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui dan menerima Laporan Tahunan Direksi serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, menyetujui Laporan Tahunan Perseroan dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
RUPST juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026. Selain itu, pemegang saham menyetujui bahwa Perseroan belum membagikan dividen untuk tahun buku 2025 serta menyetujui penetapan honorarium, gaji, fasilitas dan/atau tunjangan bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026.
Manajemen menyampaikan bahwa secara umum kinerja Perseroan sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan yang signifikan dengan memaksimalkan berbagai lini usaha yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sepanjang tahun buku 2025, INPRASE membukukan pendapatan sebesar Rp263,85 miliar, dibandingkan Rp283,91 miliar pada 2024. Pendapatan tersebut berasal dari segmen agen BBM, pelumas dan gas sebesar Rp178,90 miliar, kegiatan SPPBE sebesar Rp9,07 miliar, serta segmen transportasi dan logistik sebesar Rp75,88 miliar.
Meski pendapatan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Perseroan berhasil menjaga kinerja operasional dengan membukukan laba bruto sebesar Rp42,71 miliar pada 2025, relatif stabil dibandingkan Rp42,78 miliar pada 2024.
Dari sisi profitabilitas, INPRASE masih mencatat rugi bersih sebesar Rp19,13 miliar pada 2025. Namun angka tersebut menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang mencapai Rp30,23 miliar. Perseroan juga berhasil menekan rugi sebelum pajak menjadi Rp17,10 miliar dari Rp27,97 miliar pada tahun sebelumnya.
Direksi menyampaikan optimisme bahwa dalam lima tahun mendatang Perseroan dapat mencapai target yang lebih maksimal dan terarah seiring dengan penguatan bisnis inti dan peningkatan efisiensi operasional.
Dalam Public Expose, Perseroan menegaskan komitmennya untuk memperkuat bisnis logistik, distribusi energi, serta meningkatkan efisiensi operasional guna memperbaiki kinerja keuangan di masa mendatang. INPRASE merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman panjang di sektor transportasi dan logistik, distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG, pelumas, serta perdagangan energi. Perseroan juga merupakan agen resmi Pertamina di wilayah Banten dan Jabodetabek.
Saat ini INPRASE memiliki empat kantor cabang yang berlokasi di Jakarta, Cilegon, Bandung, dan Samarinda. Struktur pemegang saham Perseroan terdiri atas PT Graha Inti Guna Persada sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 87,48 persen, sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat.
Perbaikan kinerja juga tercermin pada sejumlah rasio keuangan. Total aset Perseroan tercatat sebesar Rp192,53 miliar pada akhir 2025. Current ratio meningkat menjadi 0,48 kali dibandingkan 0,12 kali pada 2024. Cash ratio dan quick ratio juga membaik menjadi masing-masing 0,34 kali dan 0,39 kali.
Sementara itu, gross profit margin meningkat menjadi 16,19 persen dari sebelumnya 15,07 persen. Operating profit margin juga membaik dari negatif 9,85 persen menjadi negatif 6,48 persen, menunjukkan peningkatan efisiensi operasional.
Pada aspek keberlanjutan, INPRASE terus menjalankan berbagai program yang selaras dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), antara lain memberikan kesempatan kerja dan pengembangan karier yang setara bagi seluruh gender, menggelar sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat, serta menyediakan fasilitas olahraga bagi anak-anak di panti asuhan.
Di bidang lingkungan, Perseroan menerapkan kebijakan pengurangan penggunaan kertas (reduce paper) serta mendorong penggunaan energi secara bijak sebagai bagian dari upaya mendukung energi bersih dan terjangkau.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan, INPRASE menetapkan sejumlah strategi pengembangan usaha, antara lain penerapan target zero losses dan zero accident, pemeliharaan jalur pengiriman secara berkelanjutan, digitalisasi dokumen, peningkatan fokus pada kebutuhan pelanggan melalui konsep customer priority, serta penambahan armada kendaraan operasional.
Perseroan meyakini langkah-langkah tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing di sektor logistik dan energi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.




































