MALANG, Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempermudah aktivitas nelayan di pesisir selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan menghadirkan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Pujiharjo. Kehadiran fasilitas tersebut dinilai memangkas waktu dan biaya operasional nelayan yang selama ini terkendala akses es balok dan bahan bakar.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan pembangunan KNMP Pujiharjo merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan produktivitas nelayan. Ia menegaskan, fasilitas yang kini telah tersedia seperti pabrik es, gudang beku, dan cold storage menjadi kebutuhan mendasar bagi nelayan setempat dan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor perikanan tangkap di daerah terpencil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menegaskan, kehadiran pabrik es dan gudang beku di kawasan itu menjawab kebutuhan mendasar nelayan yang selama ini harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan pasokan es.
“Dulu nelayan harus mencari es hingga tiga sampai empat jam. Sekarang sudah tersedia di sini, sehingga biaya operasional bisa ditekan dan kualitas ikan tetap terjaga,” kata Menteri Trenggono usai meninjau KNMP Pujiharjo, Rabu (4/3).
Dari hasil peninjauan, kolam tambat dan area pendaratan ikan atau cold storage telah berfungsi dengan baik dan diisi berbagai jenis tangkapan seperti lemuru, tuna, tongkol, dan layur. Berdasarkan catatan, sedikitnya ada 800 kapal di bawah 5 Grosstonn beroperasi di wilayah tersebut.
Untuk mendukung operasional nelayan, pemerintah berencana menambah bantuan kapal, mesin kapal, serta alat tangkap. Selain itu, KKP telah berkoordinasi dengan pihak terkait guna menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan tersebut. Selama ini, nelayan harus menuju Dampit dengan jarak tempuh sekitar dua jam untuk memperoleh bahan bakar.
Permasalahan pendangkalan alur keluar-masuk kapal akibat sedimentasi juga menjadi perhatian. KKP memastikan pengerukan akan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap agar akses kapal lebih aman dan lancar.
“Saya lihat ini sedimentasinya tinggi, nanti saya akan minta Dirjen tangkap untuk dibongkar, dikeruk ya,” tegas Menteri Trenggono.
Perbaikan infrastruktur jalan menuju kawasan pesisir pun turut diupayakan melalui koordinasi dengan kementerian terkait. Seluruh fasilitas di KNMP Pujiharjo, lanjut Trenggono, akan dikelola secara profesional oleh koperasi desa setempat. Pengelolaan yang baik dinilai penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan berkelanjutan oleh nelayan.
Di sisi lain, nelayan setempat menyambut positif kehadiran KNMP Pujiharjo. Adil Pranoto, nelayan yang telah melaut selama 48 tahun, mengaku keberadaan pabrik es sangat membantu.
“Sekarang lebih mudah. Tidak perlu lagi keluar daerah untuk mencari es,” katanya.
Nelayan lainnya, Harianto, menilai fasilitas yang ada menjadi kemajuan signifikan bagi kawasan pesisir selatan Malang. Namun, ia berharap kapasitas pabrik es dan dukungan infrastruktur lainnya dapat terus ditingkatkan agar mampu melayani ratusan kapal yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dengan penguatan sarana produksi, dukungan logistik, serta rencana penambahan SPBN dan pengerukan alur kapal, KNMP Pujiharjo diharapkan menjadi pusat aktivitas perikanan yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kelautan di pesisir selatan Malang.



































