Produksi Telur Surplus, PINSAR Minta Pemerintah Kaji Ulang Investasi Asing

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co — Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) meminta pemerintah lebih selektif dalam membuka peluang investasi asing di sektor perunggasan nasional, khususnya pada usaha budidaya ayam petelur. Sikap tersebut disampaikan menyusul kondisi industri telur nasional yang saat ini dinilai tengah mengalami surplus produksi di tengah melemahnya harga di tingkat peternak.

Perwakilan PINSAR, Ko Alim, mengatakan wacana masuknya investor luar negeri ke sektor budidaya telur perlu dikaji secara cermat agar tidak menambah tekanan terhadap peternak rakyat yang saat ini sudah menghadapi situasi pasar yang kurang kondusif.

Menurut dia, polemik ini bermula dari munculnya informasi mengenai kebutuhan tambahan pasokan telur nasional hingga ratusan juta butir. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, produksi telur nasional justru dinilai berada dalam kondisi aman bahkan berlebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya muncul pernyataan bahwa Indonesia kekurangan telur hingga 700 juta butir. Tetapi faktanya di lapangan, produksi telur nasional saat ini justru surplus. Menteri Pertanian juga sudah menyampaikan bahwa stok telur aman,” ujar Ko Alim kepada awak media.

Baca Juga :  Mentari TV Hadirkan “Ramadan Ceria” Untuk Anak-anak Selama Bulan Puasa

Ia menambahkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi telur nasional telah melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat. Karena itu, pemerintah diminta mempertimbangkan dampak jangka panjang apabila investasi baru tetap diarahkan pada sektor budidaya yang selama ini telah dijalankan oleh peternak lokal.

Ko Alim menegaskan PINSAR tidak menolak investasi asing secara keseluruhan. Namun, menurutnya, investasi sebaiknya diarahkan pada pengembangan teknologi modern, riset, maupun sektor berteknologi tinggi yang belum dimiliki industri perunggasan nasional.

“Kami tidak anti terhadap investor asing. Tetapi investasi seharusnya masuk ke bidang teknologi tinggi atau pengembangan yang memang belum mampu dilakukan di dalam negeri. Kalau hanya budidaya ayam petelur, peternak rakyat di Indonesia sebenarnya sudah sangat mampu,” katanya.

Di sisi lain, ia menyoroti kondisi harga telur yang tengah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut membuat banyak peternak rakyat mengalami tekanan usaha akibat biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga jual di pasar.

Baca Juga :  Mimpi Jadi Nyata: Kopsyah BMI dan Pemda Hadirkan Rumah Layak Huni Gratis di Mauk

Dalam kondisi pasar yang belum stabil, masuknya investor baru pada sektor budidaya yang sama dinilai berpotensi memperketat persaingan dan memperburuk posisi peternak mandiri.

“Peternak saat ini sudah menghadapi tekanan akibat harga yang rendah. Kalau ditambah lagi pemain baru di sektor yang sama, tentu kekhawatiran kami pasar akan semakin berat bagi peternak kecil,” ujarnya.

PINSAR berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan industri perunggasan nasional melalui kebijakan yang berpihak kepada keberlangsungan peternak rakyat, sekaligus memastikan investasi yang masuk mampu memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri nasional.

“Kami berharap pemerintah tetap menjaga ekosistem perunggasan nasional agar tetap sehat dan tidak semakin memberatkan peternak rakyat,” tutup Ko Alim.

Berita Terkait

Mendag Tinjau Gerai Pak Gembus, Dorong Waralaba Indonesia Makin Kompetitif
Fokus Tiga Agenda Krusial, Kecamatan Mauk Gelar Apel Pagi untuk Tingkatkan Kinerja
APDESI Kabupaten Tangerang Apresiasi Roadshow Sosialisasi Kadarkum, Tekankan Manfaat dan Kekompakan Desa
KKP Tindak Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin, Dua Perusahaan Disegel di Riau
Sinergi KKP Lepasliarkan Puluhan Ekor Hiu Hasil Penangkaran
Kebersihan Lingkungan Kerja Jadi Prioritas: DBMSDA Tangerang Laksanakan Aksi Korvei di UPTD Pengairan
Hadapi Ancaman El Nino, Menko Polkam Arahkan Desk Karhutla Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Pencegahan
Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jaga Stabilitas Kamtibmas, Situasi Wilayah Tetap Aman dan Kondusif

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:09 WIB

Mendag Tinjau Gerai Pak Gembus, Dorong Waralaba Indonesia Makin Kompetitif

Senin, 22 Juni 2026 - 18:43 WIB

Fokus Tiga Agenda Krusial, Kecamatan Mauk Gelar Apel Pagi untuk Tingkatkan Kinerja

Senin, 22 Juni 2026 - 17:36 WIB

APDESI Kabupaten Tangerang Apresiasi Roadshow Sosialisasi Kadarkum, Tekankan Manfaat dan Kekompakan Desa

Senin, 22 Juni 2026 - 15:20 WIB

KKP Tindak Pemanfaatan Ruang Laut Tanpa Izin, Dua Perusahaan Disegel di Riau

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:48 WIB

Sinergi KKP Lepasliarkan Puluhan Ekor Hiu Hasil Penangkaran

Berita Terbaru

Berita Aktual

Wartawan Online Sambangi Lurah Sunter Agung di Ruang Kerjanya

Rabu, 24 Jun 2026 - 08:50 WIB