Toko Obat di Jakarta Barat Kebal Hukum, Diduga Keterlibatan Oknum Seragam Aktif

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakartasuararealitas.co – Penelusuran lapangan terhadap peredaran obat-obatan keras di wilayah Jakarta menunjukkan fakta mengejutkan. Hampir seluruh titik penjualan ilegal yang sebelumnya beroperasi kini disebut telah tutup. Namun satu lokasi di kawasan Grogol, Jakarta Barat, justru masih berani beroperasi, memicu kecurigaan kuat adanya dugaan perlindungan atau bekingan tertentu.

‎Sumber investigatif menyebutkan bahwa toko tersebut tetap menjual obat keras seperti G Heximer dan Tramadol meskipun wilayah lain sudah berhenti setelah tekanan dari aparat dan pemerintah.

‎“Seluruh Jakarta yang kami cek sudah tutup. Tapi di Grogol ini masih jalan terus. Aneh sekali. Patut diduga ada yang membekingi,” ujar salah satu sumber yang ikut melakukan penyelidikan lapangan.

‎Keberanian toko tersebut berjualan secara terang-terangan di sekitar Terminal Grogol membuat masyarakat semakin resah. Apalagi lokasi tersebut disebut melibatkan seorang pemuda asal Aceh(Rio) yang baru mulai beroperasi pada Oktober lalu, bekerja di bawah seseorang yang dikenal dengan panggilan “Bang Wan.”

‎Pengamat keamanan menilai bahwa pola ini sering terjadi pada jaringan penjualan obat terlarang. Bila satu lokasi tetap bertahan sementara titik lain tutup, biasanya terdapat dugaan adanya perlindungan dari oknum tertentu atau kesengajaan menutup mata terhadap aktivitas ilegal.

‎Warga meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas, serta memeriksa kemungkinan adanya pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan.

‎“Ini bukan sekadar pelanggaran kecil. Ini sudah mengancam masa depan anak-anak muda kita. Kalau yang lain saja bisa ditutup, kenapa di sini tidak?” kata seorang warga.

‎Kasus ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari kepolisian dan pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada praktik pembiaran, serta untuk menutup celah peredaran obat berbahaya di Jakarta.

Baca Juga :  YPHMI dan KAI Perkuat Edukasi Hukum, Kolaborasi dengan Pemkot Jakbar Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Baca Juga :  Klarifikasi PT Cocoman, Sentil Dugaan Konflik di Balik Kasus Hukum yang di Tangani Kejati Sulteng

Berita Terkait

Terendus Dugaan Praktik Pengangsu Solar Subsidi di SPBU Bubakan Semarang, Aparat Didesak Bergerak
KPK Lanjutkan Penyidikan Dugaan Korupsi Bea Cukai, Dua Saksi Diperiksa di Gedung Merah Putih
Dari Ruangan Terkunci hingga Dugaan Bunker, Ini Kronologi Kasus 995 Senjata di Jaksel
‎Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Suradadi Purin Tegal Mencuat, Pemilik Truk Disebut Berinisial BD
Seorang Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Sekuriti Serta Pegawai FIF Tangcity Tangerang
PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan PHK Sepihak Kepada Korban Penusukan
Mentan Sebut Penindakan Mafia Pangan Terus Berjalan, 39 Tersangka Telah Ditetapkan
Polres Cirebon Kota Gelar Razia Tempat Hiburan Malam, Minuman Beralkohol Disita

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Terendus Dugaan Praktik Pengangsu Solar Subsidi di SPBU Bubakan Semarang, Aparat Didesak Bergerak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

KPK Lanjutkan Penyidikan Dugaan Korupsi Bea Cukai, Dua Saksi Diperiksa di Gedung Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Dari Ruangan Terkunci hingga Dugaan Bunker, Ini Kronologi Kasus 995 Senjata di Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:16 WIB

‎Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Suradadi Purin Tegal Mencuat, Pemilik Truk Disebut Berinisial BD

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Seorang Jurnalis Diduga Diintimidasi dan Dianiaya Oknum Sekuriti Serta Pegawai FIF Tangcity Tangerang

Berita Terbaru