Pembangunan RTH Sunter Jaya Disorot Warga: Pengamanan, Batas Lahan hingga Akses Jalan Dipertanyakan

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA UTARA, suararealitas.co — Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah RT 02/RW 11, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi perhatian.

Selain persoalan teknis pembangunan, kondisi di sekitar lokasi yang terekam dalam video di lapangan memperlihatkan adanya area yang masih dipenuhi material tanah, lumpur, sampah dan sisa pekerjaan.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran warga terkait keselamatan serta kondisi lingkungan selama proses pembangunan berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rekaman di lokasi, terlihat permukaan tanah yang masih berupa hamparan tanah dan material pekerjaan dengan sejumlah genangan air.

Pada beberapa bagian juga tampak tumpukan material dan sampah yang berada di sekitar area pembangunan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan masih berlangsung dan lingkungan sekitar belum sepenuhnya tertata.

Warga menilai pengamanan lokasi menjadi hal penting agar masyarakat yang berada di sekitar proyek tidak masuk atau melintas di area yang berpotensi membahayakan.

Salah satu sorotan utama warga adalah tidak adanya pagar pengaman yang memadai di lingkungan proyek.

Menurut warga, pembangunan fasilitas publik semestinya tetap memperhatikan keselamatan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar lokasi.

Dengan adanya aktivitas pekerjaan, material bangunan serta kondisi tanah yang belum stabil, warga berharap pihak pelaksana dapat memberikan pembatas dan pengamanan yang jelas selama pembangunan berlangsung.

Persoalan lainnya berkaitan dengan kejelasan batas-batas tanah yang digunakan untuk pembangunan RTH.

Baca Juga :  AMI Bakal Laporkan Dugaan Penyimpangan Anggaran Reses Anggota DPRD Surabaya ke Kejaksaan

Warga mempertanyakan batas lahan yang menurut mereka belum terlihat secara jelas di lapangan.

Kejelasan batas tersebut dinilai penting untuk menghindari persoalan di kemudian hari, terlebih pembangunan berada di lingkungan permukiman yang selama ini digunakan dan diakses oleh masyarakat sekitar.

Yang tidak kalah menjadi perhatian adalah persoalan akses jalan bagi warga.

Warga mempertanyakan apakah setelah RTH selesai dibangun akan tersedia jalan setapak atau akses yang dapat digunakan masyarakat untuk menuju dan melewati kawasan tersebut.

Kekhawatiran ini semakin mencuat karena menurut keterangan warga, Catur selaku pengawas proyek menyampaikan bahwa dirinya tidak memikirkan persoalan jalan masyarakat karena tugasnya hanya membangun.

“Dia nggak memikirkan jalan untuk masyarakat, tugas dia hanya membangun, itu terserah masyarakat saja,” demikian keterangan warga mengenai pernyataan Catur selaku pengawas proyek, Minggu (30/8).

Warga juga menyebut Catur mengatakan bahwa pemerintah dapat membeli tanah tanpa aset jalan, sehingga persoalan aset jalan untuk masyarakat tidak menjadi bagian yang dipikirkannya dalam pembangunan RTH tersebut.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena keberadaan RTH sebagai fasilitas publik seharusnya tidak hanya dilihat dari bangunan dan penghijauannya setelah selesai, tetapi juga dari keterhubungan dengan lingkungan sekitar.

Akses masyarakat, keselamatan warga, kejelasan batas lahan serta kondisi lingkungan di sekitar kawasan pembangunan merupakan bagian yang dinilai perlu diperhatikan sejak awal hingga proyek selesai.

Baca Juga :  Ketua Komisi 3 DPRD Kota Tangerang Sambangi Warga dan Serap Aspirasi

Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui instansi terkait dapat turun langsung melakukan pengecekan terhadap pembangunan RTH di RT 02/RW 11, Kelurahan Sunter Jaya.

Pemeriksaan diharapkan dapat memastikan apakah pelaksanaan pembangunan sudah sesuai perencanaan, termasuk aspek keselamatan masyarakat, pengamanan proyek, batas lahan dan kebutuhan akses jalan warga.

Warga juga meminta agar pembangunan tidak dilakukan hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat tanpa menghilangkan atau menyulitkan akses masyarakat yang sudah ada.

Dengan kondisi lapangan sebagaimana terlihat dalam rekaman video, warga berharap seluruh pihak terkait tidak mengabaikan persoalan yang muncul selama proses pembangunan.

RTH memang diharapkan menjadi fasilitas yang memberikan ruang terbuka dan manfaat bagi masyarakat, namun proses menuju terwujudnya fasilitas tersebut juga harus memperhatikan keamanan, ketertiban dan kepentingan warga sekitar.

Terkait pernyataan yang disebut disampaikan oleh Catur selaku pengawas proyek, pihak pelaksana maupun instansi terkait tetap perlu memberikan klarifikasi agar persoalan ini dapat dilihat secara berimbang.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan penjelasan kepada Catur, pelaksana pembangunan serta instansi yang bertanggung jawab atas pembangunan RTH tersebut untuk menjelaskan kondisi di lapangan, dasar pembangunan, batas lahan dan rencana akses jalan masyarakat.

Penulis : Kipray

Berita Terkait

Audiensi Serah Terima Pengelolaan Rusunami Citypark Didorong Melalui Jalur Musyawarah
DPR Tegaskan PAW Ombudsman RI Tidak Wajib Ikuti Nomor Urut Hasil Uji Kelayakan
Wakil Ketua DPR Saan Mustopa Minta Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Junjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum
Yahya Zaini Minta BGN Tak Terlalu Lama Moratorium Dapur MBG, Prioritaskan yang Sudah Dibangun
PM Modi Kenang Soekarno di DPR RI, Ajak Indonesia Bangun Era Baru Kemitraan Strategis
Ahmad Sahroni Minta Dittipidsiber Polri Usut Dalang Spam Promosi Judi Online di Media Sosial
Gani Suwondo Lie Gelar Forum Serap Aspirasi Warga DKI Jakarta, Dorong Pembangunan Tepat Sasaran
Reses DPRD DKI Jakarta, Neneng Hasanah Perkuat Pengawasan Produk Hukum dan Pembangunan di Sukapura

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pembangunan RTH Sunter Jaya Disorot Warga: Pengamanan, Batas Lahan hingga Akses Jalan Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Audiensi Serah Terima Pengelolaan Rusunami Citypark Didorong Melalui Jalur Musyawarah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:57 WIB

DPR Tegaskan PAW Ombudsman RI Tidak Wajib Ikuti Nomor Urut Hasil Uji Kelayakan

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:02 WIB

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa Minta Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Junjung Asas Kesetaraan di Hadapan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:34 WIB

Yahya Zaini Minta BGN Tak Terlalu Lama Moratorium Dapur MBG, Prioritaskan yang Sudah Dibangun

Berita Terbaru