JAKARTA, suararealitas.co – Indonesian Packaging Federation (IPF) mendorong daya saing industri kemasan nasional melalui PackindoStar Awards 2026, ajang yang mengapresiasi inovasi dalam desain, teknologi, efisiensi material, dan keberlanjutan.
Kompetisi ini juga membuka peluang bagi karya terpilih untuk melangkah ke AsiaStar Packaging Awards dan WorldStar Packaging Awards.
Selain memberikan pengakuan di tingkat nasional, kesempatan ini memungkinkan inovasi kemasan Indonesia menjangkau pasar global sekaligus memperkenalkan kemampuan rekayasa dan kreativitas nasional kepada industri dunia.
Kemasan Tak Sekadar Tampilan Visual
Penilaian dalam PackindoStar Awards tidak hanya berfokus pada estetika atau desain grafis. Kompetisi ini juga mendorong pengembangan kemasan yang fungsional, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak dalam rantai nilai industri.
Pihak-pihak tersebut meliputi desainer, insinyur kemasan, produsen, pemasok resin dan bahan baku, pemilik merek, hingga tim penelitian dan pengembangan research and development (R&D).
Kolaborasi diperlukan untuk menghasilkan kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu melindungi produk selama pengiriman, menjaga kualitas dan masa simpannya, mengoptimalkan penggunaan material, serta mengurangi dampak lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, kemasan menjadi bagian dari strategi peningkatan efisiensi produksi dan distribusi, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih baik.
Empat Kategori Penilaian PackindoStar Awards
PackindoStar Awards memiliki empat kategori utama, yaitu Consumer Package, Transport Package, Sustainability Package, dan Student Packaging. Masing-masing kategori memiliki fokus penilaian sesuai fungsi dan karakteristik inovasi yang dikembangkan.
1. Consumer Package
Kategori Consumer Package ditujukan bagi kemasan yang berinteraksi langsung dengan konsumen. Penilaian mencakup daya tarik visual, fungsi, kebaruan inovasi, dan kemudahan penggunaan.
Aspek yang diperhatikan antara lain mekanisme pembukaan, kenyamanan penggunaan, kemampuan melindungi produk, serta efisiensi material dibandingkan dengan volume produk.
Penilaian juga mempertimbangkan dampak lingkungan dan nilai tambah yang dihasilkan bagi merek maupun konsumen.
2. Transport Package
Kategori Transport Package berfokus pada kemampuan kemasan melindungi produk selama penyimpanan, penanganan, dan distribusi.
Aspek penilaian meliputi kekuatan struktur, ketahanan terhadap beban tumpukan, perubahan kelembapan, guncangan, dan tekanan mekanis selama pengiriman.
Kemasan diharapkan mampu menjaga produk tetap dalam kondisi baik hingga tiba di tujuan, termasuk untuk barang industri bernilai tinggi.
3. Sustainability Package
Kategori Sustainability Package mengapresiasi inovasi yang mendukung keberlanjutan industri kemasan melalui dua subkategori, yaitu Commercial dan Concept.
Subkategori Commercial ditujukan bagi kemasan yang telah digunakan secara komersial dan memiliki dampak lingkungan yang terukur.
Inovasi yang menjadi perhatian mencakup penggunaan material daur ulang pascakonsumsi post-consumer recycled (PCR), pengurangan jejak karbon, pengurangan bobot kemasan (lightweighting), serta penggunaan material tunggal (mono-material) yang berpotensi mempermudah proses daur ulang.
Sementara itu, subkategori Concept memberikan ruang bagi gagasan kemasan yang belum dikomersialkan, tetapi berpotensi dikembangkan menjadi solusi masa depan.
Penilaian mempertimbangkan kebaruan ide dan kemampuannya menawarkan pendekatan baru dalam menjawab tantangan industri kemasan.
4. Student Packaging
Kategori Student Packaging ditujukan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengembangkan gagasan dan inovasi di bidang kemasan.
Kategori ini mendorong generasi muda menghasilkan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam pengembangan teknologi kemasan nasional.
Sejak 2007, Ratusan Karya Meraih Pengakuan
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2007, PackindoStar Awards telah mencatat 116 pemenang kategori komersial dari 18 perusahaan atau industri.
Pada kategori Student, ajang ini mencatat 129 pemenang dari 35 universitas di Indonesia.
Untuk memperluas pengembangan inovasi di kalangan mahasiswa, PackindoStar juga menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi dan pemangku kepentingan pendidikan, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim), UPTI Mamin, dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).
Di tingkat internasional, karya yang meraih penghargaan PackindoStar dapat direkomendasikan untuk mengikuti AsiaStar Packaging Awards dan WorldStar Packaging Awards.
Peluang ini membuka akses bagi pelaku industri Indonesia untuk memperkenalkan inovasi mereka kepada produsen, pembeli, investor, dan praktisi kemasan dari berbagai negara.
Kesempatan tersebut terbuka bagi berbagai pelaku dalam rantai nilai industri, mulai dari produsen material dan perusahaan konversi kemasan (packaging converters) hingga pemilik merek.
PackindoStar Awards juga terbuka bagi pemilik merek, produsen dan konverter kemasan, peritel, pemasok bahan baku dan bahan pendukung, industri daur ulang, institusi akademik, serta organisasi non pemerintah. Peserta dapat mendaftarkan lebih dari satu karya pada kategori yang sesuai.
Melalui ajang ini, IPF mendorong pelaku industri dan generasi muda untuk terus mengembangkan kreativitas, teknologi, dan solusi kemasan yang mendukung keamanan produk, efisiensi industri, serta keberlanjutan lingkungan.
Empat Karya Raih Penghargaan PackindoStar Awards 2026
PackindoStar Awards 2026 menampilkan beragam inovasi kemasan dari perusahaan dengan latar belakang industri berbeda.
Empat karya penerima penghargaan menunjukkan pendekatan yang beragam, mulai dari kemasan kosmetik premium dan material yang dirancang untuk mendukung daur ulang hingga transformasi desain serta kemasan multifungsi.
Salah satu penerima penghargaan adalah Luxury and Premium Cosmetics Packaging dari PT Pura Barutama, Unit Total Security System 01. Karya yang dikembangkan oleh tim perusahaan tersebut berfokus pada kebutuhan kemasan produk kosmetik premium.
Inovasi lainnya adalah Recyclable Mono PE Pack for Cocoa Beverage dari Olam Food Ingredients. Kemasan ini menggunakan material polietilena tunggal mono polyethylene (mono PE) yang dirancang untuk mendukung kemudahan daur ulang. Desain visualnya menggunakan karya pelanggan.
Sementara itu, Pringles Mini Packaging Transformation dari Mars Snack Inc. menghadirkan pendekatan transformasi desain kemasan.
Karya tersebut dirancang oleh Kshyamaakar Dass, yang juga dikenal sebagai praktisi riset dan pengembangan kemasan di Kellanova.
Karya keempat, Dome Delights Set: Innovative Dual-Purpose Packaging dari PT Surya Indo Plastic, mengusung konsep kemasan dengan dua fungsi.
Inovasi yang dikembangkan oleh tim perusahaan ini menonjolkan pemanfaatan kemasan untuk memenuhi kebutuhan yang lebih beragam.
Keempat karya tersebut memperlihatkan beragam arah pengembangan inovasi kemasan, mulai dari pemilihan material dan fungsi hingga desain, efisiensi, kemudahan daur ulang, serta kebutuhan pengguna.
Melalui PackindoStar Awards 2026, IPF mendorong pengembangan inovasi kemasan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri nasional.
Selain menjawab kebutuhan pasar domestik, karya-karya tersebut berpeluang memperluas pengakuan terhadap kemampuan industri kemasan Indonesia di tingkat Asia dan dunia.












