Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTBarantin dan Kementerian UMKM Dorong Penguatan Ekosistem EksporKomentar: 0

Barantin dan Kementerian UMKM Dorong Penguatan Ekosistem Ekspor

Suara Realitas, 23 Oktober 2026, 11:03 WIB · 4 menit bacaBaca di App
Huruf

JAKARTA, Suararealitas.co – Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan ekosistem ekspor melalui peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar karantina, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memperluas akses pasar internasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia.

Upaya tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan Indonesia Quarantine Expo (IQExpo) 2026 pada 23–24 Oktober 2026 di Exhibition Hall SMESCO, Jakarta. Mengusung tema “Protecting Indonesia, Connecting The World”, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati 129 tahun karantina di Indonesia dan tiga tahun berdirinya Barantin.

Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, pengawasan karantina perlu berjalan seiring dengan kelancaran perdagangan, termasuk untuk mendukung pelaku UMKM yang ingin memperluas jangkauan pasar ke luar negeri.

“Pengawasan dan perlindungan karantina tidak boleh menjadi bottleneck atau hambatan bagi perdagangan ekspor dan impor kita, termasuk bagi UMKM,” ujar Karding saat membuka IQExpo 2026, Jumat (23/10/2026).

Menurut Karding, karantina berperan penting dalam melindungi Indonesia dari masuk dan tersebarnya hama serta penyakit. Namun, pelaksanaan pengawasan juga perlu mendukung kelancaran perdagangan tanpa mengabaikan ketentuan kesehatan dan keamanan komoditas.

Pelaku UMKM yang ingin memasuki pasar internasional perlu memahami persyaratan negara tujuan ekspor maupun ketentuan yang ditetapkan pembeli. Persyaratan tersebut mencakup kejelasan komoditas, pemenuhan standar kesehatan dan keamanan karantina, serta traceability atau ketertelusuran produk.

Ketertelusuran diperlukan untuk memastikan asal-usul komoditas dapat dijelaskan secara transparan, termasuk kesesuaian antara kapasitas produksi dan volume produk yang diperdagangkan.

Karding mencontohkan, perusahaan dengan kapasitas produksi lima ton yang mengekspor enam ton harus dapat menjelaskan asal satu ton tambahan tersebut. Kejelasan asal-usul komoditas menjadi bagian penting untuk memastikan produk memenuhi persyaratan yang berlaku.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem ekspor tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengiriman produk Indonesia ke pasar internasional, tetapi juga mendorong investasi. Untuk itu, diperlukan kolaborasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan dalam ekosistem perdagangan agar setiap pihak dapat saling mendukung.

Baca Juga :  Menko Polkam Apresiasi Kinerja Kru Pesawat Pengiriman Logistik Bencana

“Hal yang sama juga berlaku dalam kegiatan ekspor. Tujuannya adalah meningkatkan ekspor, sekaligus mendorong investasi. Karena itu, perlu ada kolaborasi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan yang terkait dalam ekosistem tersebut. Kita perlu memastikan bagaimana kerja sama ini dapat berjalan dengan baik, sehingga seluruh pihak yang terlibat bisa saling mendukung,” ujarnya.

Untuk membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan ekspor, Barantin mendorong pendampingan, pelatihan, dan bimbingan teknis. Barantin juga menyediakan Klinik Ekspor sebagai sarana bagi pelaku usaha untuk memahami ketentuan karantina dan persyaratan yang perlu dipenuhi sebelum memasuki pasar internasional.

Kementerian UMKM Dorong Agregasi Produk

Dari sisi pengembangan usaha, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk memperkuat kapasitas UMKM serta memperluas jangkauan pemasaran produk Indonesia.

Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah model holding atau agregator, yakni menghimpun produk dari sejumlah pelaku UMKM agar kapasitas pasokan lebih kuat dan kebutuhan pasar yang lebih besar dapat dipenuhi.

Menurut Maman, perusahaan milik pemerintah maupun swasta dapat mendukung pengembangan model agregasi tersebut. Dengan menghimpun produk dari berbagai pelaku usaha, kapasitas pasokan diharapkan meningkat sehingga UMKM memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Maman juga menyoroti pentingnya konektivitas dalam mendukung perdagangan, baik untuk produk yang masuk dari negara lain maupun produk dalam negeri yang akan dipasarkan ke luar negeri.

Ia menjelaskan bahwa perdagangan membutuhkan proses verifikasi, sanitasi, dan sertifikasi terhadap produk yang diperdagangkan, termasuk komoditas yang akan dikirim ke berbagai negara.

Baca Juga :  KORPRI Kabupaten Tangerang Dianugrahi Penghargaan, Kategori Kepengurusan Terbaik

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok berbagai produk di pasar internasional. Potensi tersebut perlu didukung melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan ekspor agar produk Indonesia semakin dikenal serta mampu bersaing di pasar global.

Maman pun menyampaikan apresiasi kepada Barantin atas dukungannya dalam membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar.

“Kami membutuhkan dukungan Badan Karantina Indonesia dalam memperluas akses pasar serta meningkatkan kualitas produk Indonesia agar mampu bersaing di pasar global,” ujar Maman.

Ia juga menilai expo menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM. Pertemuan tersebut dapat membuka peluang kemitraan, memperluas pertukaran informasi, serta membangun jaringan pemasaran bagi produk lokal.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Karding mengatakan, pengembangan ekosistem ekspor membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Kementerian UMKM, Kementerian Desa, Kementerian Perdagangan, lembaga terkait ekspor, dan Barantin. Setiap lembaga dapat berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya.

Dalam ekosistem tersebut, Barantin mendukung pemenuhan persyaratan karantina serta memberikan informasi mengenai standar komoditas dan ketentuan negara tujuan ekspor. Sementara itu, penguatan kapasitas usaha, agregasi produk, dan perluasan jaringan pemasaran menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM meningkatkan skala usahanya.

Integrasi data dan pendampingan lintas sektor juga diperlukan agar pelaku UMKM memperoleh informasi yang tepat saat mempersiapkan produk untuk dipasarkan ke luar negeri.

Karding berharap deklarasi yang ditandatangani dalam rangkaian IQExpo 2026 dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata untuk memperkuat perdagangan, mengembangkan UMKM, serta meningkatkan kinerja ekspor dan impor Indonesia.

Melalui peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas pasokan, pemenuhan standar karantina, dan kolaborasi lintas sektor, produk Indonesia diharapkan semakin siap memanfaatkan peluang pasar internasional sekaligus menarik investasi.

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain