Pelaku Kejahatan Pencabulan Masih Berkeliaran, Diduga Unit PPA Polresta Tangerang Lamban

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yanto Nelson Nalle SH,MH

Yanto Nelson Nalle SH,MH

KABUPATEN TANGERANG, Suararealitas.co – Proses hukum kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur, menjadi perhatian publik, diduga unit reskrim PPA Polresta Tangerang Kota dinilai lamban dalam penanganan kasus tersebut.

Pasalnya, proses hukum yang dilakukan sejak bulan September 2025 lalu, hingga saat ini belum juga diamankan (ditahan) yang di duga pelaku masih bebas menghirup udara segar.

Berbeda dengan penanganan di Polrestro Tangerang Kota, pelaporan di Polres Metro Tangerang Kota yang sama-sama ditangani oleh unit reskrim PPA Polres Metro Tangerang cepat dalam melakukan penegakan hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan kuasa hukum pelapor, Yanto Nelson Nalle SH, MH, usai keluarga korban mendatangi Kantor YNN-LawFirm Selasa (01/04/2026) sore, bersama Korban, dirinya yang mempertanyakan kelanjutan perkembangan kasus yang di advokasinya.

“Lambannya penanganan menjadi tanda tanya besar bagi keluarga korban, sangat disayangkan saat itu kami sudah membantu pihak penyidik untuk memastikan lokasi tempat tinggal terduga pelaku,” ucapnya.

“Mengapa kasus belum juga dilakukan penangkapan berdasarkan Pemberitahuan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) pada bulan Februari 2026 lalu. Bahkan hasil visum infonya juga sudah keluar. Saya berharap penyidik segera menetapkan tersangka agar tidak menjadi contoh penyidik lain di Polresta Tangerang Kota dan Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :  Lagi, Warga Keluhkan Layanan ATR/BPN Jakbar: Informasi Berubah-ubah dan Lambat, Tolong Kami Pak

Sebagai praktisi hukum, Nelson menuturkan, Tahapan penyelidikan itu tidak terlalu menyulitkan karena berdasarkan Pasal 1 Angka 5 KUHAP, penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana dan guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan.

Nelson juga menjelaskan perihal  perkara PPA yang sedang di advokasi di dua Polres yang ada di Tangerang Raya. Akan tetapi perkara PPA yang ada di Polres Metro Kota Tangerang, sudah membuahkan hasil.

“Padahal perkara di Polresta Kota Tangerang lebih awal menangani, akan tetapi Unit Reskrim PPA Polres Metro Tangerang Kota sudah menahan (Tersangka) pelaku kejahatan PPA,” ungkapnya.

“Kami dari YNN LawFirm meminta kepada Kapolri, Kapolda Banten dan Kapolresta Tangerang sebagai atasan penyidik wajib mengontrol proses penyilidikan/penyidikan Perkara yang saya dan rekan-rekan tangani ini sangat jelas ada peristiwa pidana, jadi ditunggu apalagi korban dan keluarga sampai detik ini mengeluh akan kepastian dan keadilan Hukumnya,” tambahnya.

Nelson menambahkan, Dalam Perkap nomor 6 tahun 2019 pasal 37 eksplisit bahwa atasan penyidik wajib mengawasi dan memastikan setiap tahapan penyelidikan dan penyidikan, menjamin terselenggaranya proses penyelidikan dan penyidikan secara efektif dan efesien, melakukan analisis dan Evaluasi tahapan penyelidian dan penyidikan,

Baca Juga :  Polisi Tangkap Wanita Pembawa Puluhan Ribu Obat Keras Ilegal

“Saya dan rekan-rekan sebagai Kuasa Hukum yang tergabung pada YNN-LawFirm. dalam waktu dekat akan meminta dilimpahkan Kasus Perkara ini di polda Banten, jika pelaku ini tidak segera ditangkap, saya meminta kepada Kasatreskrim, KBO Reskrim dan Kapolresta Tangerang sebagai atasan Penyidik harus mengontrol proses penyelidikan ini.” pintanya.

Nelson menerangkan, kondisi korban saat ini mengalami traumatis hingga mau bunuh diri, terduga Pelaku masih bebas berkeliaran.

“Karena menurut saya kasus ini sangat serius dan perlu ada atensi Kapolri. Proses penegakan Hukum harus berbasis keadilan dan berkepastian Hukum, jika itu tidak dilaksanakan maka Tujuan Hukum tidak akan tercapai. jangan sampai karena korban ini dari keluarga miskin, sehingga perkara ini berlarut-larut.mohon Polri tunjukan kinerjanya agar tidak memilah-milih perkara.” Terang Nelson

Sementara ketika pewarta mencoba konfirmasi kepada Kapolresta Tangerang Kota Kombes Pol. Indra Waspada. terkait perkara PPA dengan Laporan Polisi nomor:LP/B/915/IX/2025/SPKT/SATRESKRIM/POLRESTA TANGERANG/POLDA BANTEN tertanggal 19 September 2025 tentang Pencabulan anak dibawah umur.

“Baik di Sampekan Kembali Ke Penyidik.” Ucap Kapolresta Tangerang Kota melalui pesan singkat Whatsapp-nya.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta tengah mencoba melakukan konfirmasi kepada sumber yang terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Berita Terkait

Tabungan dan Deposito Tak Cair, Anggota KSPPS Ki Ageng Pandanaran Siapkan Langkah Hukum
Dugaan Isi Solar Subsidi Dua Kali di SPBU Subang, Truk A-8285-FC Dilaporkan ke Polisi
Empat Perusahaan Ditindak, DLH Jakarta Bongkar Rantai Pembuangan Sampah Ilegal di Nagrak
Pimpin Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin, Menko Polkam Tegaskan Indonesia Bukan Tempat Transit dan Jalur Peredaran Narkoba
Hampir 3 Bulan Tak Ada Kejelasan, LP Nomor 205/2026 di Polsek Kelapa Dua Diduga Mangkrak
Konten TikTok Bisa Berujung Pidana? Praktisi Hukum Rurih Jelaskan Batas Kritik dan Tuduhan
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Jakarta Utara Dilaporkan ke Polisi, Kuasa Hukum Desak Penanganan Serius
‎Beli Cash 85 Juta, BPKB Mobil Tak Diberikan, Arizu Berkah Mobilindo Bohongi Konsumen? 

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 01:10 WIB

Tabungan dan Deposito Tak Cair, Anggota KSPPS Ki Ageng Pandanaran Siapkan Langkah Hukum

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:07 WIB

Dugaan Isi Solar Subsidi Dua Kali di SPBU Subang, Truk A-8285-FC Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Empat Perusahaan Ditindak, DLH Jakarta Bongkar Rantai Pembuangan Sampah Ilegal di Nagrak

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Pimpin Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin, Menko Polkam Tegaskan Indonesia Bukan Tempat Transit dan Jalur Peredaran Narkoba

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:12 WIB

Hampir 3 Bulan Tak Ada Kejelasan, LP Nomor 205/2026 di Polsek Kelapa Dua Diduga Mangkrak

Berita Terbaru

Pendidikan

Kemilau Mutiara Harky Meraih Cumlaude pada Wisuda UINSSC 2026

Minggu, 16 Agu 2026 - 09:05 WIB