Jakarta, Suararealitas.co — Mantan Ketua Umum Partai Berkarya, Neneng Anjarwati Tuty, turut menghadiri prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (02/03/2026). Kehadiran Neneng menjadi bagian dari deretan tokoh nasional yang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum dalam suasana duka nasional.
Upacara pemakaman dilangsungkan secara militer dengan Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi dimulai sekitar pukul 13.45 WIB, diawali penyerahan jenazah dari pihak keluarga yang diwakili putra almarhum, Taufik Dwi Cahyono, kepada negara. Peti jenazah yang diselimuti Sang Merah Putih diiringi pasukan kehormatan, dentuman salvo, serta doa-doa sebagai simbol penghormatan negara atas jasa pengabdian almarhum.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tertinggi negara kepada Try Sutrisno. Ia mempersembahkan jiwa, raga, dan seluruh jasa almarhum kepada persada ibu pertiwi, seraya menegaskan bahwa keteladanan dan pengabdian Try Sutrisno merupakan warisan moral yang patut diteladani generasi penerus bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Neneng Anjarwati Tuty, kepergian Try Sutrisno bukan hanya kehilangan bagi bangsa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam secara pribadi. Ia mengenang almarhum sebagai sosok negarawan yang hangat, rendah hati, dan penuh perhatian.
“Ini adalah sosok memori buat saya. Di waktu beliau menjadi Wakil Presiden, saya sering bertemu. Terakhir saat penyematan profesor Ibu Mega di Jatinangor, saya bertemu beliau. Saya sapa, ‘Pak, saya neneng.’ Beliau jawab, ‘Ya ampun, neneng.’ Itu kenangan yang sangat membekas,” ujar Neneng dengan suara bergetar.
Ia pun memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. “Beliau sudah masuk penghuni surga. Amin, amin,” ucapnya singkat.
Di sela prosesi pemakaman, Neneng juga menyampaikan bahwa dirinya sempat bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan kontribusi Kawan Berkarya Nasional dalam mendukung kemenangan pasangan Prabowo–Gibran pada Pemilu 2024.
“Kawan Berkarya Nasional sudah membantu kemenangan Pak Prabowo dan Mas Gibran. Tadi saya juga bertemu dengan Mas Gibran,” katanya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Neneng memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan insan pers. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi sosial dan ekonomi wartawan di Indonesia.
Menurutnya, jurnalis merupakan pilar penting demokrasi yang berperan menjaga keseimbangan informasi, mengawal kebijakan publik, serta menyuarakan kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, negara dinilai perlu memastikan kesejahteraan wartawan agar mereka dapat bekerja secara profesional, independen, dan bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, Neneng juga bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya Pak Kapolri dan Pak Kasad sebagai bagian dari momen kebangsaan di tengah suasana duka.
Kepergian Try Sutrisno pada usia 90 tahun menjadi kehilangan besar bagi Indonesia. Namun, nilai pengabdian, disiplin, dan keteladanan yang diwariskan almarhum diyakini akan terus hidup dan menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

































