Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTEPAC Fokus pada Kemasan Digital dan Penyehatan Keuangan, Siapkan Buyback dan Right IssueKomentar: 0

EPAC Fokus pada Kemasan Digital dan Penyehatan Keuangan, Siapkan Buyback dan Right Issue

Suara Realitas, 6 Oktober 2026, 17:33 WIB · 4 menit bacaBaca di App
Huruf

 

Tangerang, (6/10) Suararealitas.co – PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) menyiapkan langkah penyehatan keuangan dengan menghentikan operasional fasilitas produksi konvensional MES dan memusatkan bisnis kemasan fleksibel pada platform digital melalui PT Epac Flexibles Indonesia (“EFI”).

Arah tersebut disertai rencana ekspansi fasilitas digital ke Surabaya pada 2027, serta pengajuan persetujuan pembelian kembali saham (buyback) dan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue) dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 3 November 2026.

Rencana tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Perseroan untuk mengurangi beban kegiatan produksi konvensional, mengembangkan kapasitas kemasan digital, dan menyiapkan struktur permodalan untuk mendukung pengembangan usaha.

Penyehatan Operasional dan Ekspansi Digital

Perseroan merencanakan penghentian operasional fasilitas konvensional MES paling lambat 31 Desember 2026. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi beban kinerja konsolidasi dan memfokuskan kegiatan kemasan fleksibel melalui platform digital EFI.

Manajemen EPAC menjelaskan, penghentian yang dimaksud adalah operasional fasilitas produksi konvensional, sementara kegiatan usaha grup tetap dilanjutkan melalui bisnis digital.

Gambaran dampaknya telah disampaikan melalui perbandingan kinerja aktual dan proforma sampai dengan kuartal II 2026. Apabila operasional MES dihentikan sejak awal tahun, rugi bersih konsolidasi sekitar Rp2,8 miliar secara proforma menjadi laba bersih sekitar Rp1,7 miliar, dengan laba per saham sekitar Rp0,51.

Perbandingan tersebut merupakan simulasi proforma dan bukan perubahan atas hasil aktual yang telah dilaporkan.

Untuk memperluas kapasitas dan jangkauan layanan, Perseroan melalui EFI merencanakan fasilitas produksi digital baru di Surabaya pada 2027, melengkapi fasilitas yang ada di Tangerang.

Baca Juga :  Pererat Sinergi di Sektor Aviasi, BRI BO Bandara Soetta Perkuat Kerja Sama Strategis dengan PT Gapura Angkasa

Dalam pengungkapan sebelumnya, Perseroan menyampaikan sasaran pertumbuhan penjualan tahunan di kisaran 15% sampai 2028. Proyeksi rinci 2027–2030 disajikan tersendiri sebagai skenario pengembangan usaha.

Berdasarkan proyeksi setelah mempertimbangkan diskontinu MES dan ekspansi tersebut, penjualan diproyeksikan sebesar Rp197 miliar pada 2027 dan Rp304,92 miliar pada 2030. Laba bersih diproyeksikan meningkat dari Rp14,179 miliar menjadi Rp42,263 miliar pada periode yang sama.

Pencapaian proyeksi tersebut bergantung pada realisasi ekspansi, permintaan pelanggan, biaya produksi, pendanaan, dan kondisi usaha.

Atas dasar proyeksi kinerja 2027–2030 tersebut, estimasi nilai wajar saham EPAC yang telah diungkapkan Perseroan adalah Rp163 per saham, menggunakan kombinasi metode Discounted Cash Flow dan Multiple EBITDA.

Estimasi tersebut memperhitungkan diskontinu MES sekaligus ekspansi digital. Angka tersebut merupakan estimasi berbasis proyeksi, bukan harga pasar, harga pelaksanaan right issue, atau jaminan nilai saham di masa depan.

Rencana RUPSLB untuk Buyback dan Right Issue

Perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (“PMHMETD I” atau “right issue”) dan pembelian kembali saham (“buyback”).

Pengumuman RUPSLB dan keterbukaan informasi atas kedua rencana tersebut telah disampaikan pada 25 September 2026, dengan RUPSLB dijadwalkan pada 3 November 2026.

Melalui PMHMETD I, Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.000.000.000 saham baru. Dana hasil penerbitan, setelah dikurangi biaya emisi, direncanakan untuk belanja modal bagi pengembangan usaha yang sejalan dengan kegiatan Perseroan, pengurangan sebagian utang terutama utang bank, dan modal kerja.

Baca Juga :  Peran Ganda Satpam BRI KC Tangerang City: Menjaga Keamanan dan Memberikan Pelayanan Prima

Harga pelaksanaan, rasio HMETD, serta jumlah dana yang diperoleh belum ditetapkan dan akan disampaikan dalam prospektus.

Untuk buyback, Perseroan merencanakan pembelian kembali sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada tanggal RUPSLB, dengan anggaran maksimal Rp20 miliar termasuk biaya transaksi.

Pelaksanaannya direncanakan bertahap dalam waktu paling lama 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB, dengan mempertimbangkan ketersediaan dana, kebutuhan operasional, dan kondisi Perseroan.

Kedua aksi korporasi masih merupakan rencana. PMHMETD I memerlukan persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif OJK, sedangkan pelaksanaan buyback bergantung pada persetujuan dan pertimbangan Perseroan selama periode pelaksanaannya.

EPAC dalam Jaringan Kemasan Digital Asia Pasifik

EPAC bergerak di bidang kemasan fleksibel dan mengembangkan layanan cetak digital melalui EFI. Bisnis digital ini terhubung dengan jaringan ePac melalui ePac Flexibles Asia Pte. Ltd., entitas holding regional berbasis di Singapura yang mendukung pengembangan bisnis digital di Asia Pasifik.

Positioning tersebut menghubungkan layanan lokal di Indonesia dengan jaringan dan pengembangan teknologi kemasan digital regional.

Melalui fokus pada EFI dan rencana ekspansi Surabaya, EPAC mengarahkan pengembangan usahanya pada kemasan fleksibel digital bagi merek lokal dan regional.

Penyehatan operasional dan rencana permodalan diharapkan mendukung keberlanjutan usaha serta kemampuan Perseroan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Lihat Ekonomi & Bisnis Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Ekonomi & Bisnis
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain