Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Breaking News
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTTak Indahkan Papan Larangan, Satpel LH Tanjung Priok Akui Warga Masih Buang Sampah Sembarangan di Sungai BambuKomentar: 0
Berita Jakarta

Tak Indahkan Papan Larangan, Satpel LH Tanjung Priok Akui Warga Masih Buang Sampah Sembarangan di Sungai Bambu

Suara Realitas, 5 Oktober 2026, 10:15 WIB · 3 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
POTRET - (atas) tampak sampah menumpuk oleh warga yang tak menggubris larangan dan (bawah) petugas langsung menindaklanjuti laporan. (Foto: Suara Realitas/Za).

JAKARTA, suararealitas.co – Papan larangan membuang sampah yang telah dipasang di kawasan Jalan Gaya Motor Barat, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara tidak diindahkan warga sekitar.

Hal itu terlihat dari sekitaran papan larangan yang dipenuhi sampah.

Pantauan suararealitas.co, di lokasi Rabu (30/9/2026) pukul 08.45 WIB, kawasan tersebut dipenuhi sampah rumah tangga dan plastik, serta sisa-sisa makanan. Bau busuk sampah merebah, sehingga mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Hingga Senin dini hari, terpantau para petugas masih berjibaku mengangkut hingga membersihkan sampah tersebut.

“Sudah berulang kali sampah itu dibersihkan petugas, tapi masih ada saja kurangnya kesadaran masyarakat,” kata Ruhan, kepada suararealitas.co saat diwawancarai, Senin (5/10).

Dirinya mengungkapkan, seharusnya dibuat tempat pembuangan sampah yang resmi di satu lokasi, supaya warga tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Tanjung Priok, Amir menyebut, bahwa pihaknya sudah mensosialisasikan hingga larangan akan buang sampah sembarangan, namun warga enggan mengikuti imbauan tersebut.

“Susah di kasih tau nya Bang warga. Tiap hari di lintas atau TL bang. Sore sampai malam dan pagi nya sudah banyak lagi buangan liar. Sudah tau Pak Lurah juga,” sebut Amir saat dikonfirmasi suararealitas.co, via WhatsApp, Rabu (30/9).

“Ini yang buang warga luar, sosialisasi sudah di jalan kan ke pihak RT dan RW,” lanjutnya.

Baca Juga :  Klaim Penghargaan Unit Kerja Terbaik Pengurangan Sampah Sudin LH Jakut Dinilai Tak Sesuai Realita dan Pembodohan Publik

Terkait buangan liar, Amir mengaku, bahwa pihak wilayah sudah mengetahui dan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara menangkap tangan warga yang kedapatan buang sampah di kawasan tersebut.

Selain itu, ia pun mengarahkan warga supaya membuang sampah ke TPS Kolong Tol Kencana, dan dirinya bakal koordinasi kembali ke Lurah Sungai Bambu terkait persoalan tersebut.

Bahkan, warga yang tertangkap tangan dikenakan sanksi dengan membayar denda ke kas daerah melalui Bank DKI.

“Pernah di OTT juga dari Sudin LH. Sudah di arahkan ke Kolong Tol Kencana, tetap warga susah. Buang nya malam pemulung. Pemulung, ada juga pake motor Bang. Siap Bang, nanti saya koordinasi lagi dengan Pak Lurah biar ada team piket 3 pilar,” akunya.

“Bayar ke kas daerah. Bank DKI. Nanti saya tanya ke pihak Sudin dapat berapa orang yang kedapatan OTTnya,” sambungnya.

Amir menambahkan, soal pemagaran di lokasi tersebut pihaknya tidak punya kewenangan, melainkan hanya sebatas pelayanan saja dan itu ranahnya wilayah setempat (kelurahan).

Disisi lain, Lurah Sungai Bambu, Syaiful Anwar mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak Lingkungan Hidup untuk mengadakan OTT bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Kita lagi koordinasi dengan pihak LH untuk adakan OTT. Terima kasih saran nya Om. Kita usaha kan untuk masang pagar. Terima kasih untuk atensi nya. Sekarang sedang di TL (tindak lanjut),” ujar Syaiful Anwar kepada wartawan sekaligus mengirimkan foto saat petugas menindaklanjuti laporan.

Baca Juga :  Seminar Pendidikan, Jakbar Tegaskan Komitmen Dukung Sekolah JUARA

Namun, Syaiful menghimbau kepada warga untuk selalu saling menjaga wilayahnya masing-masing. “Menjaga ketertiban, keamanan, kerukunan, dan kebersihan,” imbuhnya.

Kendati demikian, pesan yang terpampang jelas dinilai sebagian masyarakat terlalu keras, tetapi bagi Pemerhati Kebijakan Publik, Syamsul Jahidin, langkah itu justru sudah tepat.

“Kalau masih ada yang menganggap ini cuma ancaman, berarti mereka tidak paham betapa seriusnya masalah sampah di Jakarta Utara. Ini peringatan bukan sekedar tulisan di baliho,” ujar Syamsul saat dimintai tanggapan di Jakarta.

Syamsul menilai, bahwa peringatan itu bukan sekadar ancaman, melainkan peringatan serius bagi warga di Jakarta Utara khususnya di Sungai Bambu yang masih abai.

Tak hanya itu, Syamsul pun mengingatkan agar masyarakat tidak lagi menjadikan jalan dan selokan sebagai tempat sampah instan.

Ia menyarankan warga memanfaatkan pekarangan rumah sebagai wadah sementara sebelum diangkut petugas kebersihan.

Pesan ini juga sejalan dengan sikap tegas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat yang belakangan gencar menggalakkan perang melawan sampah.

“Pak Gubernur dan Wali Kota lagi galak-galaknya soal sampah, jadi kita semua harus ikut bergerak,” pungkasnya.

Baca tentangBerita Jakarta
Lihat Megapolitan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Megapolitan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain