Aksi Demonstrasi Mahasiswa Kian Bergemuruh Memecah Langit Nusantara

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aceng Syamsul Hadie (ASH)

JAWA BARAT, Suararealitas.co – Gelombang demonstrasi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Medan hingga Makassar, kembali bergemuruh dan mengguncang ruang publik. Ribuan mahasiswa turun ke jalan mengawal berbagai isu krusial yang dinilai menyangkut kepentingan masyarakat luas, mulai dari persoalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penolakan terhadap menguatnya militerisme di ruang sipil.

Aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota menunjukkan bahwa dinamika demokrasi Indonesia masih hidup. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa pun beragam. Selain lima tuntutan utama yang sebelumnya mencuat, berkembang pula enam hingga sembilan tuntutan yang disuarakan oleh berbagai aliansi mahasiswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Enam tuntutan yang banyak mengemuka antara lain:

1. Mendesak pemerintah menghentikan sementara dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

2. Mendesak peninjauan kembali Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia.

3. Menghentikan praktik militerisme serta menegakkan supremasi sipil.

4. Mendesak pemerintah mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun Forum Jurnalis Hitam Putih: Solidaritas dan Kemanusiaan Tetap Jadi Fondasi Utama Profesi Pers

5. Memenuhi hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.

6. Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Selain itu, terdapat pula sembilan tuntutan yang berkembang dan disuarakan oleh sejumlah elemen mahasiswa, yaitu:

1. Menolak Koperasi Desa Merah Putih.

2. Mencabut revisi UU TNI, UU Polri, UU Kejaksaan, dan UU Peradilan Militer.

3. Mewujudkan pendidikan gratis dan berkualitas.

4. Mewujudkan layanan kesehatan gratis yang merata.

5. Memulihkan kesejahteraan dan perekonomian rakyat.

6. Melindungi hak-hak pekerja.

7. Memberikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja ojek online.

8. Membebaskan seluruh tahanan politik.

9. Menjamin hak rakyat atas tanah, lingkungan hidup, dan ruang hidup yang layak.

Terlepas dari perbedaan tuntutan yang berkembang di setiap daerah, satu hal yang tampak jelas adalah adanya keresahan yang cukup luas di tengah masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mahasiswa, sebagaimana sejarah panjang bangsa ini, kembali menempatkan diri sebagai penyambung suara rakyat dan kekuatan moral yang mengingatkan penguasa agar tidak menjauh dari amanat konstitusi.

Baca Juga :  Sambut Hari Cuci Tangan Sedunia, WINGS for UNICEF Bersama NUVO Family Dukung Akses Sanitasi Dan Edukasi Hidup Bersih Sehat di Sekolah

Entah sampai kapan gelombang demonstrasi ini akan berlangsung. Namun yang patut dijaga bersama adalah agar proses politik yang berlangsung tetap berada dalam koridor konstitusional, berlangsung secara damai, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Aspirasi yang disampaikan hendaknya tetap murni berangkat dari kepentingan rakyat, bukan ditunggangi kepentingan pribadi, kelompok, maupun pihak-pihak tertentu yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Di sisi lain, pemerintah pun perlu memandang gelombang kritik dan demonstrasi ini sebagai momentum evaluasi dan introspeksi. Sebab dalam negara demokrasi, kritik bukanlah ancaman, melainkan mekanisme koreksi yang sehat. Kejujuran untuk mengakui kekurangan serta keberanian untuk melakukan perbaikan justru akan memperkuat legitimasi pemerintahan dan mengembalikan kepercayaan publik.

Pada akhirnya, demonstrasi mahasiswa bukanlah tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Demonstrasi adalah alarm demokrasi. Ketika suara-suara itu semakin bergemuruh memecah langit Nusantara, sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar kebijakan, melainkan kemampuan bangsa ini untuk terus merawat demokrasi, menjaga persatuan, serta memastikan bahwa kekuasaan senantiasa berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia.[]

Penulis : ASH

Editor : Eka

Berita Terkait

Bang Ghani dan None Rena Terpilih sebagai Abang None Jakarta Barat 2026
Sejumlah massa geruduk kantor Sudin Perumahan Jakarta Utara Desak Gubernur Copot Kasudin 
Gus Yusrul Hana mengapresiasi kinerja LKNU dan mendorong agar perawatan ambulans terus dilakukan 
Dorong Pengembangan Industri Kecantikan, Jennyhouse Perkuat Kolaborasi dengan Storm K Indonesia
GIV Luncurkan Charming Peach Blossom, Hadirkan Wangi Peach Tahan Lama untuk Temani Momen Self-Care
Banten Beverage Community Kolaborasi dengan Babah Ramu JHL Hotel Episode Gading Serpong, Adakan Kompetisi Bartender Babah Ramu 2.0
Ketua Dewan Pembina Pusat ASWIN Mengutuk dan Mengecam Keras Pernyataan Konyol Abu Janda 
Alumni SMA Yappenda SOS 2 Gelar Reuni Penuh Kenangan di Uncle Bean

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:22 WIB

Bang Ghani dan None Rena Terpilih sebagai Abang None Jakarta Barat 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:13 WIB

Sejumlah massa geruduk kantor Sudin Perumahan Jakarta Utara Desak Gubernur Copot Kasudin 

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:46 WIB

Gus Yusrul Hana mengapresiasi kinerja LKNU dan mendorong agar perawatan ambulans terus dilakukan 

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:16 WIB

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Kian Bergemuruh Memecah Langit Nusantara

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:53 WIB

Dorong Pengembangan Industri Kecantikan, Jennyhouse Perkuat Kolaborasi dengan Storm K Indonesia

Berita Terbaru

Peristiwa

Turap Kali Banglio Rusak, Warga Minta Penanganan Serius

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:17 WIB