Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memiliki laboratorium (Lab) uji kontaminasi radioaktif produk perikanan, yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur baru-baru ini.

Lab Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau BUSPM di bawah KKP itu telah terakreditasi ISO 17025. “Selain itu juga mendapatkan persetujuan BAPETEN selaku Nuclear Supervision Authority, serta memperoleh approval US FDA untuk melakukan uji beberapa parameter radioaktif termasuk Cs-137,” tutur Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP, Ishartini, di Jakarta, Jumat (12/6).

Baca Juga :  Festival Kalipasir 2025, IKJ Hidupkan Kampung Seni di Tengah Kota

Dia lalu menjelaskan bahwa lab penguji kontaminasi Cs-137 pada produk perikanan ini memang secara khusus dibangun oleh KKP untuk mendukung daya saing dan keberterimaan produk perikanan terutama udang ke berbagai negara utamanya Amerika Serikat (AS). Bahkan lab BUSPM ini menjadi satu – satunya di Indonesia dan yang pertama di Asia Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lab BUSPM bisa menguji parameter mutu dan keamanan pangan baik bakteri, virus, kimia, logam berat, residu dan sekarang ditambah parameter radionuklida pangan asal ikan. Hasil uji lab bisa dipakai mengurus SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan-red) sebagai persyaratan ekspor di beberapa negara bersyarat bebas radioaktif misalnya Amerika Serikat,” tutup Ishartini.

Baca Juga :  Menteri Trenggono Paparkan Program Ketahanan Pangan 2025 di DPR

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa Indonesia sanggup untuk menyelenggarakan sertifikasi bebas Cs-137 untuk memenuhi persyaratan US FDA. Sejak 31 Oktober 2025 sampai 11 Juni 2026 KKP telah berhasil mengawal ekspor udang ke AS sebanyak 4072 kontainer dengan sebanyak 3370 kontainer telah masuk pasar AS dengan volume 51.607 ton senilai Rp 8,78 Triliun.

 

Berita Terkait

Enam Bulan, Polres Tanjung Priok Ringkus 67 Tersangka Narkoba dan Sita 3,2 Kg Sabu
GEKIRA Gelar Rakernas 2026, Bahas Transformasi Ekonomi Nasional di Era Prabowo
Pemerintah Kecamatan Mauk Giat Korvei Aksi Bersih-bersih, Sekcam: Semangat Gotong Royong Wujudkan Lingkungan Sehat ‎
Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel, Kapolda Ingatkan Aksi Mahasiswa Dilayani Humanis
Tanam 10.000 Batang Pohon Mangrove, Camat Mauk: Aksi Nyata Environmental Journalist Network
Sekcam Mauk Mahfud Kuzaeni Dukung EJN: Kolaborasi Kunci Kelestarian Pesisir
Kapolsek Karawaci Kompol Kresna Ajie Perkasa: Patroli Biru Jaga Keamanan Malam Warga
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar ‘Jaga Jakarta On The Spot’ di Muara Angke, Warga Sampaikan Aspirasi Kamtibmas

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:37 WIB

Enam Bulan, Polres Tanjung Priok Ringkus 67 Tersangka Narkoba dan Sita 3,2 Kg Sabu

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:30 WIB

GEKIRA Gelar Rakernas 2026, Bahas Transformasi Ekonomi Nasional di Era Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:04 WIB

Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:07 WIB

Pemerintah Kecamatan Mauk Giat Korvei Aksi Bersih-bersih, Sekcam: Semangat Gotong Royong Wujudkan Lingkungan Sehat ‎

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:48 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 6.088 Personel, Kapolda Ingatkan Aksi Mahasiswa Dilayani Humanis

Berita Terbaru