Jakarta,suararealitas.co.
Upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang mendukung pola hidup sehat terus diperkuat melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, PT Novo Indonesia (Novo Nordisk), dan pengelola Rusunawa V Pesakih, Jakarta Barat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Seminar “Cegah Obesitas & Akses Makanan Sehat dengan Hidroponik”, yang berlangsung di Rusunawa V Pesakih, Jakarta Barat, Jumat (2/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Cities for Better Health (CBH) yang mendorong upaya pencegahan obesitas dan penyakit tidak menular melalui peningkatan aktivitas fisik serta akses terhadap pangan sehat. CBH 2026
Kegiatan dihadiri oleh dr. Sri Puji Wahyuni, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Bapak Muhammad Ali, Kepala UPRS V Pesakih,serta Bapak Banarsono Trimandojo, Associate Director Head of Market Access & Public Affairs, Indonesia, PT Novo Nordisk Indonesia.
Hadir pula narasumber Ikrarwati, SP., M.Si., Ketua Kelompok Substansi Penerapan dan Penilaian Kesesuaian BRMP DKI Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Bapak Banarsono Trimandojo menyampaikan materi mengenai praktik sederhana menerapkan hidroponik untuk kebutuhan rumah tangga, sedangkan Ikrarwati menyampaikan materi Budidaya Hidroponik di Rumah Langkah Memulai, Pemilihan Bahan, Biaya Produksi, dan Akses Pangan Sehat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama narasumber.
Peserta kegiatan merupakan warga Rusunawa V Pesakih yang sebelumnya telah mengikuti sosialisasi program Cities for Better Health. Peserta berasal dari unsur masyarakat Rusunawa, antara lain para RT dan perwakilan dari warga, yang menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan program di lingkungan Rusunawa.
Pelibatan masyarakat sejak tahap awal menjadi bagian penting dalam pendekatan Cities for Better Health. Sebelum pelaksanaan kegiatan, telah dilakukan focus group discussion (FGD) bersama pengelola Rusunawa dan masyarakat untuk menggali kebutuhan serta masukan warga dalam pelaksanaan program. CBH 2026
Melalui pendekatan tersebut, warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut dilibatkan dalam membangun lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Seminar ini memberikan pemahaman kepada warga mengenai hubungan antara pola makan sehat dan pencegahan obesitas, sekaligus memperkenalkan hidroponik sebagai salah satu cara untuk mendukung akses pangan sehat di lingkungan tempat tinggal.
Materi yang diberikan mencakup praktik sederhana hidroponik untuk kebutuhan rumah tangga, pemilihan bahan, biaya produksi, hingga langkah memulai budidaya hidroponik di rumah.
Pendekatan ini sejalan dengan fokus Cities for Better Health yang mencakup penciptaan lingkungan pangan yang lebih sehat dan peningkatan akses terhadap makanan sehat, serta penyediaan ruang yang mendukung aktivitas fisik masyarakat. CBH 2026
Dengan memanfaatkan lingkungan tempat tinggal, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengenal, memperoleh, dan memanfaatkan sumber pangan sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Rusunawa Pesakih Daan Mogot, Jakarta Barat, merupakan salah satu lokasi pilot pelaksanaan Cities for Better Health di DKI Jakarta. Program dirancang dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui pengembangan kebun komunitas, aktivitas fisik, edukasi makanan sehat, serta berbagai kegiatan pemberdayaan warga. CBH 2026
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga mendorong aksi nyata masyarakat. Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan antara lain aktivasi kembali Rusunawa Daan Mogot Football Club (RDM FC) sebagai sarana aktivitas fisik, kegiatan olahraga dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan, lomba memasak sehat, serta dialog mengenai pencegahan dan pengelolaan obesitas. CBH 2026
Rangkaian program Cities for Better Health di Rusunawa Pesakih selanjutnya diarahkan untuk menggabungkan edukasi kesehatan, aktivitas fisik, akses pangan sehat, kebun komunitas, dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
Dalam rangkaian kegiatan berikutnya, direncanakan skrining kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk pemeriksaan indeks massa tubuh, gula darah, dan tekanan darah. Kegiatan juga mencakup edukasi nutrisi dan aktivitas fisik, demonstrasi memasak sehat, penanaman dan pemanfaatan kebun komunitas, serta kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. CBH 2026
Pendekatan ini menempatkan pencegahan obesitas dan penyakit tidak menular sebagai upaya bersama yang tidak hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui lingkungan tempat masyarakat tinggal, bekerja, dan beraktivitas.
Pelaksanaan Cities for Better Health di Rusunawa Pesakih melibatkan berbagai pihak dengan fokus pada akses makanan sehat, promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan penyediaan data dasar (baseline). Kolaborasi tersebut melibatkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Novo Nordisk bersama pengelola Rusunawa, akademisi, organisasi profesi, serta masyarakat. CBH 2026
Rusunawa Pesakih menjadi bagian dari pilot di Jakarta Barat, dengan pembelajaran dari pelaksanaan program diharapkan dapat menjadi masukan untuk pengembangan kegiatan di wilayah kota administrasi lainnya di DKI Jakarta. CBH 2026
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, pengelola hunian, dan masyarakat, upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang mendukung hidup sehat diharapkan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Dari Rusun Pesakih, upaya membangun hidup sehat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian warga,memilih pangan yang lebih sehat, aktif bergerak, memanfaatkan lingkungan untuk menghasilkan pangan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat.



































