PEKANBARU, Suararealitas.co – Rangkaian Hutan.ID Fest 2026 Chapter Pekanbaru resmi berakhir pada Minggu (25/10), setelah berlangsung selama tiga hari di Pekanbaru, Riau. Festival ini menjadi ruang edukasi dan apresiasi budaya yang mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian hutan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan lintas generasi.
Selama penyelenggaraan, festival ini menarik antusiasme masyarakat dari Pekanbaru dan sejumlah provinsi di sekitarnya. Beragam kegiatan edukatif dan seni budaya dihadirkan untuk memperkenalkan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat keterkaitan antara kearifan lokal dan pelestarian hutan.
Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain storytelling bersama Taman Nasional Tesso Nilo, lomba menggambar, lomba yel-yel, dan lomba gurindam. Festival ini juga menampilkan pertunjukan Dendang Melayu dan Nyanyian Panjang yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi masyarakat setempat.
Melalui kegiatan tersebut, Hutan.ID Fest 2026 mengangkat nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan. Tradisi dan seni tutur yang diwariskan secara turun-temurun dinilai memiliki peran dalam menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia dan alam.
Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Hubungan Antar Lembaga Kementerian Kehutanan RI. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal dan nilai-nilai budaya sebagai landasan dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Kearifan lokal dan budaya kita dari generasi ke generasi telah mengajarkan nilai-nilai luhur tentang pentingnya menjaga alam. Nilai-nilai inilah yang menjadi pengingat kita untuk terus menjaga kelestarian alam, memastikan bahwa hutan kita tetap bernapas dan keindahannya dapat terus dinikmati oleh anak cucu kita ke depannya,” ujarnya saat menutup kegiatan.
Berakhirnya Hutan.ID Fest 2026 Chapter Pekanbaru diharapkan tidak hanya menjadi penutup rangkaian acara, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan. Semangat yang tumbuh selama festival diharapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hutan Indonesia tetap terjaga sebagai sumber kehidupan bagi generasi mendatang.












