Jakarta, Suararealitas.co — Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang diikuti para Ketua Pengurus Wilayah (PW) IKA PMII dari berbagai provinsi serta perwakilan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Anggota DPR RI sekaligus Ketua Steering Committee Rapimnas IKA PMII, Zainul Munasichin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus forum strategis untuk merumuskan langkah IKA PMII menghadapi dinamika nasional dan global.
“Rapimnas ini diikuti seluruh Ketua PW IKA PMII dari berbagai provinsi serta perwakilan kabupaten/kota. Ada beberapa agenda penting yang akan kita bahas bersama,” kata Zainul dalam keterangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, salah satu agenda utama adalah mendiskusikan penataan organisasi IKA PMII ke depan, termasuk penguatan struktur kepengurusan dari tingkat wilayah, provinsi hingga kabupaten/kota.
Selain itu, Rapimnas juga menjadi forum evaluasi terhadap program kerja organisasi selama satu tahun terakhir, termasuk agenda besar penataan struktur dan reorganisasi IKA PMII dalam roadmap organisasi periode 2025–2035.
Dalam Rapimnas ini, IKA PMII mengusung tema “IKA PMII Membangun Ekonomi Bangsa yang Berdaya, Berkeadilan, dan Kontributif di Era Konstelasi Global.”
Zainul menjelaskan, melalui tema tersebut IKA PMII ingin mengambil peran aktif dalam memperkuat perekonomian nasional dengan berkolaborasi bersama pemerintah melalui berbagai program strategis.
Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan desain pembangunan nasional, program sekolah vokasi, serta berbagai program strategis pemerintah lainnya yang saat ini tengah berjalan.
Selain membahas kerja sama program pemerintah, Rapimnas juga menyoroti dinamika geopolitik global yang dinilai berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi nasional.
Menurut Zainul, perkembangan politik internasional saat ini menghadirkan berbagai tantangan, terutama dengan meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi Indonesia.
Karena itu, dalam Rapimnas tersebut panitia juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Keuangan guna memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini serta proyeksi ke depan jika konflik global terus berlanjut.
“Melalui diskusi ini kita ingin mengetahui sejauh mana mitigasi yang telah dilakukan pemerintah dalam menghadapi potensi dampak ekonomi dari situasi geopolitik global,” ujarnya.
IKA PMII, lanjut Zainul, siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai aspek, mulai dari perumusan kebijakan, pelaksanaan program hingga pengawasan di lapangan.
Dalam aspek kebijakan, IKA PMII siap memberikan masukan dan rekomendasi agar kebijakan ekonomi nasional memiliki keberpihakan kepada masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Sementara dalam level implementasi, jaringan alumni PMII yang tersebar di berbagai daerah dapat menjadi mitra pemerintah dalam mendukung realisasi program-program strategis nasional.
Adapun dalam aspek pengawasan, keberadaan jaringan IKA PMII di seluruh provinsi serta kabupaten/kota dapat memberikan masukan langsung dari lapangan terkait perkembangan pelaksanaan program pemerintah.
Zainul menegaskan, IKA PMII juga mendorong agar pembangunan ekonomi nasional tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan semata.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta pembukaan lapangan kerja yang lebih luas.
Selain itu, IKA PMII juga menekankan pentingnya mendorong ekonomi berkeadilan dan berkelanjutan, dengan memastikan setiap kebijakan pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
“Dengan begitu, pembangunan yang kita jalankan hari ini tidak hanya memberikan manfaat bagi generasi sekarang, tetapi juga dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” kata Zainul.



































