Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTLDD-KAJ Gelar SENADA 2026, Krisdayanti dan Tokoh Lintas Iman Dukung Kesetaraan Penyandang DisabilitasKomentar: 0

LDD-KAJ Gelar SENADA 2026, Krisdayanti dan Tokoh Lintas Iman Dukung Kesetaraan Penyandang Disabilitas

Suara Realitas, 5 November 2026, 11:13 WIB · 4 menit bacaBaca di App
Huruf

 

Jakarta, Suararealitas.co – Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta (LDD-KAJ) menginisiasi gerakan musik inklusif bertajuk SENADA 2026 – Together in Unity, Music Beyond Limits untuk mendorong kesetaraan kesempatan dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Gerakan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh lintas iman, komunitas disabilitas, insan seni, hingga Diva Indonesia Krisdayanti.

Mengusung semangat kolaborasi lintas agama dan sektor, SENADA 2026 tidak sekadar menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga berupaya membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kreativitas, menunjukkan kemampuan, serta memperoleh kesempatan ekonomi melalui sektor seni dan ekonomi kreatif.

Inisiatif ini dibangun melalui kolaborasi LDD-KAJ dengan berbagai pihak, termasuk Eco Bhinneka Muhammadiyah, tokoh agama, komunitas disabilitas, dan pelaku industri seni. Kris Dayanti turut mengambil bagian sebagai Special Collaborator, bersama Samuel Dharmawan dan Margareth Siagian.

SENADA 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 November 2026, pukul 15.00–17.00 WIB, di Ruang Teater Batek, Balai Kartini, Jakarta.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Kardinal Ignatius Suharyo selaku Uskup Agung Jakarta, Romo Adrianus Suyadi, SJ, serta perwakilan komunitas disabilitas, J. Rio Darmawan (LDC) dan Carinna Amagia (Latte Band). Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dalam konferensi pers SENADA 2026 yang digelar pada Kamis (5/11/2026) di Graha Pemuda Keuskupan Agung Jakarta.

Perwakilan Eco Bhinneka Muhammadiyah/Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga direncanakan terlibat dalam kegiatan tersebut, meskipun kehadirannya masih dalam proses konfirmasi.

Kolaborasi berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa persoalan disabilitas bukan hanya menjadi perhatian satu agama, lembaga, atau kelompok masyarakat tertentu. Pemenuhan hak dan pemberdayaan penyandang disabilitas merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih inklusif.

Baca Juga :  Gelar Rapat Konsultasi Bersama DPD RI, Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Ekonomi

Romo Adrianus Suyadi, SJ, menjelaskan bahwa SENADA tidak dimaknai semata-mata sebagai konser musik, melainkan sebagai upaya membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi.

“Melalui SENADA, kami ingin membuka pintu yang lebih luas bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemandirian ekonomi. Kami ingin seni tidak hanya menjadi ruang berekspresi, tetapi juga menjadi ruang produktif yang dapat membuka peluang usaha, menciptakan kesempatan berkarya, dan memberikan nilai ekonomi bagi para pelakunya,” ujar Romo Adrianus.

Menurut dia, pemberdayaan tersebut juga mencakup sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, SENADA ingin memastikan karya dan produk penyandang disabilitas mendapatkan ruang, akses, serta kesempatan untuk berkembang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan, antara lain penampilan band disabilitas, paduan suara penyandang disabilitas, serta bazar UMKM. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan talenta dan produk karya penyandang disabilitas dengan masyarakat, calon konsumen, mitra bisnis, serta jaringan kolaborasi yang lebih luas.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diajak memberikan apresiasi terhadap penampilan seni, tetapi juga berpartisipasi secara nyata melalui dukungan terhadap produk UMKM, perluasan pasar, dan pembukaan peluang usaha bagi penyandang disabilitas.

Musik Menjadi Ruang Persatuan Lintas Iman

Selain mendorong pemberdayaan ekonomi, SENADA 2026 juga membawa pesan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Kolaborasi lintas iman menjadi salah satu landasan gerakan ini untuk membangun solidaritas sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas.

“Disabilitas bukan milik satu agama atau kelompok tertentu. Ini adalah isu kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita bersama. SENADA ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk bersatu. Justru melalui perbedaan, kita dapat membangun solidaritas, menghadirkan kesempatan yang setara, dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif,” tambah Romo Adrianus.

Baca Juga :  BRI Kanca Ciputat Gelar Kegiatan Lari Pagi untuk Tingkatkan Kebugaran dan Semangat Kerja Pegawai

Melalui semangat Together in Unity, SENADA mengajak komunitas agama, lembaga sosial, dunia usaha, seniman, dan masyarakat luas untuk turut menciptakan lingkungan yang menghargai martabat, kemampuan, serta hak setiap individu tanpa membedakan kondisi fisik maupun latar belakang.

Krisdayanti dan Insan Seni Dukung Talenta Disabilitas

Keterlibatan Krisdayanti, Samuel Dharmawan, dan Margareth Siagian sebagai Special Collaborator menjadi bagian dari upaya memperluas perhatian publik terhadap potensi dan kemampuan talenta penyandang disabilitas.

Dukungan para insan seni tersebut diharapkan dapat mendorong industri musik dan seni semakin terbuka terhadap kolaborasi inklusif. Penyandang disabilitas tidak hanya memiliki hak untuk menikmati karya seni, tetapi juga berkesempatan menjadi pencipta, penampil, dan pelaku aktif dalam industri kreatif.

Bagi LDD-KAJ, SENADA diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun ekosistem seni dan ekonomi kreatif yang lebih terbuka bagi penyandang disabilitas.

Kesetaraan tidak cukup diwujudkan hanya dengan memberikan kesempatan tampil di atas panggung. Lebih dari itu, penyandang disabilitas perlu mendapatkan akses yang setara untuk berkarya, bekerja, berusaha, membangun jejaring, dan menentukan masa depan mereka sendiri.

Melalui SENADA 2026, masyarakat diajak untuk mengambil bagian dalam mewujudkan perubahan dengan mengapresiasi karya, mendukung produk, serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

SENADA 2026 – Together in Unity, Music Beyond Limits.

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain