Warga Soroti Pembiaran Bangunan Liar di Kalideres, Khawatir Berujung Sengketa

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Sejumlah bangunan liar mulai bermunculan di atas lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berada di Jalan Utan Jati, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (6/5).

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena bangunan tersebut diduga akan berkembang menjadi hunian permanen jika tidak segera ditertibkan.

Sebelumnya, lahan tersebut dimanfaatkan warga sebagai area olahraga sepak bola.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, rencana pembangunan rumah abu di lokasi itu sempat menuai penolakan dari masyarakat setempat.

Kini, persoalan baru muncul dengan berdirinya bangunan-bangunan liar di sekitar lahan tersebut.

Warga menilai, keberadaan bangunan liar ini berpotensi berkembang secara bertahap menjadi bangunan permanen.

Mereka khawatir pembiaran akan memicu semakin banyak orang mendirikan bangunan serupa di lokasi yang sama.

Baca Juga :  Presiden KAI: Adnan Buyung Nasution Layak Pahlawan Nasional

“Itu sebalah kanan jadi warung dibangun menggunakan tembok batako, lama-lama nanti permanen dan jadi rumah,” ujar warga Kalideres berinisial An (50, bukan nama sebenarnya) kepada wartawan, Rabu (6/5).

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Warga menilai pola pembangunan seperti ini kerap terjadi di sejumlah titik lain di Jakarta.

Awalnya bangunan sederhana, namun lambat laun berubah menjadi permukiman padat yang sulit ditertibkan.

Warga meminta Pemerintah Kota Jakarta Barat tidak menutup mata terhadap pelanggaran yang terjadi di depan publik.

Mereka menilai pembiaran terhadap bangunan liar justru akan memperumit penanganan di kemudian hari.

Menurut warga, banyak lahan milik pemerintah yang dibiarkan diduduki secara ilegal hingga akhirnya menjadi kawasan padat.

Ketika kondisi sudah demikian, penertiban kerap menemui hambatan dengan berbagai alasan.

Baca Juga :  Kwarcab Pramuka Jakarta Utara Gelar Rakercab

Warga berharap Pemkot Jakarta Barat segera mengambil langkah tegas dengan menertibkan bangunan liar tersebut sebelum jumlahnya semakin bertambah.

Selain itu, warga juga mengingatkan potensi sengketa jika lahan tersebut terus dikuasai secara tidak sah oleh oknum tertentu.

Bahkan mereka menilai tindakan cepat dari pemerintah sangat diperlukan untuk mencegah konflik di kemudian hari.

“Orang kita susah di Jakarta beli tanah sepetak dan mahal, lah ini orang malah pakai lahan pemerintah gampang banget,” tegasnya.

Dengan kondisi yang terus berkembang, warga berharap pemerintah tidak menunda penanganan.

Penertiban sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menjaga aset negara sekaligus mencegah munculnya permukiman ilegal baru di wilayah tersebut.

Berita Terkait

RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen
Kantor LH Kecamatan Cilincing Dinilai Sudah Tak Layak, Pegawai Harapkan Segera Dibangun
Parkir Liar di Kawasan Danau Sunter, Sudinhub Jakut: Kita Tertibkan!
Gubernur DKI Resmikan Empat Kantor Lurah
Pengerukan Lumpur di Kali JIS Papanggo Dilakukan, Upaya Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan
Heboh! 3 Fakta Praktik Premanisme Berkedok Pengelolaan PKL di Danau Sunter Mulai Terbuka, Aparat hingga Ormas Ikut Disorot
Parkir Liar di Kawasan Danau Sunter, Pembiaran atau Pembinaan?
Pungut ‘Upeti’ dari PKL Mencuat, Kasatpol PP Jakut Janji Tindak Tegas Jika Terbukti

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:11 WIB

RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:06 WIB

Kantor LH Kecamatan Cilincing Dinilai Sudah Tak Layak, Pegawai Harapkan Segera Dibangun

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:45 WIB

Warga Soroti Pembiaran Bangunan Liar di Kalideres, Khawatir Berujung Sengketa

Senin, 4 Mei 2026 - 19:52 WIB

Parkir Liar di Kawasan Danau Sunter, Sudinhub Jakut: Kita Tertibkan!

Senin, 4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Gubernur DKI Resmikan Empat Kantor Lurah

Berita Terbaru

Megapolitan

RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:11 WIB