JAKARTA, Suararealitas.co — Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI) DKI Jakarta memperkuat peran dunia usaha dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global. Penguatan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD HIPPI DKI Jakarta 2026 yang digelar di Balai Agung, Pendopo Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta, Uchy Hardiman, mengatakan dunia usaha tidak hanya berperan menyampaikan aspirasi, tetapi juga harus mampu menawarkan jaringan, sumber daya, dan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Jakarta.
“HIPPI tentu tidak hanya menyampaikan aspirasi, kami adalah mitra strategis Pemprov DKI Jakarta yang membawa jaringan, tenaga, dan solusi,” ujar Uchy.
Menurut Uchy, ruang kolaborasi antara HIPPI dan Pemprov DKI Jakarta terbuka luas di berbagai sektor ekonomi produktif. Salah satunya melalui sektor penyedia jasa tenaga kerja yang selama ini turut menyerap ribuan pekerja lokal.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Jakarta tidak hanya berorientasi pada peningkatan investasi, tetapi juga memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rakerda HIPPI DKI Jakarta 2026 sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi yang telah berusia 50 tahun sejak didirikan pada 17 Agustus 1976. Memasuki usia emas tersebut, HIPPI ingin memperkuat kontribusi pengusaha lokal dalam pembangunan ekonomi sekaligus menyiapkan dunia usaha menghadapi perubahan Jakarta sebagai pusat ekonomi yang berorientasi global.
Fokus pada UMKM hingga Persoalan Jakarta
Salah satu agenda yang menjadi perhatian HIPPI DKI Jakarta adalah memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih tinggi.
HIPPI mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui transformasi digital, penguatan kompetensi, perluasan akses pasar, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Tak hanya berbicara mengenai pengembangan bisnis, HIPPI DKI Jakarta juga menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi Jakarta, khususnya ketersediaan air bersih dan pengelolaan sampah.
Kedua persoalan tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan dunia usaha melalui investasi, inovasi, teknologi, dan model bisnis yang berkelanjutan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kesempatan ekonomi harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Pertumbuhan investasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan dan kelestarian lingkungan,” demikian arah komitmen HIPPI DKI Jakarta dalam Rakerda 2026.
Lima Agenda HIPPI DKI
Dalam Rakerda tersebut, HIPPI DKI Jakarta menetapkan lima agenda strategis untuk memperkuat peran organisasi dan pelaku usaha.
Pertama, memperkuat ekosistem UMKM agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar global.
Kedua, mendorong transformasi digital dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Ketiga, memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DPRD DKI Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), serta badan usaha milik daerah (BUMD).
Keempat, menyiapkan generasi pengusaha muda yang inovatif, adaptif, dan memiliki wawasan kebangsaan.
Kelima, memperkuat HIPPI sebagai rumah besar pengusaha yang profesional dan mampu beradaptasi terhadap perubahan ekonomi.
Dari sisi organisasi, kepengurusan HIPPI DKI Jakarta kini telah terbentuk di lima wilayah kota administrasi hingga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Struktur tersebut menjadi modal untuk memperluas jangkauan organisasi sekaligus memperkuat pendampingan kepada pelaku usaha di tingkat wilayah.

Rakerda turut dihadiri jajaran Pemprov DKI Jakarta yang diwakili Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Ketua Umum DPP HIPPI Ariful Yaqin Hidayat atau Erik Hidayat, serta Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Legislatif KADIN DKI Jakarta Laja Lapian.
Kehadiran pemerintah dan sejumlah unsur dunia usaha tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem bisnis Jakarta.
Memasuki usia 50 tahun, HIPPI DKI Jakarta menargetkan organisasi tidak hanya menjadi wadah pengusaha, tetapi juga mitra aktif pemerintah dalam menghadirkan solusi ekonomi dan pembangunan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing pengusaha lokal sekaligus memastikan dunia usaha mengambil bagian dalam perjalanan Jakarta menuju kota global dan pencapaian Indonesia Emas 2045.












