Gerakan Tobacco Control Leadership with Young Leaders Tegaskan Komitmen Generasi Muda Menuju Indonesia Bebas Tembakau

- Jurnalis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Gerakan pengendalian tembakau di Indonesia memasuki babak baru. Para pemimpin muda yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) menyatakan komitmen memperkuat advokasi pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok (Total TAPS Ban) melalui forum Tobacco Control Leadership with Young Leaders di Jakarta, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri berbagai komunitas, pegiat kesehatan, serta akademisi yang aktif dalam advokasi kebijakan publik. Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi lintas generasi untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang bahaya tembakau bagi kesehatan dan masa depan bangsa.

dr. Benget Saragih, M.Epid, Penanggung Jawab PPAT Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan RI, mengingatkan bahwa industri rokok kerap menggunakan strategi pemasaran yang menargetkan anak muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mantan perokok, dan tahu betul bagaimana industri membungkus produk mereka dengan tampilan dan rasa yang menarik. Ini strategi halus untuk menjaring perokok pemula,” ujarnya.

Baca Juga :  BRI BO Kalideres Peringati Hari Pahlawan Melalui Upacara dan Penguatan Nilai Kepahlawanan di Tempat Kerja

Ia menyoroti kemunculan kemasan rokok dengan aroma buah seperti stroberi dan mangga yang dinilai memperkuat epidemi merokok di kalangan remaja. Data yang dipaparkan menunjukkan lebih dari 60 persen pelajar SMP dan SMA di Indonesia masih terpapar iklan rokok, baik melalui media sosial maupun reklame di sekitar sekolah. Di sisi lain, pelaksanaan kebijakan kawasan tanpa rokok (KTR) di daerah masih belum optimal.

Ketua Bidang Perkaderan PP IPM, Ganis K. Nisa, menilai gerakan pengendalian tembakau tidak bisa berhenti di level kampanye moral.

“Pemimpin muda harus berani menolak narasi industri yang mengglorifikasi rokok sebagai simbol gaya hidup. Kita perlu strategi konkret dan pendekatan yang dekat dengan dunia anak muda,” ujarnya.

Melalui workshop advocacy mapping, peserta merumuskan strategi aksi berbasis metode SMART yang meliputi: Advokasi kebijakan daerah untuk memperkuat peraturan KTR dan Total TAPS Ban, Kampanye kreatif digital yang mengedukasi bahaya rokok dengan narasi positif, Kolaborasi lintas komunitas antara pelajar, mahasiswa, dan tenaga kesehatan.

Baca Juga :  Tim Keamanan BRI Kantor Cabang Tangerang Merdeka Tunjukkan Kesiapsiagaan dan Dedikasi Tinggi

Ketua Umum PB Matahari Pagi, Sutia Budi, S.E., M.Si, menyebut langkah IPM ini sebagai tonggak penting bagi partisipasi generasi muda dalam isu kesehatan masyarakat.

“Isu tembakau bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga keadilan sosial dan perlindungan hak anak,” tegasnya.

Forum diakhiri dengan deklarasi “Young Leaders for Tobacco-Free Generation” sebagai bentuk komitmen kolektif anak muda dalam melawan normalisasi rokok di ruang publik.

Ke depan, IPM menargetkan pembentukan 1.000 kader muda pengendalian tembakau di sepuluh kota besar pada tahun 2026, dengan pelatihan di bidang advokasi, komunikasi publik, dan kampanye kreatif.

Gerakan ini menunjukkan pergeseran kepemimpinan dalam advokasi kesehatan: dari dominasi lembaga formal menuju partisipasi generasi muda yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi.

Berita Terkait

Zainul Munasichin: Rapimnas IKA PMII Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Organisasi
Rapimnas IKA PMII 2026 Bahas Konsolidasi Organisasi dan Kontribusi Alumni dalam Konstelasi Global
300+ Aduan Masuk, “Halo Kakan!” Jadi Kanal Andalan Warga Tangerang
KKP Hentikan Sementara Pemanfaatan Ruang Laut Ilegal di Morowali
Menko Polkam Pantau Kesiapan Mudik di Bandara dan Stasiun KAI Yogyakarta
KNMP Pujiharjo Permudah Aktivitas Nelayan Pesisir Selatan Malang*
Menko Polkam: IKN akan menjadi Kebanggaan Kita Semua
Titiek Soeharto Sebut KNMP Poncosari Pengungkit Produktivitas Perikanan di Pantai Selatan

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:11 WIB

Zainul Munasichin: Rapimnas IKA PMII Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Organisasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:01 WIB

Rapimnas IKA PMII 2026 Bahas Konsolidasi Organisasi dan Kontribusi Alumni dalam Konstelasi Global

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:13 WIB

300+ Aduan Masuk, “Halo Kakan!” Jadi Kanal Andalan Warga Tangerang

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:21 WIB

KKP Hentikan Sementara Pemanfaatan Ruang Laut Ilegal di Morowali

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:29 WIB

Menko Polkam Pantau Kesiapan Mudik di Bandara dan Stasiun KAI Yogyakarta

Berita Terbaru