Konten Viral Anarkis Milik Badan Perwakilan Netizen di Jakarta Berpotensi Langgar Hukum, Bukan Produk Pers dan Status Dipertanyakan

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - akun media sosial milik Badan Perwakilan Netizen (BPN) statusnya dipertanyakan, dan Praktisi memastikan IG tersebut bukan akun Pers. (Foto: Tangkapan Layar/Istimewa).

POTRET - akun media sosial milik Badan Perwakilan Netizen (BPN) statusnya dipertanyakan, dan Praktisi memastikan IG tersebut bukan akun Pers. (Foto: Tangkapan Layar/Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Jagat maya belakangan ini diwarnai kegaduhan menyusul beredarnya sebuah unggahan di salah satu platform media sosial yang diduga mengandung unsur kekerasan.

Dalam video tersebut, tampak seorang warga melempari sebuah kios pedagang yang diduga menjual obat keras daftar G di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Tidak hanya itu, selang beberapa hari kemudian, oknum yang sama juga diduga kembali melakukan aksi serupa dengan melempar petasan ke arah sejumlah warga di Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sontak, aksi tersebut pun memicu keresahan dan dinilai berpotensi membahayakan ketertiban serta keselamatan masyarakat.

Konten yang beredar luas itu pun menuai beragam reaksi dari warganet, mulai dari kecaman hingga perdebatan panjang mengenai batasan kebebasan berekspresi di ruang digital.

Menariknya, sejumlah pihak mengklaim unggahan tersebut sebagai bagian dari produk pers.

Bahkan, klaim tersebut kemudian memunculkan polemik baru, khususnya terkait apakah konten dimaksud benar-benar memenuhi kaidah jurnalistik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

Praktisi pers menilai, bahwa klaim tersebut tidak berdasar. Menurutnya, video yang beredar justru memperlihatkan tindakan anarkis oleh oknum masyarakat yang berpotensi memicu gangguan keamanan, bahkan kebakaran.

Baca Juga :  Viral Kebijakan Tarif Parkir Inap 24 Jam di RSUD Koja Tembus Rp50-100 Ribu, Warganet Berdebat

“Produk pers dari mana. Ini jelas tindakan anarkis dan provokatif yang bisa membahayakan masyarakat,” ujar Amy, saat dimintai keterangan oleh suararealitas.co, Rabu (15/3).

Ia menjelaskan, produk pers merupakan hasil karya jurnalistik yang dibuat wartawan melalui mekanisme yang jelas, mulai dari verifikasi, klarifikasi, hingga konfirmasi.

Karya tersebut dipublikasikan oleh media massa, baik cetak, elektronik, maupun siber, dan menjadi tanggung jawab kelembagaan yang dilindungi Undang-Undang Pers.

Amy menambahkan, sebuah konten juga tidak bisa serta-merta disebut produk pers apabila media yang mempublikasikannya tidak berbadan hukum pers sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (2) UU Pers.

Selain itu, media pers wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik, termasuk ketentuan pada Pasal 7 ayat (2).

“Kode Etik Jurnalistik itu wajib dipatuhi. Tidak bisa asal unggah lalu mengklaim sebagai karya jurnalistik,” katanya.

Pendiri Yayasan Rumah Pena Nusantara ini juga menyoroti akun Instagram @badanperwakilannetizen yang mengunggah konten tersebut.

Menurutnya, akun itu lebih tepat dikategorikan sebagai akun pribadi atau konten kreator, bukan akun resmi media siber berbadan hukum pers, meskipun pemiliknya mengaku sebagai wartawan.

Baca Juga :  Fahira Idris Ucapkan Selamat dan Sukses Gebyar STI Jakbar Ke 37 Tahun

Ia menegaskan, apabila akun tersebut menyebarkan konten hoaks, fitnah, atau menyerang kehormatan seseorang, maka yang bersangkutan dapat langsung dijerat dengan Undang-Undang ITE, termasuk pasal pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Walaupun mengaku wartawan, kalau akunnya akun pribadi atau konten kreator, maka tidak bisa dilindungi oleh Undang-Undang Pers,” ujarnya.

Amy menambahkan, jika sebuah akun ingin diakui sebagai akun media siber, seharusnya mencantumkan identitas media yang jelas, termasuk tautan menuju situs resmi media yang dikelola.

Hal itu penting untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, terutama dalam penggunaan hak jawab dan hak koreksi.

“Ini negara hukum, semuanya ada aturannya. Tidak bisa berjalan semaunya sendiri,” tegasnya.

Namun, ia juga mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan oleh konten media sosial, baik berupa hoaks, fitnah, maupun serangan terhadap kehidupan pribadi, agar tidak ragu melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Laporkan saja jika ada akun media sosial yang menyerang kehormatan pribadi. Biarkan hukum yang bertindak,” pungkasnya.

Berita Terkait

Strategi Sudin SDA Jakarta Utara Tekan Risiko Banjir Tahunan, Perkuat Infrastruktur Pengendalian Air
JJOS Police Goes To School, Kapolres Priok Ajak Pelajar SMPN 261 Muara Angke Jauhi Tawuran dan Narkoba
KOWANI Dorong Revolusi Singkong, Dari Bahan Mentah Jadi Produk Bernilai Tambah
E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi di Ekosistem Digital
JJOS Semarak HUT ke-81 RI, Polsek Kawasan Kalibaru Polres Priok, Gelar Gowes Sehat Bersama Masyarakat
Sinergitas Tokoh Masyarakat Sukapura dengan Kepala Kantor ATR/BPN Jakarta Utara Dorong Tertib Administrasi Pertanahan
Menuju 17 Agustus, Ketum DPP AWPI Tekankan Peran Pers dalam Menjaga Persatuan dan NKRI
SPN Polda Metro Gelar Ekspedisi Darat, Bentuk Siswa Polri Presisi dan Humanis

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Strategi Sudin SDA Jakarta Utara Tekan Risiko Banjir Tahunan, Perkuat Infrastruktur Pengendalian Air

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:28 WIB

JJOS Police Goes To School, Kapolres Priok Ajak Pelajar SMPN 261 Muara Angke Jauhi Tawuran dan Narkoba

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:23 WIB

KOWANI Dorong Revolusi Singkong, Dari Bahan Mentah Jadi Produk Bernilai Tambah

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:39 WIB

E-Sports Kapolri Cup 2026 Jadi Wadah Gen Z Kembangkan Potensi di Ekosistem Digital

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:57 WIB

JJOS Semarak HUT ke-81 RI, Polsek Kawasan Kalibaru Polres Priok, Gelar Gowes Sehat Bersama Masyarakat

Berita Terbaru

Megapolitan

Bangun Sinergi, AWPI DKI Dorong Informasi Publik yang Transparan

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:50 WIB